18. Stuck Pt.3

69 10 0
                                        

The best and the most beautiful things in this world cannot be seen or even heard, but must be felt with the heart.

-Helen Keller

~~~~~

Author POV

"Hei, kau mau kemana?"

Minji tersentak dan menghentikan langkah.

Irisnya menatap intens pada seseorang yang kini berjalan menuju kearahnya.

"Toilet. Ada apa?"

"Tidak. Aku mau ke ruang guru. Ah iya, apa kau ingin ditemani ke toilet?"

Minji menggelengkan kepala pelan. "Aku sendiri saja."

"Baiklah. Sampai bertemu besok, Minji." Kim Ji Yeon melambaikan tangan pada Minji. Sedangkan Minji hanya tersenyum dan membalas lambaian tangan temannya itu.

Ia hampir lupa dengan gadis satu itu. Mereka memang tidak berteman dekat maka dari itu Minji tidak terlalu tahu bagaimana kepribadian teman sekelasnya itu. Namun karena Minji dan Jiyeon adalah teman satu piket dihari Rabu dan juga sering satu kelompok dalam mengerjakan tugas membuat mereka menjadi sedikit lebih mengenal. Walaupun Minji lebih akrab dengan Hyunie, Soojin, dan Hyerin.

Setelah selesai melakukan aktivitas kecil sebagaimana yang dilakukan di kamar mandi Minji mencuci tangannya di wastafel. Sejenak ia terdiam memandang cermin yang memperlihatkan kedua bola matanya yang agak bengkak.

"Sialan! Kenapa kemarin aku pakai acara menangis juga?" Gerutu Minji pada dirinya sendiri.

"Mulai dari saat ini aku harus berhenti memikirkannya. I can do it!"

Lalu Minji teringat perkataan Hyunie saat ia mengunjungi rumahnya beberapa hari yang lalu.

"Kau tahu Minji, aku terpaksa memutuskan hubungan dengan sepupumu itu karena Kihyun selalu ada disisiku saat diriku ini sangat membutuhkan seseorang. Mungkin, ini terdengar kejam. Ya. Tapi begitulah kenyataannya. Aku tahu apa yang dirasakan Changkyun setelah itu. Tetapi, aku juga tidak bisa untuk terus bersamanya."

"Mungkin dia bukan yang terbaik untukmu, Hyun."

"Entahlah. Tapi kadang aku bingung dengan perasaan ku saat ini pada Kihyun. Dia sangat menyanyangi ku. Aku takut, Minji."

"Tenanglah, Hyun. Sekarang kau tidak usah mengkhawatirkan apapun. Aku yakin, Kak Kihyun juga sedang berjuang untuk mu."

"Aku benar-benar tidak menyangka kalau Hyunie pernah menjadi kekasih Changkyun. Tapi aku merasa kasihan pada Hyunie. Dia bingung ingin memilih siapa ya walaupun akhirnya sekarang ia bersama Kihyun. Semoga itu pilihan yang terbaik, Hyun."










BUGH


















Minji yang berjalan santai keluar dari toilet tiba-tiba jatuh tersungkur ke lantai karena seseorang mendorongnya.

"Maafkan aku."

"Apa yang kau la-" Minji tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi. Kerongkongannya tercekat ketika mendongakkan kepala melihat siapa yang telah menabraknya.

"Minji."

"Jungkook?"

Baik Minji dan Jungkook sama-sama masih berpandangan hingga teriakan seseorang menyadarkan mereka.

"Ikut aku." Jungkook menarik pergelangan Minji dan membawanya berlari ke suatu tempat. Minji meringis menahan sakit karena lututnya yang perih akibat terjatuh tadi.

Extraordinary Means ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang