Rasa yang datang tanpa alasan
Tidak seharusnya pergi dengan alasan
Karna hal yang dipaksakan suatu saat hanya akan membawa penyesalan
Cinta bukan kartu yang bisa di pilih, tapi rasa yang memilih
" Gisel kamu mau ke mana?" Andra mengikuti gadis itu masuk ke kamarnya. Gisella tampak mengepak barang barangnya sambil sesekali menyeka air mata. Terluka? Tentu, dia merasa dibohongi, dan mungkin sebenarnya dia sangat kecewa. Pria yang menjadi cinta pertamanya ternyata tidak memiliki raga.
" Gisel please dengarkan aku! Aku tidak membohongimu. Aku hanya takut hal ini terjadi. Aku tidak mau sendirian lagi." Pinta Andra lagi. Tapi...
Sekali lagi Gisella tidak mendengarkan. Seolah, Andra tidak ada di sana
Aku tau menjauhinya hanya akan membuatku sakit
Tapi, aku ingin hidup normal
Aku tidak bisa menerima ini. Mencintau hantu? Ini akan menjadi sebuah lelucon
" Gisella! Aku ada di sini kenapa kau tidak melihatku?" Tanya Andra sedih.
Apa dia tidak bisa menerima kondisiku?
" Gisella!" Andra menarik lengan Gisella yang hendak beranjak ke arah pintu. Membuat gadis itu terpaksa menatapnya dengan mata berkaca kaca
" Tolong, jangan menggangguku! Aku tidak mau dianggap gila lagi. Kau tidak tahu rasanya hidup di Rumah Sakit jiwa selama bertahun tahun kan? Kau hantu, kau tidak ada dan sudah kodrat takdirmu untuk sendirian. Terima saja itu! Kau hanya harus menerimanya!" Tekannya membuat pegangan tangan Andra melemah
" Tapi kau menyukaiku kan? Gisella setidaknya tinggallah di sini. Aku takut terjadi apa apa denganmu." Ujar Andra sedih
" Aku tidak mau berurusan dengan hantu!"
" Ya aku memang hantu! Anggap saja aku tidak ada kalau begitu! Anggap saja kau tidak mendengar, melihat atau mengenalku! Aku tidak akan mengganggumu lagi. Tapi jangan ke luar dari sini! Please, aku tidak sempat mengucapkan permintaan terakhir saat aku mati. Tapi anggap saja ini permintaan terakhirku, milikilah semua ini." Andra meneteskan air mata
" Aku tidak bisa berteman dengan hantu Andra! Apa kau tidak mengerti? Jangan menyakitiku lebih dari ini, kau hantu!" Gisella memalingkan wajah saat melihat kesedihan di wajah Andra karna kata katanya.
Sedih...
Aku sedih melihatnya menangis
Tapi aku... ingin terlihat normal
Maafkan aku Andra.
" Please, aku berjanji aku akan bersikap seperti hantu setelah ini." Ujar Andra, lalu perlahan... ia melepaskan pegangannya. Tubuhnya memudar, dan saat itulah Gisella menangis. Sakit? Ya, dia sakit hati.
Melihat Andra pergi rasanya sangat menyakitkan. Gisella benar benar jatuh cinta padanya.
" Baiklah." Ujar Gisella akhirnya pada bayangan Andra yang kemudian tersenyum dan menghilang
Dan hari setelah itu, Andra kembali hidup sendirian.
Dia tidak menyapa Gisella lagi, tidak mengikutinya bahkan tidak menatapnya.
Kau adalah hantu! Kau hanya harus menerima kodratmu!
***
Pagi itu, Andra duduk di bangku yang 40 tahun lalu dia tempati untuk belajar bersama teman temannya. Bangku kelas yang kini sudah berubah menjadi ruang seni.
" Andra, ada surat untukmu!" Senyum sahabatnya saat itu menepuk pundaknya hangat.
Andra tersenyum sinis di bangkunya. Tanpa membaca surat itu, ia berdiri lalu melemparnya ke bak sampah.
" Loh, kok tidak kamu baca?" Tanya pemuda itu mengernyit
" Buat apa? Surat surat seperti ini aku sudah menebak isinya. Hati, perasaan, cinta, itu semua harus kembali ke tempatnya, yaitu sampah." Jawabnya dingin
KAMU SEDANG MEMBACA
SOUL horror 3 ( Stay ALONE )
ParanormalBau amis itu, mengikuti sejak cahaya menghantam kornea mataku dan menggelapkan pandangan, tubuhku terasa remuk beberapa detik setelah terhantam sesuatu yang tak bisa kupastikan karna terjadi begitu cepat. Seluruh hidupku berubah Dan aku benar benar...
