"Kita harus bertindak sekarang!"
"Tidak! Kita harus memikirkan renacana nya terlebih dulu."
"Mau sampai kapan? Hah? Sampai Ratu kembali tanpa bernyawa? Begitu?"
Oliver tidak bisa menahan emosi nya, bagaimana bisa mereka bersantai, dan masih mengatakan harus memikirkan rencana terlebih dahulu? Itu memakan waktu!
Oliver terus meluap, membuat suasana semakin menegang, para tetua hanya diam dan memalingkan muka, membuat Oliver semakin kesal.
"Aku pergi," Oliver meninggalkan ruang rapat, dan membanting keras pintu ruangan itu, membuat jantung mereka hampir meloncat keluar.
"Sial!"
Oliver menendang batu kecil yang menghalangi jalan nya, sepanjang jalan lelaki itu terus mengumpat, sial, dan sial. Ia lalu mendudukan tubuhnya dibatu besar dibelakang taman Istana.
"Pangeran,"
"Apa?!" sentak Oliver.
Pelayan itu, mengatupkan bibirnya dan mengumpulkan keberanian nya.
"Raja..."
Oliver menoleh, "kenapa?"
"Raja, tidak berada diruangan nya."
"Sial!" umpat Oliver lagi, satu masalah kembali datang. Dengan cepat, Oliver meninggalkan taman dan lamgsung menuju ke ruangan dimana Raja berada.
"Benar-benar pergi," gumam Oliver saat menemui ruangan yang kosong.
"Lalu sekarang apa?" Oliver mendudukan diri frustasi, dan memikirkan bagaimana cara agar ia tidak salah langkah.
"Ara, apa dia sudah bangun?" Oliver melakukan monolog, sepertinya ia sangat butuh Nayara saat ini, orang yang bisa membuat dirinya tenang. Oliver bangkit, dan berjalan menuju kamar Nayara.
Kriiiet...
"Ara apa kau– shit!"
Nayara's POV
Pening, rasa itu seperti menjalari kepalaku. Aku menatap kesegala penjuru ruangan, kosong... Tidak ada siapapun, padahal aku mengharapkan Oliver sedang duduk manis dibibir kasuruku, seperti sebelumnya, tapi nampaknya ia tidak ada.
Aku kembali mengingat kenapa aku bisa pingsan, hal terakhir yang aku ingat itu, sebuah suara yang masuk kedalam kepalaku, selain suara Oliver, yang memberitahukan bahwa mom...
"Tunggu, mom!" tak sadar, aku memekik mengingat bahwa mom sedang menjadi sandra. Aku harus bertindak.
Aku turun dari kasur, dan berjalan hilir mudik, memikirkan cara bagaimana aku bisa ke tempat yang disebutkan suara itu, Erozanian.
Tapi, aku sama sekali tidak tahu apa dan dimana Erozanian itu. Tak lama, mata ku terpaku pada buku tua yang belum selesai ku baca, buku tentang Ophelix, dan jika Erozanian itu adalah sebuah tempat yang masih berada di sekitar negri ini, pasti semua informasi nya ada dalam buku itu.
Aku mulai membuka halaman perhalaman, berharap aku menemukan sesuatu tentang Erozanian. Aku mulai resah, saat semua hanya berisi tentang Ophelix. Tapi, tangan ku tertahan saat tulisan yang sejak tadi aku cari ketemu.
"Gotcha!"
Aku mulai menyimak bacaan itu, keterangan nya hanya sedikit, mungkin hanya satu paragraf.
"Erozanian adalah tempat bagian paling...Negri Ophelix, tempat dimana–"
Aku mengernyit, saat kata terakhir dan kata ditengahnya tidak ada, karena bagian nya tersobek, sial!
KAMU SEDANG MEMBACA
OPHELIX [COMPLETED]
Fantasy[Amazing Cover By : MagicalLantern] [COMPLETED] [END] Menjadi keturunan terakhir sang ras terkuat bukanlah hal yang mudah! Bayangkan saja , kehidupan normal mu berubah dalam satu malam. Hanya karena suara yang berkata "Kau yang terkuat! Pulanglah! K...
![OPHELIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/125413182-64-k651082.jpg)