CHAPTER 20

9.5K 370 10
                                        

"STOP PACARAN DISINI ANJIRRR!!!"

Teriakan itu membuat semua yang ada dikelas terkejut dan menatap tajam orang tersebut.

Lagi lagi Dimas, terkadang mereka heran mengapa Dimas bisa memiliki suara yang mirip dengan semacam toa di mushola sekolah. Bahkan suaranya bisa jadi mengalahkan suara Bella.

"Lo kenapa sih Dim! Datang datang teriak ngga jelas!" Kesal Bella.

Dimas hanya cengar-cengir tidak jelas didepan pintu, ia berjalan menghampiri meja Nadia dan Resta.

"Lo berdua tuh ya, masih pagi tauuu!! Pacaran Mulu, kasian tuh para para jones ngeliatin kalian. Lo juga Res, kalo mau belikan makanan tuh satu kelas juga dibelikan. Biar tidak ada rasa iri di hati satu sama lain, kek gue sekarang!" Ucap Dimas panjang lebar.

Resta memandang nya dengan wajah datar, Resta bingung kenapa dia bisa memiliki sahabat yang cerewet nya-" ah sudahlah.

"Apa?! Lu liat liat kek gitu ke gue!"

Dimas sengaja ingin membuat kesal seperti sekarang, wajah Resta sudah memerah akibat menahan rasa jengkel nya kepada Dimas.

"Terserah Dim, terserahhh!!" Ucap Resta.

"Lo cewek ya? Ngomong nya terserah itu kan cuman ada di kamus cewek!" Lanjut Dimas dengan menampilkan wajah sok polosnya didepan Resta.

"Astaga, Sabarr ini masih pagi. Sabarr!" Resta mengelus dada nya berusaha sabar menghadapi seseorang yang sengklek nya kelewatan dari batas normal.

Nadia yang melihat wajah Resta sudah memerah ingin tertawa. Tapi dirinya tahan,

"Yang lain mana Dim?" Tanya Nadia.

Karena biasanya mereka selalu berenam. Tapi sekarang, hanya Dimas sendiri.

"Rafly lagi jemput Alisha, Agam di perpustakaan gue males nemenin Agam diperpus, ngga asik. Alex dia lagi tidur di UKS. Sedangkan Akbar, otw sekolah. Nah kalo Resta, kan lagi pacaran sama Lo Nad hahaa.."

Pipi Nadia bersemu merah mendengar perkataan Dimas. Resta yang melihat Nadia tertawa bersama Dimas merasa cemburu.

"Cinta itu buta" ya seperti sekarang yang dialami Resta.

Dengan sahabatnya sendiri saja Resta merasa cemburu, apalagi dengan laki laki lain.

Resta langsung menarik tangan Nadia agar mendekat kearahnya.

Dimas sadar jika Resta sedang cemburu dengan dirinya. Ia hanya tersenyum melihat pemandangan dua orang yang ada didepannya.

"Cemburu an amat sih Lo!"

Sherly berjalan menuju mejanya, tanpa menyapa Nadia, Resta maupun Dimas.

Mereka menatap heran kearah gadis itu. Sherly terlihat murung, entah karena apa. Tidak ada yang mengetahuinya selain dirinya sendiri.

Nadia berniat untuk menanyakan kepada Sherly perihal itu. "Lo kenapa Sher?" Tanya Nadia.

Sherly menggeleng lesu, "ga papa. I'm okay."

My Possesive BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang