03

4.8K 189 1
                                    

Sudah 2 hari berlalu, dan sekarang waktunya untuk penutupan MOS sekaligus pembagian kelas bagi murid kelas 10.

Mau tak mau, Velo harus ikut penutupan plus memakai seragam lengkap. Jas putih, dasi hitam kotak-kotak berpadukan garis, rok kotak-kotak hitam, dan juga kemeja putih polos. Sekarang Velo terlihat seperti good girl saja.

"Lama banget sih, pegel nih kaki gue." Gerutu Velo saat namanya belum disebutkan juga.

"Velontia Elvandra Aston silahkan maju kedepan."

Ahh...akhirnya, gumamnya dalam hari.

Semua mata tertuju padanya. Mungkin karena nama belakangnya atau kalau nggak karena mereka sering lihat Velo dalam perlombaan renang.

"Baiklah, Cristian tolong antar mereka kekelasnya." Ucap seorang guru yang Velo tak ketahui namanya. Ini akibat ia tak pernah sekalipun ikut MOS.

"Ayo." Ucap Cristian lalu berjalan mendahului seluruh siswa kelas X-6.

Velo mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru sekolah. Velo sudah sangat hafal setiap inci dari sekolah ini, Karena selama 2 hari, ia habiskan untuk bolos dan mengelilingi sekolah. Ia masih tak percaya akhirnya bisa bersekolah disini. Sepanjang jalan, Cristian terus mendumal namun Velo tak memperdulikannya sama sekali.

Sesampainya dikelas, Cristian meninggalkan mereka semua. Semua siswa kelas X-6 segera mencari meja yang terukir nama mereka. Velo menemukan ukiran namanya pada salah satu meja "Velontia Elvandra Aston" ia segera duduk disana. Ukirannya sangat indah dan itu terletak pada sisi ujung sebelah kiri meja. Tapi satu hal yang tak disukai dari posisinya adalah, Velo berada pada barisan kedua dari depan. Ia jadi tidak leluasa untuk menyontek, bukan berarti tidak bisa.

Velo menoleh kearah bangku yang terletak didekat tembok. Dia merindukan tempat favoritnya dulu, tempat dimana ia bisa bermain handphone, tiduran, bercerita, nyontek, kerja sama. Velo menghela nafas, ia kemudian melirik kearah ujung kelas, dalam hati ia menghitung jumlah CCTV.

Satu...
Dua...
Tiga...
Empat...

Ada empat CCTV didalam kelas, kalau beginikan ia sama sekali tidak boleh menyontek, Lagian kenapa sekolah ini penjagaannya sangat ketat ? Sangat berbeda dengan sekolahnya yang dulu. Pantas saja orang tuanya memaksa untuk menerima surat undangan itu, ya...walaupun Velo memang berniat menerimanya. Tapi siapa sangka ternyata sekolah ini punya pengamanan yang sangat ketat.

Dan satu hal lagi. Hari ini mereka sudah harus belajar, buktinya sudah ada guru didepan. Benar-benar hari yang menyebalkan.

****

Velo berjalan seorang diri kekantin. Tapi bukannya ke kantin khusus kelas 10, Velo malah pergi kekantin kelas 11 yang katanya makanannya lebih enak disini. Padahalkan semuanya sama dan juga kantin kelas 11 lebih luas dibandingkan kelas 10.

Velo segera duduk disalah satu bangku yang masih kosong. Benar-benar mencolok, hanya seragamnya lah yang berbeda disini, semuanya mengenakan jas hitam dan juga rok hitam hanya dia yang menggunakan putih-putih.

Velo tak sengaja menangkap sosok Daniel yang ternyata sedang makan dimeja yang tak jauh dari Velo. Velo mengamati Daniel dari tempatnya. Senyumnya mengembang, tatkala melihat seluruh pandangan siswi hanya tertuju padanya, juga Daniel dikelilingi oleh beberapa siswi kecentilan.

Velo menolehkan kepalanya saat penjaga kantin sudah membawakan makanan. Ia tersenyum ramah dan mengucapkan terima kasih lalu mulai menyantap makanannya. Sebelum itu, ia melonggarkan dasinya dan membuka kancing teratas kemejanya lalu mulai mengikat rambut panjangnya sehingga menampilkan leher jenjang dan sexy itu, terlebih lagi saat ini Velo sedang keringatan karena makan.

MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang