Andra tersenyum menatap ke dua tangannya. Meskipun ada rasa sakit teramat sangat yang mulai menekan di dadanya. Ia bahagia, menatap bayangan wajahnya di cermin. Akhirnya, ia bisa menyentuh kulitnya lagi, meskipun itu bukan miliknya.
" Tidak buruk juga, kau hanya harus memperbaiki sedikit penampilanmu agar terlihat sama sepertiku di masa lalu." Gumamnya meraba pipi, hidung dan dagunya. Arkea memang memiliki fisik yang lumayan, dia tinggi, putih, memiliki sepasang mata gelap dengan bulu mata lebat dan hidung yang mancung.
" Apa kau bisa pulang sendiri?" Tanya Gisella setelah meletakkan perban usai membantu bagian UKS menjahit luka di kepala Arkea.
Andra menoleh, ia tersenyum menatap Gisella tanpa memberi jawaban. Hanya menatap
Dia cantik
Jauh lebih cantik saat aku melihatnya dengan ke dua mata hidup ini.
" Arkea?" Gisella mengibas ngibaskan tangannya
" Ah ya?"
" Kau bisa pulang sendiri?" Gisella mengulang pertanyaannya.
Pulang?
Andra terdiam. Ke mana dia harus pulang? Dia bahkan tidak tahu tentang jasad yang dipinjamnya selain nama. Jauh dalam diamnya...
Deg
Keluar dari tubuhku!!
" Aahh." Andra terduduk memegang dadanya. Wajahnya berubah pucat.
" Kau baik baik saja?" Tanya Gisella. Tapi...
Apa ini?
Andra semakin pucat melihat tanda lebam biru yang muncul di lengannya. Rasanya panas dan sakit.
" Arkea?"
" Arkea?"
Berkali kali Gisella memanggil namanya, tapi pemuda itu bergeming. Diam tetap terpaku menatap lengannya.
" Kalau begitu aku pulang dulu ya." Ujar Gisella hendak beranjak. Sebelum...
" Aku akan mengantarmu." Arkea menahan pergelangan tangan Gisella yang mematung sejenak.
" Maaf?"
" Aku akan mengantarmu." Senyum Arkea pucat
" Kau yakin? Maksudku aku bisa pulang sendiri. Tapi dengan kondisimu. Bagaimana bisa kau mengantarku?" Senyum Gisella manis
" Aku bisa, ayo!" Arkea berusaha berdiri menjajari Gisella yang justru terdiam menatapnya.
Perhatiannya, sikapnya, kenapa rasanya... begitu mengingatkan Gisella akan Andra? Tiba tiba saja, bayangan senyum hantu itu terbesit di benaknya. Kata kata darinya malam itu sepertinya sangat melukai Andra hingga dia tidak pernah muncul lagi di depan Gisella.
Apa Andra begitu patah hati?
Apa kata katanya sudah sangat keterlaluan?
" Kau kenapa?" Tanya Arkea menyentuh bahu Gisella. Tapi, gadis itu justru melangkah mundur
" Maaf Arkea sepertinya aku akan pulang sendiri. Aku ingin mencari seseorang sebelum ini." Tolak Gisella pucat.
" Seseorang?" Andra mengernyit.
" Iya, maaf ya. See you next time." Gisella kemudian berlari tanpa menunggu sepatah katapun dari sosok itu.
" See you too." Senyum Andra melepas kepergiannya.
Siapa yang Gisella cari?
***
Beberapa waktu kemudian...
KAMU SEDANG MEMBACA
SOUL horror 3 ( Stay ALONE )
ParanormalBau amis itu, mengikuti sejak cahaya menghantam kornea mataku dan menggelapkan pandangan, tubuhku terasa remuk beberapa detik setelah terhantam sesuatu yang tak bisa kupastikan karna terjadi begitu cepat. Seluruh hidupku berubah Dan aku benar benar...
