Pagi itu, ia menatap ke arah jendela dapur, dengan sebilah pisau dan beberapa macam buah yang hendak dipotong di depannya. Tatapannya terarah pada sosok yang tampak duduk membaca buku di teras belakang sembari menikmati udara pagi. Ada perasaan hangat di hatinya setiap kali menatap wajah dingin yang tenang itu, perasaan aman dan bahagia. Tapi kenapa... ia merasakan hal yang berbeda saat memikirkan Joe? Andra ada di depan matanya, impiannya, cintanya, tapi kenapa? Saat ia menatap pada dinding dan mendapati foto Joe yang tengah memeluk Estel di sana, hatinya merasakan hal yang berbeda. Dia tidak merasakan aman, tidak merasa bahagia, tidak merasa tenang namun... ada sesuatu yang begitu hangat yang seorang menantang kerinduang untuk datang padanya? Gisella merindukan Joe? Kenapa?
Jauh dalam lamunnya...
" Gisella."
Hangat
Dia tersentak. Seseorang memegang lembut ke dua tangannya lalu menatapnya teduh. Membuat henyak sentaknya seketika terbenam di iris biru pekat itu beberapa detik.
" Joe?" Tanpa sadar bibirnya mengulas senyum. Ya, dia tak menyadarinya.
" Jarimu teriris, berhati hatilah!" Ucap pemuda itu, hampir tampa ekspresi membuat Gisella menatap telunjuknya yang terlihat berdarah
" Ssshhhh." Barulah rasa nyeri itu menjalar.
" Tunggu sebentar!" Sekali lagi dengan suara dingin, Joe beranjak ke arah laci, meraih sesuatu dari dalamnya lalu mengambil jari Gisella ke depan wajahnya. Dan...
Deg
Perasaan apa ini?
---- Apa kau yakin kau tidak perduli padanya? ----( Rachel )
Tes Tes Tes
Tanpa sadar, air mata gadis itu menetes.
Jangan mati... Joe..!
Dengan telaten pemuda itu menghisap darah dari jarinya lalu melilitkan plaster kecil pada luka di jarinya.
" Joe!!" Gisella menahan tangan Joe saat hendak berbalik pergi. Pemuda itu menoleh sinis. Sebelum...
" Gi...
Gisella memeluknya erat, sangat erat.
Seakan ada ribuan kata yang ingin aku ucapkan. Tapi... bibirku kaku
Aku tiba tiba menjadi bisu
Seakan ada jutaan rasa yang ingin meluap. Tapi... tubuhku mati rasa
Aku seakan lumpuh
Itulah... yang aku rasakan saat berada di sisinya.
Ada apa dengan diriku?
Bersamaan dengan itu... Andra menatap ke arah mereka dari arah teras meletakkan buku yang dipegangnya pada tangan kursi. Napasnya seakan berat untuk berhembus, tapi kemudian... ia mengulas senyum tipis dengan mata berkaca kaca
" Apa aku harus merasakan sakit yang melebihi kematian kali ini? Kau benar benar putraku Joenathan, kau sangat egois dan ingin memiliki segalanya." Gumamnya meletakkan tangan di dalam saku, ia kemudian berdiri dan beranjak pergi.
Sementara,
" Aarrkhh." Joenathan tiba tiba mendorong bahu Gisella menjauh, keringat dingin memenuhi keningnya.
" Kau kenapa?" Tanya Gisella mencoba menyentuhnya. Namun....
Deg
Kulitnya...
Bola mata gadis itu membulat.
Rasa kehidupan, kenapa seakan tangannya begitu dingin?
Seperti tangan... kematian.
" Joe are you Okay?" Tanya Gisella berkaca kaca. Ia mencoba menyentuh lengan pemuda itu. Tapi Joenathan justru melangkah mundur
" Menjauhlah dariku!" Pintanya dengan rambut yang basah oleh keringat
KAMU SEDANG MEMBACA
SOUL horror 3 ( Stay ALONE )
ParanormalBau amis itu, mengikuti sejak cahaya menghantam kornea mataku dan menggelapkan pandangan, tubuhku terasa remuk beberapa detik setelah terhantam sesuatu yang tak bisa kupastikan karna terjadi begitu cepat. Seluruh hidupku berubah Dan aku benar benar...
