Kacau, suasana Istana sangat tidak kondusif, bau amis menguar dimana-mana memenuhi udara. Desingan pedang saling bersahutan memasuki telinga dengan sangat tidak menyenangkan. Nafas Nayara juga Oliver tertahan saat melihat keadaan itu, Oliver bertindak cepat dengan segera berganti wujud nya, dan tanpa memakai baju zirah. Sedang Nayara masih mematung ditempat, pikiran nya sangat kacau, ia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, sebenarnya ini apa? Hati Nayara seakan belum siap untuk peperangan, padahal selama ini ia latihan untuk hal seperti ini, untuk menjaga ras nya, mereka membutuhkan nya, tapi sekarang, Nayara masih belum tahu ia harus berbuat apa.
".... Ra."
"Ara!" Oliver mengguncang bahu gadis itu, "Fokus, cukup fokus!" Oliver terus menguatkan Nayara, mata mereka bertemu, dan Nayara bisa melihat keyakinan dalam mata Oliver.
"A-aku akan coba," desis nya.
Dengan cepat, Nayara mengganti wujud nya, sayap selaput keluar dari punggung nya, telinga nya meruncing, Nayara sudah siap dengan busur panah nya.
"Pangeran! Pedang mu!" seseorang melempar pedang pada Oliver yang langsung diterima dengan sigap.
"Ambil yang kanan, berjuanglah! Jaga dirimu," pesan Oliver, ia langsung terbang dan mulai melawan para musuh nya.
Nayara menurut, gadis itu mulai melakukan apa yang diperintahkan Oliver, Nayara memandangi sekejap musuh nya, hampir sama seperti dirinya, hanya saja mereka tidak memiliki sayap, mereka menyeringai saat melihat Nayara menghampiri mereka dan bersiap mengacungkan pedang mereka.
"Darah mu bahkan tercium sangat harum dari sini, putri," ucap mereka, lidah nya menjulur menunjukan mereka sangat haus akan darah Nayara.
Nayara muak, ia menarik anak panah yang ia dapat dari Oliver, dan memakai busur peninggalan Zalora.
Mereka ini siapa? Pikir Nayara.
Mereka kaum Zenith,Ara.
Nayara tertegun saat sebuah suara lain terdengar dalam kepalanya, suara yang sangat ia kenal, Oliver! Apa fikiran mereka terhubung?
Bidik mereka, lakukan lah.
Nayara semakin yakin bahwa itu Oliver, ia langsung menarik busur panah nya bersiap untuk membidik. Bukan nya takut, lawan nya malah semakin menyerahkan diri dengan tawa menjijikan yang masih menghiasi wajah mereka.
"Bidiklah, karena itu akan sia-sia!" ucap salah satu dari mereka, yang Nayara yakin adalah pemimpin pasukan itu, yang lain nya menyusul dengan gelak tawa menghina, dan itu sangat menjijikan bagi Nayara. Gadis itu tersenyum sinis, dan langsung membidikan pada pemimpin pasukan yang sejak tadi banyak mengoceh.
Creb!
Asap mengepul dari tubuhnya, pemimpin pasukan itu terus merintih saat dirinya mulai menjadi abu. Dan yang lain tidak bisa berbuat apa-apa, mereka hanya melihat dengan tatapan tidak percaya, dan menatap Nayara secara bergantian.
"Siapa yang akan tertawa sekarang?!" ucap Nayara dengan nada datar, namun menyeramkan.
"Kau!" teriak mereka tak terima, lalu pasukan itu mulai maju dan mengacungkan senjatanya, dengan cepat, Nayara menarik tiga anak panah sekaligus, dan menyerang mereka satu persatu, asap terus mengepul di sekeliling Nayafa karena berhasil membunuh puluhan Zenith yang menyerangnya.
Bagus,kau berhasil. Lawan kita tinggal sedikit.
Nayara tersenyum saat mendengar lagi suara itu.
Disisi lain...
"Kenapa pemimpin mu tidak kesini, hah? Apa dia ketakutan?" Oliver berucap sambil terus mengayunkan pedang nya, perasaan nya sedikit lega karena ternyata Nayara bisa mengatasi nya sendiri, tapi sekarang, sang Panglima perang dari Kaum Zenith sedang berada didepan nya, goresan luka ditubuh masing-masing sudah hampir memenuhi tubuh mereka, tapi mereka masih tetap meneruskan pertarungan, bahkan Oliver belum merasa ia terluka.
KAMU SEDANG MEMBACA
OPHELIX [COMPLETED]
Fantasía[Amazing Cover By : MagicalLantern] [COMPLETED] [END] Menjadi keturunan terakhir sang ras terkuat bukanlah hal yang mudah! Bayangkan saja , kehidupan normal mu berubah dalam satu malam. Hanya karena suara yang berkata "Kau yang terkuat! Pulanglah! K...
![OPHELIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/125413182-64-k651082.jpg)