the heart

2K 333 35
                                        

Hatiku meradang
Rasa dan sedihku berada di puncaknya
Takjubku akan cinta lekang tanpa warna
Aku dengan segala kekuranganku
Yang meratap di bawah payung duka asmara
Tanpamu...

" Gisellaaaa!!!!" Teriak sebuah suara tegas mencarinya. Hiruk, dan dia hanya bisa berduka, meringkuk memeluk lututnya di atas lantai dingin atap RS besar itu. Wajah cantiknya memerah, tubuhnya gemetar. Entah yang dia lihat hanya halusinasi atau memang itu dia. Tepat di saat Gisella hampir mengakhiri nyawanya, bahkan hangat dekapannya masih terasa, seolah ia masih bernapas.

Flash back

Jiwa dan hatiku sudah mati... aku hanya punya tubuh yang harus kubunuh
Agar aku... bisa bersamanya lagi.

Gisella pasrah, kematian di depan matanya terlihat begitu indah. Dia jelas tak mau masuk Rumah Sakit Jiwa lagi, tapi tanpa Joenathan... dia bahkan tak bisa mengendalikan pikirannya. Kenapa dia harus hidup?

Dan saat angin segar itu menilang rambut panjangnya, seakan menerbangkan tubuhnya yang siap mati. Tiba tiba...

Hangat...

Gisella merasakan seseorang menarik lengannya kuat. Membawanya ke dalam dekapan hangat yang nyaman. Dia mengenal aroma itu, dia mengenal kehangatan itu, dia mengenal nyamannya pelukan itu. Pelukan yang membuat Gisella langsung menangis sesak seketika. Tangan yang biasanya selalu hangat, raga yang biasanya penuh ambisi, sekarang beku tanpa rasa dan kehidupan.

" Tatap aku Gi!" Pinta suara yang seolah berbaur bersama angin itu

Gisella justru semakin menangis memeluknya, enggan menatap wajah pucatnya yang pasti akan membuat dirinya semakin terluka. Namun...

" Gi..."

Ia memegang dagu Gisella membuatnya menatap iris birunya lekat. Menghapus pelan air mata yang terus menetes di pipi putih cantiknya.

" Apa kau ingin membunuh dia?" Tanya Joenathan meraba perut datar gadis yang dicintainya

" Maafkan aku Joe, aku hanya ingin bersamamu." Tangis Gisella memegang tangan pemuda itu di wajahnya erat.

" Apa saat aku tak di sisimu artinya aku tak ada?"

Gisella terisak

" Apa menghilang artinya tak ada?" Imbuh pemuda itu tenang seperti biasanya. Gisella menggeleng berat. Ia kembali menundukkan wajah tak mampu menatap rasa bersalah dan kehilangan hatinya di mata Joenathan

" A..ku...a..ku...

" Setidaknya ada kebahagiaan yang aku rasakan setelah mati."

Deg

Gisella mengangkat wajahnya heran. Perlahan, Joe mencubit hidung mancungnya

" Bahwa aku tahu kau mencintaiku, andai harus mati berkali kali aku tidak akan menyesal." Imbuhnya

" Boleh aku memelukmu?" Tanya Gisella terisak. Tapi, pemuda itu menggeleng pelan dan justru melangkah menjauh

" Joe...!!!"

" Jika kau terus membiarkan dirimu memeluk masa lalu. Kapan kau akan berani melangkah? Gisella, kehidupan tak akan berhenti hanya karna seseorang meninggalkan dunia ini. Jika kau menganggap aku berarti, tolong jaga pengorbanan yang telah aku berikan. Seperti janjiku, aku mengembalikan Narendra." Senyum pemuda itu tulus

" Enggak! Aku maunya kamu Joe. Pleasee come back. Aku tidak bisa hidup dengan hati yang patah begini. Kasihanilah anak kita. Joeee!!!" Gisella mencoba mengejar bayangannya

SOUL horror 3 ( Stay ALONE )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang