08 ◾ Merman

3.5K 312 1
                                        

"Aku harus mendapatkan nya!" tegas seorang lelaki, sudut bibir nya menyunggingkan senyum sarkas saat melihat target nya yang sama sekali tidak menyadari dirinya berada di dalam ombak yang ia buat sendiri.

"Aku bisaa!!" teriak nya, dengan senyum yang merekah diwajahnya, membuat si lelaki itu semakin tersenyum sarkas. Ia lalu mengeluarkan senjata berbentuk trisula nya dan siap melesatkan nya pada target yang sudah ia cari dan tunggu selama beratus bahkan beribu-ribu tahun!

Lelaki itu sudah mengambil ancang-ancang, dan detik berikutnya ia berhasil melesatkan senjata berbentuk trisula itu. Dan kini, ia hanya menunggu senjata nya mengenai si terget yang sekarang masih bertahan dengan senyum yang masih mengembang.

"Ara menyingkirlah!"

Teriakan itu, membuatnya memicingkan mata. Dia lupa, bahwa target nya tidak sendiri. Sial! Bagaimana bisa dia tidak teliti.

Creb! Craaat!!

"K—kau! Sialan!" rahang lelaki itu mengeras, tangan nya mengepal membuat ombak yang semula menjadi tempat sembunyi nya kini semakin membesar.

"Oliver!!" panik Nayara, ia menatap Oliver nanar. Darah mengalir dari punggung nya karena melindunginya, dada Nayara terasa sesak apalagi saat melihat sebuah senjata menancap dipunggungnya.

"Pergi, Ara!" perintah Oliver , darah juga keluar dari sudut bibir nya.

"Tidak! Aku tidak bis—"

"Pergi!"

Oliver mencoba bangkit dengan segenap kekuatan yang masih tersisa, bau amis darah menguar dari tubuhnya. Tapi, darah yang keluar rupanya terlalu banyak dan banyak menguras energi nya juga! Oliver tidak bisa berdiri tegak, bahkan kakinya lemas saat ini.

Sial! Umpat nya dalam hati.

Hati Nayara masih bergemuruh, antara kesal dan khawatir. Pandangan nya beralih pada air yang kini sudah menjunjung tinggi dihadapan nya, dengan seorang lelaki setengah ikan yang berada disana sedang menatap tak kalah marah dari Nayara.

Amarah Nayara memuncak, iris matanya berubah warna menjadi merah menyala giginya menggertak, bahkan sayap nya berganti menjadi sayap dengan bulu, bukan lagi selaput!

Angin dari kepakan sayap Nayara berhembus kuat menerpa segala hal yang ada didekatnya. Tapi sepertinya, lelaki di hadapan nya kini tidak terganggu sama sekali, ia malah menyeringai, menantang Nayara untuk terus bertindak lebih jauh.

Dengan cepat Nayara, menghentakan air didepan nya dengan tangan nya dan berhasil menghantam si 'Merman' dengan kuat. Tapi percuma, tak berpengaruh apapun.

"Bodoh! Kau menyerangku dengan air? Apa kau lupa aku ini makhluk apa?!" senyum sinis kembali menghiasi wajah itu, sangat menjijikan!

Nayara mendecih pelan, "Kau yang bodoh!"

Otak Nayara berjalan dua kali lebih cepat dari biasanya, serangan pertamanya hanya sebagai pengecoh untuk serangan kedua. Tak lama, aliran listrik menjalas melalui air dan berhasil mengenai Merman itu.

"See?" ucap Nayara sarkas.

"Argh!" Merman itu meringis, merasakan aliran listrik yang menjalar ketubuhnya, sial! Ternyata gadis didepan nya tak bisa di anggap remeh sekarang, ia kira akal nya tak sepintar itu untuk mengecoh nya dengan serangan pertama.

Nayara kembali meluncurkan serangan, kali ini lahar berbentuk bola muncul diatas telapak tangan nya saat Nayara memikirkan nya.

"Wow!"

Tunggu! Bukan saat nya untuk kagum!

Dengan cepat, Nayara meluncurkan serangam nya. Beberapa masih bisa di tangkis.

OPHELIX [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang