09

3.7K 141 0
                                    

"Monyet !" Pekik Velo saat ia tak menemukan Daniel dimanapun. "Kemana sih ?!" Geramnya.

"Mo—." Ucapan Velo terhenti saat pintu penthousenya terbuka dan munculah sosok yang dicari sejak tadi, Daniel. "Dari mana aje lu nyet ?" Sembur Velo.

"Mau tau aja atau mau tau banget nih ?" Ucap Daniel meniru gaya bicara Velo saat gadis itu membolos.

Velo berdecak kesal. "Nyet, beliin kucing dong."

Daniel menaikkan sebelah alisnya. "What ? Gue nggak salah dengarkan ?"

Velo mengangguk. Ia mengikuti Daniel untuk duduk di kitchen island. "Ya ?"

Daniel kembali menatap Velo. Ia sebenarnya ragu, apa Velo memang benar-benar berniat untuk memelihara kucing atau untuk sekedar dijadikan boneka ? "Nggak." Tolaknya.

"Ya ?" Ucap Velo dengan mata yang berbinar.

"Nggak ! Kasihan kucingnya Lon, ntar mati."

Velo memutar bola matanya dan beranjak dari sana menuju kamarnya. Ia menekan nomor asisten pribadi keluarganya. Kalau Daniel tidak bisa, ia bisa melakukannya sendiri.

"Halo." Ucapnya begitu sambungan teleponnya terhubung.

"Halo nona, ada yang bisa saya bantu ?" Sahut orang diseberang telepon.

"Saya mau minta tolong, bisa beliin kucing nggak ? Yang warna pink kalau perlu."

"Err...maaf nona, tapi tidak ada kucing yang warnanya pink."

"Ohh ? Nggak ada ya ?" Tanya Velo pura-pura polos. "Kalau gitu terserah kamu aja deh. Soal bayarannya kamu bisa minta di papa, ok ?"

"Baiklah."

"Kalau begitu saya tutup."

Tut...Tut...Tut...

Velo tersenyum puas. Sejenak, ia berpikir. Kenapa ia ingin merawat kucing ? Biasanya Velo paling malas untuk merawat hewan.

****

"Melon." Panggil Daniel.

Velo mengalihkan perhatiannya dari ponsel. "Apa monyet ?" Sahutnya.

"Mau ikut ke supermarket nggak ?"

Velo beranjak dari kasur, lebih tepatnya kasur Daniel. "Mau ngapain ?" Tanyanya.

"Mau beli bahan makanan lah. Mau ikut nggak ?" Tanya Daniel sekali lagi.

Velo mengangguk. "Ayo."

Daniel memandang penampilan Velo dari atas sampai bawah. "Lo nggak siap-siap dulu gitu ?"

Velo melihat dirinya sendiri. Tidak ada yang salah dari penampilannya saat ini. "Kenapa ? Nggak ada yang salah kok." Ucap Velo bingung.

"Celana lo ganti dulu Napa." Ucap Daniel sambil melirik kearah celana yang saat ini dikenakan oleh Velo. Bagaimana mungkin Daniel bisa membawa seseorang ke tempat umum dengan memakai hotpants ? Yang ada, dirinya bisa malu.

"Yaudah." Ucap Velo mengalah lalu berjalan kearah kamarnya, untuk mengganti celana. Setelah selesai, ia kembali kekemar Daniel.

"Bajunya nggak diganti ?" Tanya Daniel lagi.

Velo memutar bola mata jengah. Daniel banyak protesnya. "Lo kan cuma bilang ganti celana, kagak bilang ganti baju."

MineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang