Kita adalah doa yang pernah dipeluk semesta, lalu dicoba hapus oleh sesuatu yang menyebabkan luka.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Wonho POV
"Ah..."
Benar-benar menyebalkan.
Kenapa aku harus berada di tempat membosankan ini?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Perpustakaan ; adalah tempat yang ku benci dan ingin ku lenyapkan dari dunia ini.
Lebih baik aku tidur daripada melakukan hal seperti ini.
Tugas membuat puisi sebanyak sepuluh lembar.
Ku lihat beberapa kertas yang ada di atas meja. Dengan mata setengah terpejam karena mengantuk dan penuh keterpaksaan aku mengambil pulpen lalu menulis apa yang ada dipikiran ku saat ini.
Ini semua karena si kunyuk itu, Minhyuk.
Padahal tadi malam seharusnya aku yang memenangkan game itu.
"Aduh, susah sekali."
Aku tersentak dan berhenti menulis ketika mendengar seseorang berbicara dibelakang ku. Aku menoleh namun tidak ada siapapun. Aku kembali menulis dan suara itu kembali terdengar.
"Sedikit lagi. Sedikit...."
Aku penasaran dengan suara itu. Terdengar seperti sedang kesulitan. Aku berjalan di sekitar rak-rak buku dan mencari sumber suara itu. Dan yang kudapatkan adalah seorang gadis yang sedang kesusahan ingin mengambil buku dari rak yang paling tinggi. Melihat tinggi badannya yang tidak seberapa aku pun menghampirinya.
"Butuh bantuan?"
"Tidak. Aku bi-bisa mengambilnya se-sendiri." Ucapnya sambil berusaha mengambil buku itu. Tanpa menoleh sedikitpun ke arah ku.
Aku hanya menggelengkan kepala melihat kelakuannya. Ia berusaha keras padahal badannya yang pendek itu tidak akan bisa membantunya mengambil buku itu kecuali dengan bantuan kursi.
Ku ambil buku yang diingginkan nya dan menyerahkan pada gadis itu.
"Ini."
Seketika ia langsung berbalik dan kami berhadapan dengan jarak yang sangat dekat. Dekat sekali. Bahkan aku dapat merasakan deru napasnya.
"Terimakasih." Katanya pelan.
"Hmm."
Aku menjauh dan berbalik. Namun ia menarik jas sekolah ku.
"Kau lelaki yang waktu itu, kan?" Ia menelisik diriku dari atas sampai bawah.
"Apa yang kau lihat?"
"Ya! Kau yang waktu itu."
"Apa maksud mu?"
"Kau yang menyerobot saat di minimarket dan kau yang melempar kepala ku dengan kaleng minuman!" Sahut gadis mungil itu dengan nada tinggi.