Felix membelalak. "Itu mah enak di lo nya bangsat!" Pemuda pirang itu melompat ke ranjang untuk memukuli Hyunjin yang kini berguling-guling menghindar sembari tertawa.
"Ciee cemburu ya cie," Hyunjin menangkap kedua tangan Felix kemudian mengulum senyum jahil.
"Apa sih anjir." Felix tertawa, kemudian duduk dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Hyunjin, namun pemuda itu menarik tangannya dan membuat Felix terjatuh di atasnya.
Felix mengaduh dan Hyunjin tertawa makin keras, kemudian memeluk Felix erat. "Lo buat gue aja ya sat."
Felix mengerang sebal, sebelum kemudian memeluk leher Hyunjin. "Iya sebahagia lo aja dah."
.
[Candu]
.
"Yena,"
"Ya? Eh?!" Yena membulatkan matanya saat melihat Hyunjin duduk di atas mejanya dan tersenyum manis. "Hyunjin?" Gadis itu memasang tampang bingungnya. Imut, sebenarnya, namun Hyunjin muak. "Kenapa?"
"Lo..." Hyunjin menggaruk tengkuknya canggung —tentu saja hanya akting. "Mau jadi pacar gue gak?"
"Hah?! Serius?!" Yena memekik keras, membuat Hyunjin meringis. "Iya mau!"
"Bagus," Hyunjin mendekatkan tubuh ke arah gadis itu, sebelum kemudian mengecup pipinya dan tersenyum. "Mulai sekarang kita pacaran,"