Awas typo!
Happy reading...
***
"Tae Oppa~"
Taehyung menoleh, ia mendapatkan seorang gadis tengah berjalan ke arahnya. Gadis itu segera memeluk lengan Taehyung manja.
Taehyung tersenyum lalu mengelus rambutnya, "Kenapa kau kesini? Kau tidak sekolah?" tanyanya.
Gadis itu menggeleng pelan, "Aku sedang libur." jawabnya.
'Di jam sekolah seperti ini? yang benar saja. Dan juga, bagaimana dia bisa masuk ke sini?!' cibir Irene dalam hati.
"Ah ya, kenalkan, Yoon Jihyo, kekasihku." ucap Taehyung saat melihat teman-temannya diam menatap mereka.
"Salam kenal semuanta." ucap Jihyo lalu melambaikan tangan. Yang lain langsung tersenyum pada Jihyo.
Termasuk Irene, gadis itu sedikit memaksa untuk tersenyum. Wendy langsung menatap dan menggenggam tangan Irene seolah mengatakan 'semua akan baik-baik saja, bersabarlah'.
Irene manatap Wendy, ia tersenyum lalu mengangguk. Padahal di dalam hatinya dia keheranan kenapa tidak ada yang bertanya-tanya bagaimana gadis itu bisa masuk dengan bebas di sekolah mereka.
"J-Jung-Jungkook," cicit Seulgi pelan.
Jungkook langsung menatap Seulgi dan menaikkan sebelah alisnya, "Apa?"
"Tanganmu,"
Jungkook segera melepaskan tangannya yang masih menggenggam tangan Seulgi, dan jika dilihat dari belakang Jungkook seperti sedang memeluk gadis itu. Entah mengapa, Seulgi sungguh tak nyaman. Hatinya tak tenang melihat Jimin di sana.
Apakah....
"HA, TIDAK MUNGKIN!!" teriak Seulgi tiba-tiba.
Semua mata tertuju pada gadis itu, menatapnya bingung. Seulgi langsung menyengir.
"Ah, maaf." kata Seulgi.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Yeri mencoba menerawang, matanya menyipit menatap Seulgi.
"Tidak ada! Aku tak memikirkan apapun." jawab Seulgi cepat. Tapi Yeri tetap menatap Seulgi.
"Huh, menyingkirlah." geram Seulgi lalu mendorong kepala Yeri ke samping.
"Tae, mengobrolah di taman, kami ingin mengajari mereka bermain basket." ujar Seokjin memecah rasa canggung yang mulai menguar di sekitar mereka.
Taehyung segera mengangguk dan menarik Jihyo menuju taman sekolah. Terma kasih untuk sekolah kalian yang sangat bebas, para guru juga entah ada di mana.
"Nah, ayo kita mulai." kata Namjoon.
Seulgi memilih mendudukkan dirinya di pinggir lapangan, agak jauh dari Jimin. Pria itu tetap diam dengan tenang di tempatnya.
"Seulgi, Jimin, kalian tidak ikut?" tanya Hoseok.
Seulgi menggeleng, Jimin beranjak dari duduknya lalu menghampiri Jungkook, mengambil bola basket dari tangannya dan mulai men-dribble.
"Kita mulai dari situ." ucap Jungkook lalu menunjuk apa yang Jimin lakukan.
"Siapa duluan? Bolanya hanya ada dua," tanya Joy kemudian.
"Aku dan Yoongi Oppa." sahut Wendy lalu segera mengambil bola basket dari tangan Joy dan merangkul lengan Yoongi.
"Hah, kalian selalu saja.." gerutu Namjoon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us √Seulmin
Hayran KurguSemuanya terjadi begitu saja, tak ada yang pernah menyangka, bahkan untuk memikirkan hal ini saja tidak. Menikah? Di usia semuda ini? Bahkan kau tidak terlalu mengenal orang yang akan kau nikahi Akankah cinta itu tumbuh? Dan merubah semuanya menjadi...
