Enam Belas

3.6K 281 15
                                        

AUTHOR POV

Yoona berusaha menghubungi Siwon sambil mondar-mandir di ruang keluarga. Beberapa menghubungi telepon pria itu, pertama kali sibuk dan saat ini tidak bisa dihubungi lagi karena tidak aktif. Ia menghentikan langkah kakinya saat telinganya mendengar sesuatu.

Headline news

Pesawat Etihad dengan nomor penerbangan ETD 305 tujuan Seoul, Korea Selatan mengalami gangguan mesin. Pesawat tersebut jatuh dari ketinggian 20ribu kaki dari atas permukaan laut, bangkai pesawat ditemukan di sekitar danau Plitvice. Dilihat dari kondisi pesawat, diduga pesawat meledak sesaat setelah menghantam ke daratan. Perusahaan airlines tersebut telah menurunkan bantuan untuk mengidentifikasi para penumpang. Sampai saat ini belum diketahui berapa jumlah penumpang yang selamat.

Kaki Yoona mendadak lemas, ia menjatuhkan ponsel di tangannya terjatuh begitu saja. Ia terduduk di lantai dan air matanya jatuh tidak berhenti. Dari berita ini ia bisa menyimpulkan tidak ada yang selamat dari kecelakaan ini. Apalagi kondisi pesawatnya sangat hancur. Ia berpikir, seandainya, seandainya Siwon tidak berada dalam pesawat itu maka pria itu akan selamat. Tapi mengingat Siwon akan kembali ke Seoul karena kondisi Tuan Choi dan juga karena dirinya mengusirnya semalam, tidak mungkin Siwon membatalkan penerbangannya.

"Yoong" Tuan Im menghampiri putrinya "Belum tentu ini penerbangan Siwon, dia bisa saja menggunakan penerbangan lain"

"Aku seharusnya tidak mengusirnya" Yoona masih menangis dalam pelukan Tuan Im.

"Appa akan mencoba telepon Seulong. Mungkin dia masih bersama Siwon" ujar Tuan Im mengambil ponselnya untuk menghubungi putranya. Tapi Seulong sudah muncul duluan.

"Ada apa appa?" tanya Seulong saat melihat Yoona menangis

"Siwon kembali ke Korea dengan pesawat apa?" tanya Tuan Im

"Etihad airlines" Yoona semakin terisak

"Wae?" tanya Seulong, ia tidak mengerti mengapa adiknya menangis. Tuan Im pun memberinya kode untuk melihat TV.

"Ini tidak mungkin appa" ujar Seulong "Yoong, kamu jangan begitu. Bisa saja oppa salah tentang penerbangannya. Oppa akan menghubungi perusahaan airlinesnya untuk memastikan apakah Siwon ada dalam penerbangan itu"

"Aku seharusnya tidak mengusirnya" ujar Yoona lagi,

"Yoong, bisa jadi pria pelit itu tidak menggunakan penerbangan dengan pesawat first class ini" Seulong berusaha menghibur adiknya, hanya saja Yoona terlalu mengenal Siwon. Selama lima tahun menjadi sekretarisnya membuat ia mengetahui sifat Siwon, pria itu tidak akan pernah mengeluh berapa pun yang harus ia keluarkan demi tingkat keselamatannya. Bisa dikatakan pria itu takut mati.

"Aku seharusnya menahan dia disini lebih lama" ia memeluk oppanya dan menangis sejadi-jadinya.

***

Seulong menghubungi perusahaan penerbangan. Choi Siwon terdaftar sebagai salah satu korban dari kecelakaan ini. Seulong menatap adiknya sekilas, Yoona menatapnya penuh harap. Ia tidak sanggup mengatakan hal ini pada Yoona. Tidak ada korban yang selamat dalam kecelakaan ini, bahkan jasad para korban akan sulit dikenali lagi karena ledakan tersebut.

"Bagaimana?" tanya Tuan Im setelah Seulong mengakhiri panggilannya

"Mereka masih dalam proses pencarian" ujarnya berbohong, ia tidak ingin adiknya semakin histeris.

Iphonenya kembali berbunyi dan kali ini dari Kyuhyun.

"Yeoboseo" sapa Seulong

"Hyung, apa Siwon hyung jadi pulang dengan pesawat itu?" tanyanya

"Ne, dia berada dalam daftar penerbangan"

"Sudah ada kabar tentangnya?" pertanyaan itu tidak bisa dijawab Seulong karena Yoona berada di dekatnya.

Ia berjalan menjauh

"Tidak ada korban yang selamat" ia mengatakan hal itu setelah menjauh dari Yoona dan Appanya. Tapi ternyata adiknya itu mengikutinya, ia berdiri tepat dibelakang Seulong, saat pria itu mengatakan tentang hal itu. Seulong berbalik dan ia begitu terkejut melihat Yoona.

"Bawa aku kesana oppa. Aku mohon"

"Yoong, kita tidak akan boleh masuk"

"Aku mohon oppa, biarkan aku melihatnya untuk terakhir kalinya" ia berlutut pada oppanya "Aku akan membawa jasadnya pulang"

Seulong memeluk adiknya, ia sadar Yoona tidak akan pernah bisa melanjutkan hidupnya lagi seandaInya Siwon benar telah menjadi korban kecelakaan ini.

***

Yoona terus menangis dalam perjalanan menuju ke danau Plitvice, Seulong sengaja beberapa kali berputar ke arah yang berlawanan. Ia berharap adiknya menangis hingga kelelahan dan tidur. Mereka tidak mungkin diperbolehkan masuk ke daerah danau lagi. Sepanjang perjalanan ia terus berdoa, semoga saja dari sekian banyak korban ada satu orang yang selamat dan itu Choi Siwon. Jika pria itu meninggal, adiknya juga tidak memiliki semangat hidup lagi.

Ia mengambil ponselnya dan menghubungi Siwon berharap pria itu mengangkat panggilannya. Hanya saja tidak ada keajaiban itu.

"Oppa kenapa tidak sampai-sampai?"

"Yoong, oppa kehilangan arah"

"Oppa" Yoona menangis semakin keras dan Seulong terpaksa menghentikan mobilnya untuk menenangkan adiknya itu "Semalam aku mengusirnya, aku meminta dia untuk tidak muncul lagi di hadapanku"

"Yoong, kamu percaya keajaiban?" Yoona mengangguk

"Sebaiknya kita ke gereja dan berdoa" Yoona kembali mengangguk.

"Oppa, jika Tuhan memberikan kesempatan kepada Siwon oppa untuk hidup. Apakah aku boleh kembali padanya?" tanya Yoona dan Seulong mengangguk.

***

Setelah selesai berdoa, keduanya pulang. yoona duduk di pinggir kolam ikan sambil melamun, ia terus berdoa untuk keselamatan suaminya itu.

"Oppa, aku berharap kamu baik-baik saja. Aku tidak bermaksud begitu saat mengatakan hal buruk padamu. Aku bahkan tidak pernah sedetik pun membencimu, aku mencintaimu oppa, jangan tinggalkan aku lagi" ia menghapus air matanya "Aku tidak akan menangis lagi, aku akan terus menunggumu kembali oppa" ujarnya sambil memegang undangan yang ditinggalkan Siwon itu. Ia terkejut saat melihat namanya dan Siwon yang tertera di undangan itu.





TBC

Once More ChanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang