CHAPTER 2

20.3K 816 40
                                        

"jika belum terbiasa, mau bagaimana?"
Nadia E.A

***

"Nadia, wake up now honey, please?!! "

Fara masih saja membangunkan gadis semata wayangnya yang sedari tadi tidak bangung bangun saja dan hanya menjawab iya iya dan iya, padahal dia sudah dibangunkan sejak 10 menit yang lalu tapi masih saja tidak beranjak dari kasur yang gravitasi nya bisa mengalahkan gravitasi bumi. 

"Bentar Mah, Nadia cape banget. Tadi malam ngebut nonton drakor!" Ucap Nadia masih tidak ingin membuka matanya,

"Mamah kan udah bilang Nad, kalo nonton plastik itu jangan sampai kemalaman. Dibilangin ngeyel mulu sih?!" omel Fara. 

Setelah Fara membuka jendela dikamar gadisnya tersebut, Fara langsung menarik selimut Rose gold yang masih menutupi seluruh badan Nadia.

"Mamahhh mau dibawa kemana selimut Nadiaa??"

Dengan terpaksa Nadia harus beranjak dari mimpi indah nya karena sudah dipaksa untuk bangun. 

"Bangun atuh Nad!!"

"Diruang tamu ada yang tungguin kamu tuh!" Nadia mengerenyitkan dahinya bingung, "siapa?"

Siapa juga yang kurang kerjaan datang pagi pagi begini kerumahnya. 

Dilihat dari jam, sekarang masih pukul 9 pagi.

"Katanya sih pacar kamu!" Nadia yang terkejut langsung terbangun, dan menatap Fara dengan wajah serius. 

"Mama ngga bohong kan?"

Fara mengganguk sekali lagi, Nadia langsung menuju pintu dan pergi menuju ruang tamu tanpa melihat penampilannya kembali,

Saat ia sudah sampai di ruang tamu, ia kaget melihat Resta sudah duduk anteng di sofa sambil memainkan Handphone nya. Ia terlihat rapi dengan pakaian hoodie hitam , celana jeans hitam yang terlihat pas di kaki jenjang nya hingga sepatu yang ia pakai pun berwarna hitam.

"Resta!" Panggilan Nadia membuat pandangan laki-laki itu beralih ke gadis tersebut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Resta!" Panggilan Nadia membuat pandangan laki-laki itu beralih ke gadis tersebut. Tatapanya melembut ketika melihay gadis yang sedark tadi ia tunggu,  akhirnya datang.

Resta tertawa melihat penampilan gadisnya tersebut, walaupun baru bangun tidur dan masih menggunakan baju tidurnya, Nadia tetap terlihat cantik dimata Resta. 

Resta pun menghampiri Nadia yang sudah berdiri di bagian akhir tangga.

Resta melihat ke arah benda berbentuk bulat yang ada di pergelangan tangannya yang sudah bertengger manis, jam merah miliknya, "ck. Ini sudah jam 9. Dan aku sudah tungguin kamu satu jam lebih 20 menit dan ternyata.."

"Ye salah lo sendiri pagi pagi sudah kerumah orang!" Ketus Nadia, membuat Resta menjadi berubah dingin.

Ia menatap tajam kearah Nadia, dirinya entah kenapa sangat tidak menyukai jika Nadia berbicara menggunakan gue-lo ketima bersama dirinya. 

My Possesive BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang