40 Years Later

4.3K 469 45
                                        

" Gisellaa!!"

Gadis itu menutup telinganya sekali lagi. Dia benar benar muak sekarang, mencoba mengabaikan tapi tetap saja mereka selalu mengelilinginya, berteriak padanya dan mencoba mengganggunya.

" Aku harus berusaha terlihat senormal mungkin, harus!" Gumamnya kembali menatap bayangannya di depan cermin.

Cantik, dia benar benar cantik. Kecuali bekas luka yang tak kunjung sembuh di pelipis kanannya sebagai kenang kenangan kecelakaan yang menimpanya 7 tahun yang lalu.

" Gisell." Sebuah bayangan lagi lagi muncul di cermin. Dan...

Prank. Dia kembali menghantam cermin itu hingga hancur berkeping keping.

" Jangan ganggu akuuu!!" Teriaknya kesal dengan wajah memerah

Di balik ruangan sana, seorang pria paruh baya memperhatikannya bersama seorang dokter ahli jiwa yang sudah hampir seluruh rambutnya memutih

" Anda yakin dia sudah sembuh? Maksud saya beberapa hari terakhir nona Gisella Klaina memang terlihat normal. Tapi coba anda lihat saat dia ditinggalkan sendirian. Dia masih suka berbicara sendiri." Ujar dokter itu. Pria itu menarik napas panjang
Sorot matanya menatap tajam, entah apa yang dia pikirkan. Tapi walau bagaimanapun, dia harus membawa keponakannya itu dan menandatangani surat bahwa Gisella sudah sehat.

" Aku yang akan mengurusnya nanti. Siapkan saja surat surat pernyataannya." Senyumnya dibuat semanis mungkin

" Baik tuan, anda boleh menemuinya dan meminta nona Gisella mempersiapkan diri." Dokter itupun beranjak meninggalkan pria paruh baya itu melangkah seorang diri memasuki ruangan di mana seorang gadis bernama Gisella harus menghabiskan hidupnya selama 7 tahun terakhir meringkuk di sana.

" Halo Jihan!" Sapanya

" Paman!" Gadis itu berhambur memeluknya

" Aku akan pulang kan? Paman aku tidak gila. Aku tidak gila!" Ujarnya meyakinkan.

" Iya Jihan, persiapkan dirimu. Kita akan pulang." Ujarnya kemudian membuat gadis itu benar benar berbinar bahagia. Dia memeluk pamannya itu erat

Akhirnya, aku bisa bebas dari rumah sakit gila ini

Sejak 7 tahun yang lalu aku menghabiskan hidupku di sini, dianggap gila dan diperlakukan seperti orang gila.

Namaku Gisella Jihan Klaina. Ya, Klaina. Aku putri tunggal pemilik Klaina Group. Ayahku Danial Klaina dan Ibuku Naina Klaina mengalami kecelakaan mobil saat kami berencana liburan 7 tahun yang lalu. Mobil yang kami tumpangi mengalami rem blong lalu menabrak pembatas jalan dan jatuh ke dalam sungai. Saat tim penyelamat datang, hanya aku yang bisa mereka selamatkan. Tapi sebagai gantinya...
Entah sejak kapan aku bisa melihat mereka yang sudah tiada.

Hal itu bermula dari saat pertama aku bangun dari kritis yang membuatku koma selama 1 bulan lamanya. Aku melihat kedua orang tuaku di sisiku, membelai rambutku lalu mengecup keningku pelan. Anehnya aku tidak merasakan apapun dari kulit mereka selain rasa dingin yang pekat.

Hari hari setelahnya, mereka mulai menganggapku gila. Seluruh keluargaku mengucilkanku ke RSJ ini. Kecuali paman Steve yang saat ini berdiri di hadapanku.

Lalu hari ini... aku akan benar benar bebas

***


40 years ago ( 40 tahun sebelumnya )

Brak.

SOUL horror 3 ( Stay ALONE )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang