"kenyataan nya balik sama Lo lagi
Buat gue bahagia. "
Lemuel
****
"Lo bisa ngga sih Res kaga usah gangguin gue mulu ih!" Kesal Nadia.
Resta selalu saja menganggu Nadia dari tadi. Entah menarik rambut Nadia lah, atau menusuk nusuk bahu Nadia menggunakan pensil lah.
Membuat kefokusan Nadia teralihkan dari Pak Imam.
Nadia memandang tajam Resta yang hanya cengengesan dipandang seperti itu oleh Nadia.
"Senyum senyum Mulu!" Tutur Nadia.
"Yakan ngga salah kalo aku senyum sama pacar sendiri?" Ucap Resta dengan wajah polosnya.
Nadia menunjuk wajah Resta dengan pulpen hitam miliknya, "Lo tuh ngga ada kerjaan lain ya selain nge halu Mulu?!" Ucap Nadia sarkastik.
Ia membalikan wajahnya kembali menghadap ke depan.
"Udah Nad, Resta kalo di ladenin Mulu ngga bakalan ada habisnya." Bisik Bella. Sambil melirik sebentar kearah belakang, tempat dimana Resta duduk bersama Rafly.
"Eh Nad-"
"PAK IMAM, RESTA GANGGUIN SAYA MULU!" Lapor Nadia kepada Pak imam.
"Kamu kenapa sih Resta, jangan gangguin Nadia kenapa sih!!!" Kesal Pak Imam.
"Yaallah pak, dia kan calon ibu dari anak anak saya juga. Jadi ga salah dong saya gangguin Nadia." Bela Resta, ia mengatakan seperti itu karena ia merasa bahwa dirinya sama sekali tidak bersalah.
Satu kelas tertawa mendengar perkataan Resta yang kelewatan jujur.
Sedangkan Lemuel, ia tidak tau kenapa perasaan nya terasa sakit saat melihat kedekatan diantara Lia dan Resta. Siapa saja yang melihat nya sudah pasti akan menyangka jika mereka memiliki hubungan yang khusus.
"Resta siapanya Nadia?" Tanya Lemuel kepada teman sebangkunya, Naufal.
"Oh itu, mereka berdua pacaran. Tapi katanya sih, udah putus. Ga tau deh benar atau kaga beritanya." Jawab Naufal.
Pacar, seterlambat itu kah gue? Batin Lemuel.
"Bel istirahat tinggal berapa menit lagi sih, Bar?" Gumam Dimas pada Akbar, yang sedang bermain game di handphone miliknya.
"5 menit lagi kali!" Jawab Akbar, tanpa melihat jam dinding, malahan pandangannya fokus kebenda tipis dihadapannya.
Dimas menelungkup kan kepalanya dimeja, "ah Lo dari tadi bilangnya tinggal 5 menit mulu. Kenyataan nya 1 jam!" Kesal Dimas.
"Ye yaudah tunggu aja kali. Bawel amat Lo, amat aja kaga bawel kek Lo!" Sahut Akbar.
Dan yup ternyata ucapan Akbar benar, tidak lama bel tanda istirahat ke-dua berbunyi. Dimas langsung loncat dari duduknya, dan berjalan menuju pintu keluar.
"Eh kamu mau kemana Dimas?"
Dimas membalikan badannya menghadap kearah pak imam, kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Possesive Boyfriend
Teen FictionJust follow what i say babe - Resta #1 manurious
