2)Byuntae/Agresif

12.8K 369 10
                                        

Sorry typo~

Selamat membaca💙




Jina pov

Aku baru saja turun dari bus, sekarang aku sedang berjalan menuju rumah Jimin.

Tok tok tok

Aku mengetuk pintu rumah jimin,

"Annyeong haseyo"-aku membungkukan badanku

"Ah sudah sampai rupanya, masuk masuk"-eomma Jimin

Aku pun masuk kedalam, eomma Jimin datang sambil membawa sarapan.

"Jina-ya tante titip jimin ya, larang jimin keluar rumah hari ini."

"Siap tan, tapi kenapa jimin dilarang keluar rumah?"-tanyaku

"Dia selalu pulang larut beberapa hari ini, tante khawatir dia sakit. Jadi tolong jaga dan larang dia untuk keluar ya."-eomma jimin tersenyum

Aku mengangguk dan tersenyum,

"Ah kau sudah memberitahu ibumu kan untuk menginap disini?"-tanya eomma Jimin

"Sudah tan, eomma juga mengizinkan."

"Baguslah, tante berangkat dulu ya... Salam pada jimin."-eomma Jimin pun pergi

--

Aku membawa sarapan ke kamar jimin, aku yakin bayi berotot itu masih tidur di kamarnya.

Plek...

Aku memasuki kamar Jimin, melihat Jimin masih tertidur dengan pulasnya.
Aku menyimpan sarapan Jimin diatas meja dekat kasur, dan mendekat ke arah kasur Jimin.
Aku naik ke atas kasurnya dan berbaring disamping jimin.

"Oppa~"-panggilku manja

Aku memeluk jimin dan ikut berada dibawah selimut. Menghirup aroma khas Jimin sepuasnya.

"Oppa banguunn~~"

Cup~

Aku mencium pipinya,

"Bangunnn~~"-rengekku dan menggerakkan badannya

Jimim terusik dan menyadari aku yang ada disampingnya

"Jina-ya"-dia memelukku

"Bangun, sarapan dulu"-ucapku

"Sebentar lagi hmm"-dia mengeratkan pelukannya

"Arraseo"-aku tersenyum dan memeluknya lagi

Munafik jika aku tidak ingin memeluk Jimin lagi. Baunya sangat memabukan. Dan lagi dia tidak memakai baju, sekali lagi dia tidak memakai baju.

"Oppa kau tidak kedinginan saat tidur? Kau selalu saja membuka bajumu"

"Tidak, aku suka saat tubuhku bebas dari kain saat tidur."

"Jangan bilang kau tidak memakai celana dalammu lagi."

"Hm aku tidak memakainya"

"Aish jinjja!"-aku memukul pelan punggung polosnya dan berusaha melepas pelukannya

"Jangan banyak bergerak kau ingin membuatku terangsang?"

"Terserah, yang penting sekarang sarapan dulu."-aku terus berusaha melepas pelukannya

Aku terus bergerak hingga tidak sengaja menyenggol adik Jimin dengan kakiku,

"Ahhh..."

"Kau mendesah? Hanya dengan senggolan?"-tanyaku

"Sial! Kau merangsangku Na-ya"-Jimin berbisik halus

"Pantatmu Jim! Lepaskan aku sekarang!"-aku terus bergerak untuk melepaskan pelukan erat Jimin

"Arraseo arraseo"-Jimin melepas pelukannya dan terduduk

"Aish! Aku membuatku susah bernafas pelukanmu terlalu erat!"-marahku

"Mian hmm"- Jimin mencubit pipiku dan tersenyum

"Tutup kaki mu pake selimut! Terus makan!"- ucapku

"Nde nde tuan putri" - Jimin menutupnya

Aku menyerahkan sarapan Jimin ,

"Itu sarapan buatan ibumu, seperti biasa ibumu menitipkanmu padaku. Dan kali ini aku disuruh menginap."-jelasku

"Menginap?? Bukankah itu bagus Na-ya. Kita bisa buat anak lebih cepat!"-ucap Jimin semangat

Tuk!

"Yak kenapa malah memukulku dengan sendok! Appo~"-dia mengusap-usap jidatnya

"Salahmu sendiri! Byuntae!"
Jimin hanya tersenyum mesum menatapku dan mulai menyuapkan makanan kedalam mulutnya.

--

Aku sedang duduk di sofa ruang tengah dan memainkan ponsel. Jimin turun dari kamarnya setelah dia mandi.

"Sayang ayo kita keluar"-ajak jimin

"Tidak bisa, eommamu menyuruhku agar kau tidak keluar rumah hari ini"-jawabku masih fokus ke layar ponsel

"Lalu? Biarlah, eommaku kan tidak tahu jika kita keluar. Asal tidak ada yang memberitahunya"

"Tidak jim, aku harus menuruti pesan ibumu"

Tiba tiba Jimin menangkup wajahku,

"Apa yang kau lihat di ponselmu, sampai kau tidak menatapku sama sekali?"-tanya Jimin

Aku hanya diam menatap mata jimin,

"Baiklah, jika kita tidak boleh keluar. Kita bersenang-senang bagaimana?"

"Bersenang-senang?"-aku menatapnya bingung

"Membuat an.."

"Kita belum menikah jim"-aku memotong ucapannya

"Benar~"-bibir jimin mengerucut dan melepas tangkupan tangannya diwajahku

"Makannya cepat lulus dan nikahi aku agar kau bisa punya anak"-aku mengusap pipinya

"Aku juga belum mapan"-jimin menunduk

"Belum dan akan"-aku menangkup wajah Jimin dan

Chup~

Mengecup bibirnya,

"Aku menunggumu"-ucapku

Chup~

"Sampai kapanpun"-aku memeluknya

Jimin membalas pelukanku,

"Gomawo"-dia mengusap rambutku








TBC💕

Vote dan komennya~

Kecanduan [PJM]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang