"i love you, but you can't love me?"
-Resta Davano Akbar-
*****
Suasana di mobil masih hening, tidak ada yang berani memulai pembicaraan. Nadia dengan perasaan yang bersalah, sedangkan Resta dengan tatapanya dingin menghadap ke depan tanpa berniat menatap Nadia.
"Resta." Panggil Nadia, entah keberanian dari mana ia memanggil Resta duluan.
"Hmm?" Jawabnya tanpa berniat menengok kearah Nadia.
"I'm sorry!" Ucap Nadia, Resta menghembuskan nafasnya pelan. Ia menepikan mobil,
"Kamu tau Ay, perasaan ku dari tadi ngga enak. Malahan aku udah bilang ke kamu tadi siang, dan kenapa kamu harus bohong gini sih?" Marah, pasti. Tapi Resta berusaha untuk mengontrol emosi nya sebisa mungkin. Karena Resta itu bukan tipikal orang yang bisa menahan emosi.
"Karena aku tau kamu pasti ngga izinin." Cetus Nadia begitu saja, ia menunduk tidak berani untuk menatap kepada Resta
"Nadia, aku ngga izinin kamu pasti ada alasannya. " lirih Resta,
"Ya tapi menurut aku kamu terlalu berlebihan, aku juga ingin have fun bareng teman aku, mau jalan sama teman aku. I think, kamu bukan perhatian melainkan obsesi." Jelas Nadia, semua yang ia pikirkan selama ini, dalam sekejap entah keberanian dari mana ia mengungkapkan semuanya kepada Resta.
"Aku antar kamu pulang"
Misterius, mungkin itu yang menandakan keadaan Resta sekarang. Ia bisa berubah mood dalam sekejap. Sehingga membuat siapa pun yang disamping nya merasa tidak berani untuk berkata sekata pun.
****
Setelah kejadian semalam, Resta seperti menghilang begitu saja tanpa jejak. Tadi pagi, Resta tumben tidak menyapanya dan menjemputnya.
Ia mencoba menanyakan kepada teman teman Resta.
"Emm Akbar." Panggil Nadia kepada Akbar, ia teman se geng Resta.
"Kenapa?" Semua pandangan tertuju pada nya.
"Gue mau tanya, Si Resta kemana. Kok seharian ngga keliatan. " Tanya Nadia,
"Tumben Lo cariin, biasnya juga ngga peduli." Ucap Alex, tanpa memalingkan pandangannya dari handphone miliknya.
"Udah Lex, cewek. Jangan gitu, kecuali dia cowok. Ngga ingat apa kata si Resta! " Tegur Agam.
"Biar dia sadar, ngga cuman cewek yang mau dingertiin cowok juga berhak!" Ucap Alex, nada dingin terdengar jelas ditelinga Nadia. Baru kali ini ia mendengar , Alex berucap dengan nada seperti itu.
"Udah jangan dengerin apa kata Alex, emang dari tadi malam dia ngga ada chat Lo?" Tanya Rafly, Nadia mengganguk pelan.
"Kenapa ngga coba Lo datengin kerumah nya aja?" Usul Dimas,
"Gue ngga berani." Dimas mengerenyitkan dahinya bingung,
"Kenapa ngga berani? Sans aja kali. Bokap sama nyokap nya Resta ngga gigit kok Nad!" Ucap Dimas, ya walaupun sebenarnya. Wajah ayah Resta emang menyeramkan. Tapi, hatinya tidak . Ya 11-12 lah sama anaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Possesive Boyfriend
Teen FictionJust follow what i say babe - Resta #1 manurious
