Saat Resta dan Nadia ingin menuju ke kantin, tiba tiba Brema memanggil Nadia dari belakang.
"Nadia!" Panggil Brema.
Resta menatap tidak suka kepada Brema.
"Kenapa?" Tanya Nadia,
"Besok Ada rapat. Dan oh iya, Id line lo apa?"
Resta langsung melotot saat mendengar ucapan Brema meminta Id Line nya Nadia, ia segera mengambil handphone Nadia Dan menggantinya dengan handphone miliknya.
Nadia menatap heran Resta,
"Kenapa Res? Balikin handphone aku!!"
Resta segera menggeleng, "kamu pakai handphone aku aja dulu. Handphone kamu biar aku aja Yang pegang"
"Tapi gue kan minta id line lo Nad, bukan dia! " tunjuk brema kepada resta yang sedang memainkan handphone Nadia.
Nadia melirik kearah Resta yang tidak peduli sama sekali dengan ucapan Brema, Nadia menghembuskan nafasnya pelan,
"Udah Ka, biar aja. Id line nya, Davanobkr. "
"Yaudah add back ya Nad. Gue duluan. Bye. "
Nadia menatap Brema dari belakang hingga ia benar benar menghilang.
"Enak banget liatinnya!" Sindir Resta, Nadia menatap Brema tidak suka. "Apaan sih!"
"Kembaliin handphone aku!" Resta menggeleng, "kamu pakai handphone aku aja!"
"Ga mau!"
"Aku ngga menerima penolakan Nadia Ervina..."
"Oke!" Nadia langsung berjalan mendahului Resta, Resta yang melihat sikap gadisnya tersebut hanya tertawa lalu mengikutinya dari belakang.
***
Sesampainya dikantin, Nadia sedari tadi merengek kepada Resta agar handphone nya dikembalikan. Awalnya Resta memang tidak luluh, tapi karena Nadia terus merengek akhirnya handphone nya dikembalikan.
"Kamu mau makan apa Ay?" Tanya Resta,
"Terserah kamu aja," Resta menuju Gerobak nasi goreng.
Nadia langsung membuka chatting nya dengan salah satu temannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat Resta datang, Nadia langsung menutup handphone nya.
Sebenernya hatinya sedang berdetak tidak karuan, ia takut jika nanti malam Resta tau kalau dia akan pergi party.