Aku berlutut pada takdir
Pemilik lautan, ombak terberat yang menjadi beban dan air mata
Menjerat kedua tanganku hingga patah sebelum menyentuhnya
" Tuhan berpesan agar tak kehilangan orang yang perduli padamu, agar melupakan segala kesalahannya dan mengingat kesalahan sendiri. Maafkan aku.. Dana." Andra memegang tangan keriput Dana dengan wajah memerah
" Harusnya aku tidak pernah egois dulu. Maafkan aku." Pemuda itu mencium punggung tangan digenggamannya, meneteskan air mata sedih yang memilukan. Membuat sosok koma itu meneteskan air mata.
" Kita akan hidup selamanya bersama kan Andra?" Tanya gadis kecil itu memegang tangannya
" Tentu." Jawab pemuda kecil di sisinya
" Kau tidak akan meninggalkanku kan?" Tanya gadis kecil itu berbinar, sosok Dana di masa lalu.
Andra kecil menggeleng dengan senyum sumringah
" Andra, aku terbiasa denganmu, aku tidak akan tahu caranya hidup kalau kamu pergi, jangan pergi ya?"
" Tidak akan pernah."
Merekapun tertawa bersama
Hanyalah kenangan, ya... hanya kenangan
Kenangan yang mungkin menjadi tamparan, karna takdir tak berpihak pada mereka. Andra yang berubah sikapnya, acuh dan memperlakukan Dana seperti orang asing setelah ia memiliki banyak teman. Andra lupa, Dana tetap hanya memiliki dirinya
Hanya dirinya, yang justru memilih egois. Lalu semuanya hanya menjadi kenangan yang dibalut penyesalan
" Maafkan aku Dana, maafkan aku. Semuanya gara gara diriku. Seandainya aku bisa mengulang waktu... aku tidak akan meninggalkanmu demi apapun." Isak Andra membuat seluruh ruangan di ruangan itu diselimuti haru.
Dana yang tak bisa membuka mata, dengan wajah tuanya yang pasi. Dan Andra yang meratapi kesedihannya. Ini mengingatkan Dr. Ken pada saat pertama dia bertemu Dana dulu. Gadis dengan sayap patah yang terus menangis meratapi kematian kekasihnya. Benar benar takdir yang lucu, sangat terlihat bahwa mereka saling mencintai, tapi... masing masing dari mereka memiliki takdir yang berbeda. Takdir yang tak pernah memiliki ujung temu
Perlahan, sosok itu mendekati Andra, memegang lembut pundaknya.
" Maafkan aku." Ucap Andra sadar, bahwa tangan yang digenggamnya bukanlah miliknya.
Namun...
" Tidak apa apa." Pria tua itu justru tersenyum dan menguatkan genggaman tangan Andra pada Dana
" Dia sudah lama menunggumu, sangat lama. Bersamanya aku mengerti bahwa ada cinta yang abadi, rasa sayang yang benar benar murni. Cinta yang bahkan membuat penderita lupus sepertinya mampu bertahan hidup selama 10 tahun lamanya. Andra, dia membuatku melihat sisi lain bahwa realita terkadang tak sesuai dengan fakta. Dia menunggumu begitu lama. Aa..ku ( sosok itu menyeka air matanya ) melepaskan Dana padamu." Ujarnya sedih
" Ayah...
Arkea hendak melangkah mendekati, enggan mendengarkan kata kata ayahnya. Tapi Ken menahan dengan isyarat tangannya lalu tersenyum dengan anggukan penuh keikhlasan.
" Kau pria yang baik, benar benar baik." Ucap Andra menatap wajah itu lekat
" Tapi kaulah cinta terbaik untuknya. Aku mohon... biarkan penantiannya berakhir." Ucap Ken tulus. Mendengar itu, Andra menatap wajah Dana, seakan itu wajah Dananya yang dulu, Dana yang begitu cantik
Aku tidak akan pergi kemanapun tanpamu Andra - Ucap Dana di masa lalu
Maka, pelan... Andra mendekati telinga gadis tuanya itu lalu mengecup keningnya hangat
KAMU SEDANG MEMBACA
SOUL horror 3 ( Stay ALONE )
خوارقBau amis itu, mengikuti sejak cahaya menghantam kornea mataku dan menggelapkan pandangan, tubuhku terasa remuk beberapa detik setelah terhantam sesuatu yang tak bisa kupastikan karna terjadi begitu cepat. Seluruh hidupku berubah Dan aku benar benar...
