100 votes ritual yak
29 Oktober ( Tertanggal 15 tahun yang lalu )
Namaku Rachela, Rachela Vega.
Sejak kecil, aku dikenal sebagai gadis periang yang sangat manja dengan satu satunya orang tua yang aku tahu, ayah Cleo. Istrinya, kurang begitu menyukaiku, meski berkali kali aku mencoba mengakrabkan diri dengannya, dia tidak pernah menerima keberadaanku.
Untuk menghibur kesepianku, ayah selalu menceritakan tentang sahabatnya, Narendra Agustin. Perlahan, cerita tentangnya tumbuh seperti kisah pangeran dalam dongeng untukku. Saat pertama belajar mencoretkan kuas tinta.. aku melukis wajahnya. Ayah pernah bilang, dia yakin... Narendra ada di suatu tempat, dia masih ada, dia belum meninggal. Mencari cara untuk melihat wujudnya, walaupun dia sudah berbeda. Ayah sangat ingin menemuinya, aku memang tidak pernah melihat ayahku tersenyum seperti saat dia menceritakan tentang Narendra, dia lebih banyak hanyut dalam lamun kesendiriannya. Dan demi ayah, aku mulai berusaha mencari tahu apa penyebab kematian Narendra. Aku berjanji pada diriku, sebelum aku menemukan kebenaran tentangnya, aku tidak akan berhenti, apapun yang terjadi.
---------
1 january, tertanggal 9 tahun yang lalu
Hari ini, untuk pertama kali, aku melihat pahatan wajahnya di gallery seni sekolah. Sudah hampir 1 bulan aku di sini dan aku semakin yakin, salah satu guruku Mr. Qinandiar tidak gila seperti yang murid murid gosipkan. Dia tidak berbicara sendiri, ataupun suka berhalusinasi. Apakah mungkin dia bisa melihat hantu? Apakah itu Narendra Agustin? Jika memang dia, itu artinya... Narendra memang masih ada, dia ada. Aku hanya harus lebih giat mencari tahu tentangnya, meski perlahan lahan jati diriku sendiri mulai menghilang. Aku menjadi gadis introvert, senang menyendiri, dan sering diejek karna tidak pernah berkumpul dengan teman teman sebayaku. Andra, entah apa yang terjadi padaku, apakah perasaan untuk mencari tahu ini berubah seiring waktu? Yang jelas, karnamu aku berubah. Semoga suatu saat kau bisa melihat usahaku.
--------
25 february
Ini tidak mungkin terjadi! Kebenaran yang perlahan terkuak tidak mungkin begini! Apa yang harus aku lakukan?
Aku berada di perpustakaan sekolah saat aku tanpa sadar mendengar semuanya. Pria itu berbicara tentangnya, ini benar benar tidak mungkin. Apa yang terjadi benar benar mengerikan jika ini benar benar sesuai dengan prediksiku.
Aku harus segera pulang dan membawa semua bukti bukti ini menemui ayah. Aku harus menemuinya, hanya penjelasan ayah yang akan menjadi kunci kematiannya. Ya, hanya penjelasan ayah.
Aku harus segera pulang
" Andra?"
Deg
Pemuda itu segera menutup catatan lama yang dibacanya dari kotak berdebu yang barusaja dia ambil dari tempat yang diminta Rachel.
" Kotak itu... dari mana kamu mendapatkannya?" Tanya Nyonya Sarah terlihat kaget menatap kotak yang masih terbuka di hadapan Andra
" Ibu tahu ini milik siapa?" Tanya Andra getir. Perlahan, wanita tua itu mengangguk. Mata tuanya langsung berkaca kaca meraba kulit luarnya yang dipenuhi dengan corak ukiran ukiran indah.
" Ibu yang membelikannya dulu, untuk Rachel." Jawabnya mengenang masa lalu.
" Siapa Rachel ibu?" Tanya Andra dengan wajah yang mulai pucat. Apalagi saat melihat setetes bulir bening meluncur turun dari pipi ibunya.
" Di mana dia?" Tanyanya lagi.
Nyonya Sarah menggenggam tangan Andra hangat lalu membuka kepalannya yang menyimpan sebuah kunci.
" Ikut ibu!" Ajaknya mengawali langkah menuju sebuah ruangan berpintu kayu yang tampak sudah usang dan berdebu. Perlahan, tangan tuanya gemetar memasukkan kunci dan mulai memutarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SOUL horror 3 ( Stay ALONE )
ParanormalBau amis itu, mengikuti sejak cahaya menghantam kornea mataku dan menggelapkan pandangan, tubuhku terasa remuk beberapa detik setelah terhantam sesuatu yang tak bisa kupastikan karna terjadi begitu cepat. Seluruh hidupku berubah Dan aku benar benar...
