Sebagian Jiwa

2.6K 356 78
                                        

Andra melangkah pelan memasuki sebuah rumah sederhana. Ia seakan tak percaya, Cleo sahabat sekaligus sepupunya akan bernasip se buruk ini. Bagaimana bisa, harta kekayaan keluarga Andra lenyap dan kini mereka tinggal di perumahan sederhana seperti itu?

" Kau pasti heran ya, kemana semua harta keluargamu lenyap? Tenang saja, daddy tidak menghamburkan hartamu kok. Ayahmu depresi setelah kematianmu yang tiba tiba itu. Dia menjadi pecandu alkohol, merasa bersalah karna tidak peduli padamu selama hidupnya dan membenci semua pekerjaannya, lagipula siapa yang akan dia warisi tanpa dirimu kan, kau anak laki lakinya satu satunya. Dia menjadi kasar, pemukul dan meninggal setelah di vonis gagal ginjal 30 tahun yang lalu. Setelah itu, daddy merawat ibumu. Seluruh hartamu habis untuk membiayai pengobatan ibumu selama puluhan tahun." Tutur Rachel berusaha tersenyum.

" Pengobatan?" Andra meneteskan air matanya sedih menatap potret ayahnya di meja

" Ya, kau akan tahu setelah kau bertemu dengan ibumu. Ayo!" Ajak Rachel memasuki sebuah sebuah ruangan di ikuti Andra.

Dan saat itulah...

Deg

Andra lemas. Ia tidak bisa menahan air matanya. Ingatannya tentang ibunya yang cantik seolah tergambar jelas, seakan baru kemarin dia berteriak meninggalkan ibunya di rumah. Nyonya Sarah yang anggun dan selalu tampil cantik. Tapi kini...

" Andra, ibu baru tiba. Kau tidak bisa meluangkan waktumu sehari saja bersama ibu?" Tanyanya menarik lengan Andra saat ia hendak berangkat ke sekolah pagi itu

" Ibu, aku ada rapat OSIS dan aku ada perencanaan meeting nanti. Tunggulah di sini. Aku pasti pulang kok!"

" Iya tapi makan dulu nak."

" Nanti saja bu, bye!"

Dan saat itulah... hari terakhir Andra bertemu dengan ibunya. Hal yang paling dia sesali. Andai sekali saja, dia berbalik dan mencicipi masakan ibunya saat itu.

Sekarang, di depannya berdiri seorang nenek tua, duduk di atas kursi roda, menatap kosong pada hamparan langit pekat seakan kehilangan jiwanya.

" Nenek kehilangan jiwanya saat mendengar kabar kematianmu.  Dia semakin sakit saat ayahmu menyiksa dan menyalahkannya karna kematianmu. Ayah menghabiskan banyak uang untuk membawanya berobat, nenek tidak pernah bicara apapun setelahnya. Jiwanya tidak ada di sini. Dia...." Belum selesai Rachel melanjutkan kata katanya...

" Andraa?" Tiba tiba suara itu terdengar. Menghentikan ucapan Rachel yang langsung menatapnya heran.

Wanita tua itu berbalik memutar kursi rodanya. Dengan air mata kerinduan yang membuncah turun, dia menatap ke arah Andra

" Imposible!" Ujar Rachel takjub

Aku pernah mendengar tentang kasih sayang seorang ibu.
Tapi... melihatnya secara langsung benar benar luar biasa.
Seorang ibu yang sangat merindukan putranya
Seorang ibu yang kehilangan jiwanya saat putranya pergi
Tidak ada yang lebih besar selain perhatian dan kasih sayangnya
Ibu akan selalu mengenali anaknya...

" Kamu pulang nak?" Tangisnya dengan suara gemetar.

" Ibu mengenaliku?" Andra tak kuasa menyeka air matanya. Ia melangkah cepat ke arah ibunya

" Ibu aku pasti pulang kok!"

" Akhirnya kau pulang nak? Dasar anak nakal! Kau membuat ibu menunggu begitu lama. Apa kau mau membuat ibumu menunggu sampai mati. Sayang... permata hati ibu. Akhirnya kamu pulang nak." Nyonya Sarah menciumi kening Andra, pipinya, dagunya, lalu memeluknya erat dan terisak di sana. Andra bisa merasakan betapa ibunya sangat merindukan dirinya.

SOUL horror 3 ( Stay ALONE )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang