Nayara's POV
Pagi menyapa, aku pun sudah siap dengan pakaian musim dingin ku. Aku bangun lebih pagi, karena sekarang adalah hari pertama ku latihan dengan Oliver, yang pastinya sekarang adalah hari yang akan membuat diri ku sendiri terkejut, dan pastinya akan sangat melelahkan.
Aku melihat keluar jendela, mendapati mate ku sedang bersandar dipohon besar didepan hobbiton Grandpa, ia memejamkan matanya menikmati daun yang berguguran yang sesekali mengenai wajahnya. Sangat damai, dan mulai sekarang aku bisa melihatnya setiap pagi. Menyenangkan.
Aku menggulung rambut ku keatas asal, membiarkan beberapa rambut teruntai kebawah menjadikan nya terlihat alami dan pastinya simple.
Akhirnya aku keluar dan mendekati Oliver yang masih memejamkan mata.
"Masih ngantuk?" tanyaku, karena dia belum juga membuka matanya. Tak bergeming, bibir nya masih mengatup. Bibir, aku seketika bergidik dan seperti ada kelinci meloncat-loncat diperutku. Fokus, sekarang latihan!
"Oliver.." panggil ku sambil menggoyangkan tubuhnya pelan, masih tak bergeming bahkan nafas nya tak terdengar.
Jangan jangan, Oliver..
"Oliver.. Oliver, bangun! Jangan bercanda!" pekik ku, aku semakin panik. Tapi sudut bibirnya tertarik keatas, membuatku refleks memukulnya.
"Khawatir?" godanya , tapi aku hanya mendengus dan menjauh darinya.
"Ayo berangkat, hari mulai siang." cetusku. Dan dibalas dengan suara tawa renyah dari Oliver. Sangat menyebalkan, balas dendam diwaktu yang tidak tepat!
"Bertukarlah.." tanpa basa basi aku menukar wujud ku, dan langsung terbang meninggalkan Oliver. Meski sebenarnya aku tak tahu harus terbang kearah mana.
"Tunggu!" teriaknya. "Dasar tukang ngambek.."
Apa dia bilang? Bukan kah aku yang harus mengatakan seperti itu? Menyebalkan!
***
Tempat luas itu membentang, hanya ada aku dan Oliver. Aku kira, akan ada banyak orang yang ikut berlatih disini.
"Kenapa hanya kita?"
"Yang lain di istana.. Ini hanya pelatihan khusus, takut nya kau belum bisa mengontrol kekuatan mu dan akan menghancurkan istana."
Ha—hancur?
"Oh.. Yasudah, sekarang apa?" tanyaku tak sabar.
"Pertama, kita harus tahu elemen apa yang kau miliki.." terang Oliver, kening ku bertaut.
"Elemen?"
"Ya.. Maksudnya, kau peri seperti apa.. Apa yang kau kuasai.. Seperti tumbuhan,air,angin, atau.. Yaa sejenis itu lah.."
Aku memekik senang, apa aku akan bisa memiliki kekuatan? Menakjubkan!
"Caranya?" tanyaku senang.
"Marilah, mendekat.."
Aku menurutinya, mendekati Oliver. Lalu, ada lingkaran yang muncul mengelilingi kami. Disana ada beberapa tanda seperti tanda tumbuhan, angin,air dan elemen dasar lain nya.
"Tutup saja mata mu, rasakan.. Dan elemen yang ada pada dirimu akan menjadi magnet untuk elemen yang ada disini.. Paham?"
Aku mengangguk dan langsung memejamkan mataku, mencoba untuk fokus menyatukan elemen yang ada ditubuhku dan yang disekelilingku, meski aku juga tak tahu elemen apa yang aku miliki.
"Let's try."
Author POV
Nayara masih memejamkan matanya, dan Oliver setia menemaninya. Satu elemen berhasil mendekati Nayara, dan yang pertama adalah tumbuhan.
KAMU SEDANG MEMBACA
OPHELIX [COMPLETED]
Fantasy[Amazing Cover By : MagicalLantern] [COMPLETED] [END] Menjadi keturunan terakhir sang ras terkuat bukanlah hal yang mudah! Bayangkan saja , kehidupan normal mu berubah dalam satu malam. Hanya karena suara yang berkata "Kau yang terkuat! Pulanglah! K...
![OPHELIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/125413182-64-k651082.jpg)