Misteri Kematian Andra : Takdir

2.7K 380 47
                                        

Manusia yang menanggung 2 kehidupan dari takdir yang sama akan merusak garis peredaran waktu.
Karna dia tidak hanya menanggung takdir dari 1 masa, tapi dari masa yang lainnya.

--------------------

Gisella mematung menatap wajahnya di cermin, bola mata cantiknya memerah tak berhenti meneteskan air mata dengan tangan yang gemetar memegang pena berwarna merah

" Gak mungkin." Ucapnya getir

" Ini gak mungkin!!" Teriaknya kuat
Dan...

Prank!

Gadis itu terduduk di lantai setelah melempar cermin di depanya dengan botol body lotion lalu menangis sekuat tenaga. Ia mengacak rambut panjangnya frustasi, kenangan buruk perlakuan Joe malam itu seakan kembali terngiang. Tak peduli dress yang dia kenakan basah oleh genangan air kamar mandi yang dibiarkan terus mengalir

Yang ada di hatimu, Andra. Atau ayah dari kehidupan yang ada di sana

Ucapan Rachel seakan bisa dia mengerti sekarang.

" Aku gak mungkin hamil, gak mungkin." Isaknya sedih.

Kali ini, Gisella benar benar merasa tertekan. Bagaikan jatuh dan tertiban tangga, coretan kalender di dinding menandakan bahwa dia benar benar sudah telat datang haid hampir  sebulan ini. Itu artinya... perbuatan Joe waktu itu bisa jadi menjadi aib seumur hidupnya.

2 jam lamanya gadis itu meringkuk di sana, jari jarinya mulai mengerut karna dingin dan bibirnya membiru, dia merasa benar benar sendirian dan hancur sekarang. Hingga jauh dalam kalutnya...

Ting Tong

Bel apartementnya berbunyi?

" Andra?" Ucapnya langsung berdiri berlari ke arah pintu dengan penampilan acak dan basah kuyup.

Di saat seperti ini dia benar benar butuh sosok pria yang dicintainya itu. Gisella juga harus meminta maaf atas kejadian siang tadi. Tapi.. saat pintu itu terbuka...

" Kau!" Ucapnya justru tercekat

" Gigi!"

Wajah Gisella berubah masam melihat siapa yang sekarang berdiri di depan rumahnya

Dia akan meninggal dalam waktu dekat

Apakah ini jawaban takdir?

" Mau apa kau ke mari?" Bagai tersambar petir, air mata Gisella tanpa sadar meluncur melihat sosok yang saat ini berdiri pucat di depannya, tangannya yang memegang knop pintu gemetar. Ingin rasanya ia mengambil pisau dan mengkoyak leher sosok itu jika saja ia tega. Sosok itu, tak lain adalah yang sejak tadi menjadi alasannya menangis. Pemuda brengsek yang telah merusak seluruh hidupnya, Joenathan Steven.

Bagaimana Joenathan bisa tahu alamatnya?

" Pergi!" Gisella berusaha menutup pintu. Tapi, pemuda itu dengan cepat menahan dengan jari jarinya

" Tolong aku!" Ujarnya. Suaranya terdengar gemetar, wajah tampannya yang biasanya penuh kesombongan dan kemunafikan terlihat benar benar pucat malam itu dengan mata memerah

" Pergi saja ke neraka, brengsek!" Tekan Gisella mendorong bahu Joenathan. Sebelum...

Brug

" Astaga!!" Gisella memekik. Bagaimana bisa sebuah dorongan kecil membuat sosok atletis itu tergeletak di lantai tak sadarkan diri.
Gisella semakin panik saat melihat ada darah yang merembes dari belakang kepala dan perutnya. Kaos putih yang ia kenakan di balik jaketnya terlihat berubah warna menjadi merah.

SOUL horror 3 ( Stay ALONE )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang