Tragedi

2.2K 369 38
                                        

" Estel dari mana saja kamu? Kau memintaku mencari Joe tapi apa ini? Beberapa hari ini kamu pulang selarut ini!" Sekali lagi Steve menegur Estel yang baru saja lewat dari pintu dengan senyum mengembang di wajahnya. Wanita sosialita itu sama sekali tak menjawab, hanya melangkah melewati Steve dengan santainya, lalu menaiki anak tangga

" Estel!" Teriak Steve kali ini memegang lengan istrinya itu kuat

" Apa ini? Kamu memintaku mencari Joe dan mencemaskannya karna dia ingin mencari tahu siapa Narendra. Tapi kamu terlihat sama sekali tidak mencemaskan anak kita! Di mana Joe sampai sekarang kita belum tahu tapi kamu justru terlihat setenang ini? Entah di mana Jihan dan sekarang putra kita juga menghilang!" Tekanmya dengan wajah memerah menahan emosi

" Steve ayolah jangan secemas itu. Dia sudah dewasa mungkin dia di club, rumah temannya, santai saja. Dan jihan? Aku tidak perduli di mana dia kau tahu itu kan. Sudahlah... Ada hal penting yang harus aku urus. Aku lelah. Aku mau istirahat!" Jawab Estel santai memegang wajah suaminya hangat. Tapi..

" Apa? Apa yang lebih penting dari putra kita hah? Apa? Narendra??" Marahnya spontan menyebut nama itu.

" Kalau iya memangnya kenapa?" Senyum Estel

" Kalau iya itu artinya kau sudah benar benar gila! Dia sudah meninggal 40 tahun yang lalu. Kita sudah berjanji kan bahwa bayangannya akan menghilang dan kita akan mengarungi kehidupan ini berdua dengan tenang! Bahkan sekarang Joe mulai mencari tahu tentangnya. Dari mana dia tahu nama itu kalau bukan dari dirimu!" Tekan Steve mendorong Estel membentur anak tangga. Wanita yang sudah 30 tahun dinikahinya itu justru tertawa

" Joe? Kau lucu sekali! Kau tahu aku tidak mungkin melupakan dia. Aku menikah denganmu juga karna kau tahu rahasiaku kan. Jadi tolong, sama seperti 40 tahun yang lalu, diam saja dan duduk manis! Bukankah kau sangat mencintaiku sayang." Ujarnya melepas tangan Steve di bahunya lalu mengecup pipi Steve yang hanya bisa menatapnya melangkah meninggalkannya menaiki tangga lalu menghilang di balik pintu kamar.

Tanpa sadar, air mata Steve menetes

" Kau benar, aku yang bodoh karna mencintaimu dulu. Harusnya aku sadar wanita yang aku nikahi hanya mencintai bayangan Narendra saja. Sejak awal harusnya aku sadar. Cleo maafkan aku yang telah menyakiti putrimu dan memanfaatkan hartamu selama ini." Gumamnya sedih

Ya, aku yang bodoh...

Steve menatap foto putranya yang begitu tampan terpajang di dinding.

" Ayah tahu ayah tidak mendidikmu dengan baik, tapi di manapun kau berada semoga jalan membawamu pada takdir yang baik nak." Ucapnya

" Ya.. takdir yang baik."

" Berhentiiii!!!" Teriaknya

Ini ingatan 40 tahun yang lalu

Tragedi

Steve POV

Sama seperti sebelumnya, aku mengikutinya. Dia gadis manis dari sekolah elit yang benar benar cantik, sejak dia mengikuti olimpiade di kampus baruku aku mengagumi kecerdasannya, Estel.
Beruntung, aku bisa sesekali mengajaknya makan atau beralasan mengajak dia mengikuti seminar di kampusku. Namun, sayangnya dia telah jatuh cinta.
Sosok Narendra Agustin, ya pemuda sombong yang bahkan tidak menjawab jabatan tanganku saat dia dan OSISnya mengadakan tinjauan ke kampus sebagai kader calon mahasiswa baru tahun depan. Pemuda congkak yang populer karna kaya dan tampangnya saja. Jujur, tak ada pria yang menyukainya bahkan teman temanku sudah menyiapkan rencana untuk menindasnya kalau memang dia menjadi junior kami nanti. Dia baru ingin menjadi calon dan sudah banyak pacar temanku yang melirik dirinya. Anak orang kaya selalu begitu.

SOUL horror 3 ( Stay ALONE )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang