2.9

3.5K 161 24
                                        

Awas Typo!

Happy Reading!^^

***

08.33PM

Seulgi dan Jimin tengah bersantai di ruang keluarga rumah mereka, seperti biasa Jimin berbaring di sofa dengan paha Seulgi sebagai bantalnya. Hanya ada suara televisi di antara mereka, keduanya memilih diam tanpa bersuara dan fokus menonton.

Tiba-tiba Jimin teringat akan sesuatu, pria itu berdehem pelan, membuat Seulgi menundukkan kepala menatapnya.

"Ada apa?" tanyanya.

"Eum, aku ingin bertanya.." ujar Jimin pelan.

Seulgi mengangkat sebelah alisnya, "apa?"

"Tentang Irene... Kau tau, aku sedikit takut padanya setelah hari itu. Sungguh, dia benar-benar bukan Irene yang ku kenal. Ada apa sebenarnya?" tanya Jimin.

Seulgi menghela nafas lalu mematikan televisi, "Irene, dia itu memiliki Alter ego. Kau tau, semacam kepribadian ganda." ujarnya.

Jimin terlihat agak terkejut lalu mendudukkan dirinya, menatap sang isteri yang langsung melanjutkan ceritanya, "Alter ego?"

Seulgi mengangguk pelan "Dulu, aku dan Irene pernah membaca sebuah artikel tentang cara membuat alter ego. Dah yah, kami mencobanya. Padaku berhasil, alterku terbentuk dengan kepribadian yang kumau, aku juga memiliki satu, namanya Cleo dan dia hanya muncul saat aku ingin, Cleo memiliki kepribadian yang berani dan cerdas." ucapnya.

"Hahh, ini memang tidak masuk akal kalau kuceritakan." timpal Seulgi kemudian.

"Lalu, Irene?"

"Irene itu nama alternya."

"Maksudmu?"

"Nama asli Irene itu Bae Joohyun. Dia membuat alternya dan menamai itu Irene. Irene memiliki kepribadian yang tulus dan sangat menyayangi sahabat-sahabatnya, terutama aku. Tapi sayang, ia akan berubah menjadi kejam jika sedang marah. Dulu, aku pernah dirundung oleh teman-teman sekelasku dan keesokan harinya Irene mengamuk dan mencoba untuk membunuh mereka semua." Seulgi menghela napas sejenak.

"Aku ketakutan waktu itu hingga aku menangis. Irene yang melihat itu langsung berteriak kesakitan dan pingsan, tapi setelah sadar ia lupa semuanya. Sejak saat itu ia dibawa ke pskiater dan didiagnosa memiliki Dissosiative Identity Disorder atau kepribadian ganda." jelas Seulgi lagi, dia tampak sendu sejak mulai bercerita.

Jimin menepuk pelan pundak Seulgi yang matanya sudah berkaca-kaca, gadis itu benar-benar sedih dengan keadaan sahabatnya, "Berarti yang selama ini kita kenal itu alter egonya? Kita mengenalnya dengan nama Irene 'kan?" tanyanya lagi.

"Kami tidak tau kapan Irene akan muncul. Jadi, semua member Velvet memutuskan untuk memanggilnya Irene. Karena saat Irene muncul, ia akan marah jika dipanggil Joohyun. Joohyun tidak tau jika Irene dapat menjadi kejam, ia hanya tau jika Irene adalah sosok manis dan penyayang. Jadi dia tidak pernah khawatir akan alternya. Ia juga tak keberatan untuk mengganti namanya menjadi Bae Irene setelah itu." ujar Seulgi lagi.

"Menarik. Aku tidak pernah melihat langsung kasus seperti ini selama aku hidup." sahut Jimin.

"Yah, saat membuat alter, Joohyun tidak menuruti perintah dalam artikel tersebut untuk menjaga apa yang ia lihat dan dengar. Joohyun malah terus-menerus menonton film thriller dan berkata jika ia akan membunuh semua orang yang menyakiti sahabat-sahabatnya, seperti yang ada di salah satu film tersebut. Jadi walaupun Irene adalah alter dengan kepribadian penyayang, ia juga memiliki sisi jahat karena itu." jawab Seulgi lalu menundukkan kepalanya yang mulai pening.

"Dan itu juga membuat Irene tidak terkendali, ia bisa mengendalikan Joohyun semaunya. Bukan hanya beberapa menit, bahkan bisa sampai beberapa hari. Pada dasarnya, Alter ego tidak berbahaya. Hanya saja pada Irene kasusnya berbeda, alternya berubah menjadi alter yang dominan dari kepribadian aslinya."

"Wow, aku sampai tak tau harus mengatakan apa. Tapi kau terlihat lelah sekali." ujar Jimin lalu menarik Seulgi ke pelukannya.

"Jimin..."

"Ssttt...sudahlah.."

"Ehm, bagaimana kalau kita pergi ke minimarket dan membeli banyak Pringles?" tambah Jimin.

Mendengar itu Seulgi langsung mengangkat kepalanya, "Kau serius?" tanyanya.

Jimin mengangguk lalu tersenyum, "Untukmu, mana mungkin aku tidak serius?"

"Dasar." sergah Seulgi lalu terkekeh seraya menepuk dada suaminya.

"Atau kita buat anak saja?"

'Sialan kau Park Jimin!'

***

"Tae..."

Kim Taehyung langsung menolehkan kepalanya, menatap sang pacar lalu mendeham pelan, "Hmm?"

"Apa Seulgi baik-baik saja?" tanyanya parau.

"Kenapa? Tentu saja, ada Jimin." jawab Taehyung.

"Tidak tau, tapi perasaanku tidak enak." sahut Irene.

Taehyung menatap pacarnya, lalu tersenyum kecil, "Tenang saja. Park Jimin akan menjaganya."

"Aku tidak percaya padanya. Oh ayolah, dia bahkan percaya begitu saja pada jalang macam Jung Yerin." sergah Irene lalu balik menatap Taehyung.

"Ah perasaanku aneh,"

"Aku mengenalnya sejak lama, Sayang. Sudahlah sebaiknya kamu tidur saja sekarang agar bisa cepay pulang." ujar Taehyung lalu menarik selimut sampai ke dada Irene yang masih terbaring di rumah sakit.

"Ya, ya terserahlah."

***

"Oppa! Ah kau ini selalu membuat masalah saja. Dasar bodoh,"

Chanyeol menatap sang adik dalam diam, matanya setengah terbuka, dia masih mabuk.

"Apa? Jangan menatapku seperti itu."

"Seulgi..." racau Chanyeol.

"Jangan mulai, aku tak tau Seulgi Seulgi itu. Sebaiknya kau pergi ke kamar dan tidur. Tidakkah Oppa mengerti jika adikmu ini baru saja kembali ke Korea dan sangat-sangat lelah? Merepotkan saja." kesal si adik lalu melempar tas kecilnya ke sofa dan berjalan ke dapur, berniat untuk mengambil segelas air dan menuntaskan dahaganya.

"Jimin,"

Langkahnya terhenti, gadis yang dua tahun lebih muda dari Chanyeol itu berbalik. Menatap kakaknya.

"Park Jimin."

"Ada apa deng-"

"Park Jimin sudah menikah."

"Apa??"

TBC.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 31, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Between Us √SeulminTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang