10◾Panahan

3.5K 273 8
                                        

Author's POV

Pagi menyapa, tapi suasana istana masih sunyi. Semua orang masih terlelap, terkecuali para penjaga dan maid yang sudah mengambil tigas nya masing masing. Semua pintu ruangan masih tertutup, orang yang berada didalam nya masih terbuai oleh mimpi.

Dan dua orang yang sudah bersiap di Taman Belakang Istana dengan baju latihan nya, juga wujud mereka yang sudah berubah.

"Ini aneh.." Nayara berujar.

"Kenapa?"

Ia mengerucutkan bibir nya, membuat Oliver gemas. "Disini gak dingin.. Malah cenderung hangat.."

Oliver terkekeh, apa ia lupa menjelaskan nya pada Nayara? Nayara semakin mengerucutkan bibirnya mendapati Oliver yang hanya terkekeh.

"Kenapa ketawa?!"

"Ah, ahaha.. Maaf, aku lupa Tuan Putri.. Negri ini memiliki keistimewaan masing-masing.. Jika di Black Forest mengalami perubahan Musim cepat, di pusat Negri Ophelia ini lain, pergantiam musim berjalan seperti biasa. Dan juga, ada yang memang mempunyai musim nya masing-masing.."

Nayara mengernyit, "Musim nya masing-masing?"

"Ya.. Seperti Distrik Musim Hujan,Gugur,Semi,Dingin.. Mereka tak pernah berganti musim."

"Ohh... Apa ada penjaga nya?"

"Ada, peri-peri kecil..."

Nayara sedikit menegang, dan Oliver sudah menebak setelah ini Nayara pasti akan meledak, dan meminta untuk bisa pergi kesana.

Satu, Mata Nayara semakin berbinar.

Dua, Nayara sudah menggigit bibir nawah nya gemas dan sorotan penuh antusias.

Tiga, mulut nya terbuka dan hampir meledak.

"Aku—"

"Nanti, kita latihan dulu. Lupa?"

Kesal, ekspresi gadia blonde itu berubah. Membuat Oliver ingin terbahak tapi ia hanya menahan tawanya, pasti Nayara sangat marah saat ini.

"Yasudah, latihan!"

Nayara's POV

Sulit! Ah, ini sangat sulit daei dugaan ku. Kukira, ini akan lebih mudah dari mengontrol kekuatan ku. Tapi sial, ini malah sebaliknya. Sejak tadi anak panah ku bahkan tak mengenai sasaran sama sesekali, bahkan beberapa kali Oliver sudah mencibir ku.

"Ayolah, fokus." perintah Oliver, sejak tadi ia sudah bersabar mengajari ku. Bahkan, ia sangat sabar saat aku sangat lama dalam memilih busur panah yang ku inginkan di ruang senjata, dan pilihan ku jatuh pada satu-satu nya busur panah yang terpisah dari teman nya.

"Fokus kan! Bahwa memang kau sudah memilihnya. Yakin kan dirimu, maka ia akan yakin kepadamu."

What? Dia berbicara seolah busur ini hidup!

"Tapi dari tadi meleset terus!"

"Kau tidak yakin pada dirimu, coba sekali lagi. Jangan mengeluh, mate ku tidak selemah itu bukan?"

Lemah? No! I'm not weak!

"Sekarang, aku barengi. Jika aku berhasil mengenai target lima kali berturut-turut, kau tidak bisa pergi kesemua distrik itu, dan berlatih sampai kau mengenai target, dan aku tak ingin mendengar keluhan."

Sebal, sekarang sifat tegas nya semakin terlihat, dari tadi kami memang membuang jauh-jauh dulu hubungan kami yang ber—status 'Mate' itu menjadi guru dan murid. Yang artinya, ia tidak.akan membedakan ku dengan orang yang pernah diajari nya juga.

OPHELIX [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang