Nayara's POV
Ternyata, Dark Forest bukan hanya sekedar nama. Hutan ini benar-benar gelap, pohon pinus yang menjulang tinggi mendominasi tempat ini. Tanah nya hitam, banyak serangga dimana-dimana, aura nya gelap. Seperti hutan ini tak pernah hidup, warna hijau gelap dari daun pinus dan warna coklat mendekati hitam dari batang pinus membuatnya lebih gelap, apalagi karena jarak satu pohon kepohon lain sangat dekat cahaya matahari kesulitan untuk menyeruak masuk.
"Oliver, hutan nya.." ucapku lirih tangan ku menggenggam erat lengan nya seakan tak ingin lepas.
"Tak apa." Oliver melepaskan tangan ku. Lalu ia memejamkan mata, mulutnya bergumam tak jelas.
Dia lagi ngapain sih?!
"Nay.." panggilnya.
"Kenapa?"
"Tutup mata kamu, bayangin .. Hutan ini sangat indah.."
Aku masih diam, tak paham apa yang ia maksud. Untuk apa? Lagipula hutan ini akan tetap gelap, tapi aku mencoba melakukan apa yang ia katakan. Aku memejamkan mataku, membayangkan hutan yang indah, cahaya matahari masuk dengan mudah nya, bunga dimana-mana hewan-hewan seperti rusa,kelinci, burung yang berkicau riang berada disini. Kupu-kupu warna-warni rumput hijau terang pohon pinus yang mistis menambah keindahannya, dan juga.. Aku sangat berharap, ada peri peri kecil disini. Tapi aku berfikir kembali, bukankan aku juga peri? Haha.. Aku mulai bodoh sekarang.
"Luar biasa.." gumam Oliver, aku membuka mata ku perlahan. Dan sungguh! Dalam sekejap nafas ku tercekat atas apa yang kulihat, semua yang kubayangkan tadi menjadi nyata! No! Ini nggak mungkin!
"Mungkin Ara.. Butuh penjelasan atau.. Mau ngoceh dulu?" goda Oliver. Aku hanya mencebikkan bibirku kesal, mood ku seakan turun.
"Penjelasan!" ketusku. Oliver hanya tersenyum, manis sekali. Ganteng nya!!
"Jadi, sebenarnya Dark Forest yang sesungguhnya hanya bisa dilihat oleh beberapa orang, dan itupun tidak mudah. Hutan tadi, hanya untuk orang-orang yang tak tahu apa-apa.. Dan hanya tahu bahwa Dark Forest itu menyeramkan, tapi.. Sebenarnya tidak, hutan gelap tadi hanya untuk penyamaran melindungi hutan yang sesungguhnya. Dan seperti yang kau lihat sekarang, ini memang yang sebenarnya. Dan dengan sempurnanya kau bisa membayangkan nya seperti ini. Kau tahu? Bayangan mu itu, seperti kunci untuk membuka sisi lain hutan ini.."
Oliver menjelaskan panjang lebar, aku hanya mengangguk paham. Jadi, hutan yang kulihat tadi itu hanya penyamaran? Dan Oliver menyuruhku membayangkan ini, agar aku bisa melihat hutan yang sesungguhnya.
"Ayo.. Kita ketempat Grandpa Danola." Oliver menarik tangan ku, sedangkan aku tak henti-henti nya mengagumi hutan ini, sangat beda. Sungguh!
"Tutup mulut mu! Serangga bisa masuk jika kau terus menganga seperti itu." Ucap Oliver, aku kaget tatapan Oliver masih menatap lurus jalan yang ada didepan, tapi ia tahu ekspresi ku. Bahkan tadi, Oliber bisa membaca fikiranku. Sebenarnya dia itu punya kemampuan apa sih?
"Penasaran ya?" Kata Oliver. Aku diam lagi, sebaiknya mending aku tak memikirkan apa-apa. Huh! Menyebalkan. Aku mengalihkan pandangan ku, menatap sekeliling dan mataku menangkap rusa yang sedang memakan rerumputan. Aku menepis tangan Oliver yang menggenggam ku dan berlari kearah rusa itu. Anehnya, ia tak lari ataupun takut dia hanya menatapku.
"Hey.." Lirih ku lembut.
Rusa itu mengeluskan kepalanya saat tanganku mencoba menyentuh nya, rusa ini cantik sekali. Tak lama beberapa kelinci mendekati ku, aku merendahkan tubuhku lalu duduk diatas rerumputan itu. Ada satu kelinci yang naik kepahaku, menggemaskan sekali. Lalu tupai, turun dari pepohonan memegang biji pohon ek ditangan nya. Kupu-kupu, dan hewan lain. Sungguh, ini sangat menyenangkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
OPHELIX [COMPLETED]
Fantasi[Amazing Cover By : MagicalLantern] [COMPLETED] [END] Menjadi keturunan terakhir sang ras terkuat bukanlah hal yang mudah! Bayangkan saja , kehidupan normal mu berubah dalam satu malam. Hanya karena suara yang berkata "Kau yang terkuat! Pulanglah! K...
![OPHELIX [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/125413182-64-k651082.jpg)