Keadaan di Istana sedikit menegangkan, semua orang hilir mudik kesana kemari. Pertama, karena Oliver yang membawa Nayara dalam keadaan tidak sadarkan diri, lalu setelah itu ada keadaan yang lebih buruk, yaitu Distrik Musim Gugur diserang oleh bangsa Orc. Dan itu membuat Istana dalam keadaan sangat sibuk, terutama Oliver yang sekarang sudah siap dengan baju zirah nya, sayap nya sudah membentang luas.
"Oliver apa kau sudah siap?" tanya Ethan bawahan nya.
Oliver yang sedang berada di kamar Nayara hanya menghela nafas berat, "Sebentar lagi, aku menyusul."
Etha mengangguk, dan menutup kbali pintu kamar Nayara. Meninggalkan Oliver yang sedang butuh waktu untuk berdua.
"Ara, aku pergi.. Kau segera sadar. Jangan buat aku semakin khawatir.." Oliver melakukan monolog, karena Nayara yang belum juga sadar. Oliver mengecup kening Nayara lembut sebelum meninggalkan kamar nya. Sekali lagi, Oliver menatap dalam Nayara. Sebenarnya hatinya sedikit tidak tenang meninggalkan nya dalam keadaan seperti ini. Tapi, apa boleh buat.. Diluar sana, orang lain membutuhkan nya juga.
Dengan berat hati, Oliver menutup pintu kamar rapat. Dan pergi dari sana, untuk terjun ke medan pertempuran kecil.
"Ayo, berangkat." tegas Oliver memimpin barisan, semua bawahan nya mengangguk dan siap dengan posisi nya masing-masing.
***
Kacau, keadaan di Distrik Musim Gugur sudah porak poranda. Banyak pepohonan yang mati karena racun bangsa Orc yang tidak bersahabat dengan tumbuhan.
"Sial!" dengus Oliver. Ia sudah melihat barisan para Orc yang mulai berhenti meracuni semua tanaman yang ada disana karena melihat salah satu terkuat sudah memunculkan dirinya.
Oliver bersiap dengan busur panah nya, busur panah dengan api berwarna ungu diujung nya. Api yang bisa memusnahkan bangsa apapun yang tak bisa bersahabat dengan alam, contohnya bangsa Orc.
"Tim pemanah, bersiap." Ucap Oliver memberi aba-aba, semua orang di belakang nya mengikuti perintah, dan sudah bersiap dengan busur oanah nya masing masing.
Tak kalah, bangsa Orc pun sudah bersiap dengan senjata yang cukup aneh, dengan ujung racun yang bisa membunuh tanaman, maupun bangsa yang memang sangat bersahabat dengan alam.
"Kami tidak akan kalah!" ucap salah seorang dari bangsa Orc yang berada di barisan terdepan.
"Kita lihat saja!"
Oliver memberi aba-aba, ratusan busur panah melesat keudara dan menuju sasaran yaitu musuh. Bangsa Orc pun melakukan hal yang sama, terkadang busur mereka saling bertemu dan membuat ledakan yang cukup besar.
Banyak Bangsa Orc yang sudah tumbang, dan beberapa dari Bangsa Ophelix pun sudah nampak tergeletak dimana-mana, kulit mereka menjadi meng—hitam karena racun bangsa Orc. Lebih parah, bangsa Orc yang tumbang berubah menjadi abu.
"Kau yakin kau akan menang?" tanya si Pemimpin pasukan Orc sarkas.
"Kita lihat saja.."
Mereka sedang beradu ketahanan menggunakan senjata pedang.
"Kau akan mati!"
Pemimpin Orc itu sudah bersiap dengan racun nya yang bisa menghunus Oliver kapan saja, jarak mereka hanya terpisah beberapa jengkal. Oliver masih bertahan dengan senyum sarkas.
"Kau yang akan mati!"
Cratt!!
Bangsa Orc itu ditusuk dari belakang, ia merintih kesakitan sebelum tubuhnya menjadi abu.
KAMU SEDANG MEMBACA
OPHELIX [COMPLETED]
Fantasy[Amazing Cover By : MagicalLantern] [COMPLETED] [END] Menjadi keturunan terakhir sang ras terkuat bukanlah hal yang mudah! Bayangkan saja , kehidupan normal mu berubah dalam satu malam. Hanya karena suara yang berkata "Kau yang terkuat! Pulanglah! K...
![OPHELIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/125413182-64-k651082.jpg)