7. Dia lagi

1.6K 41 0
                                    

Motor ninja merah Aldi mulai memasuki area sekolah, dan disusul dengan Rian, Rey, dan Aldo. kini mereka menjadi pusat perhatian dari semua siswi disekolah.

Mereka menyusuri koridor untuk menuju ke kelas nya. Koridor belum sepenuhnya sepi, masih ada siswa siswi lain yang sekedar duduk dan bercengkraman.

Kelas Aldi dengan Aldo berbeda, Aldi kelas XI IPA 3 sedangkan Aldo kelas XI IPA 2.

"Gue masuk kelas brother," pamit Aldo kepada Aldi dan teman-temannya.

"Oke...anakan Landak" ucap Rey

Aldi langsung menatap tajam kearah Rey yang sedang cengar cengir.

Kemudian Rian menginjak kaki Rey dengan keras. Rey spontan menjerit kesakitan.

"Apaan sih lo?" tanya Rey kepada Rian dengan meringis kesakitan.

Aldi meninggal kan kedua sahabat nya yang sedang berdebat, Aldi tidak mau mendengar perdebatan sahabat nya yang gak penting ini.

"Ogeb sih lo" ketus Rian kepada Rey.

"Apa salah dan dosa ku sayang?" ucap Rey dengan wajah bingung.

"Tau ah gelap" ketus Rian dan berjalan pergi meninggalkan Rey yang mematung.

"sejak kapan si kunyuk berubah menjadi dingin kayak Aldi" celutuk Rey dengan dirinya sendiri.

***

Mobil sport merah berhenti didepan gerbang SMA Kencana, dan menampak kan sosok wanita cantik, yaitu Andini.

"Kak Arkan, Andini langsung masuk soal nya ini udah siang." jelas Andini dengan berlari kecil memasuki gerbang sekolah.

Arkan hanya tertawa kecil melihat tingkah adik nya, Arkan sangat sayang kepada Andini dan ia juga selalu melindungi Andini.

Andini adalah gadis yang pintar, kutu buku, suka berorganisasi, ia juga gadis yang kaku dengan laki-laki, maka dari itu ia belum pernah pacaran.

Andini juga mantan ketua Osis disekolah yang ada Dibandung.

setelah melihat Andini sudah memasuki gerbang Arkan segera pergi meninggalkan sekolah.

"Kalo sampe gue telat, pokoknya semua ini gara-gara kak Arkan. Kalo aja tadi pagi dia gak gangguin gue, pasti gue gak bakal telat." omel Andini sendiri.

Andini berjalan sangat cepat dan tanpa disadari ia menabrak seseorang didepan nya.

Ddbbruuakk

"Eh, ma...maaf gue gak sengaja" ucap Andini dengan nada bersalah.

Dan saat Andini mendongakkan kepala nya ternyata yang ia tabrak adalah Aldi.

"Elo...!" tunjuk Andini kepada Aldi.

Aldi hanya menatap wajah Andini dengan datar.

"Kenapa?" tanya Aldi singkat dan mengerutkan kening.

"E...nggak papa" ucap Andini sambil menundukkan kepala.

"Gilaa dingin bener nih cowo" gumam Andini,

"Gue denger perkataan lo" ucap Aldi yang tadi mendengar perkataan Andini

Andini hanya diam, ia bingung dengan sikap cowo ini.

"Cantik" ucap Aldi dengan menatap wajah indah Andini.

Andini hanya mengerutkan kening mendengar perkataan Aldi.

"L...lo cowo yang kemarin ajak gue balik bareng kan" tanya Andini sedikit gemetar. Karna ia ingat apa yang kemarin Arina bilang, bahwa ia berurusan dengan the most wanted sekolah ini.

Aldi hanya berdehem untuk mengiyakan pertanyaan Andini.

Andini merasa kesal dengan cowo yang asal ditanya cuma jawab 'hmm' dan mengangguk.

"Gue tanya panjang lebar lo cuma 'hmm' gitu doang" ketus Andini.

Aldi tidak menanggapi pertanyaan Andini, ia langsung meninggal kan Andini yang mematung kesal.

"Emang bener apa kata Arina sama kak Arkan, kalo Aldi itu manusia es" gerutu Andini yang menatap punggung Aldi yang mulai menjauh.

"Kenapa gue harus ketemu dia lagi sih" omel Andini yang berjalan menuju kelas nya.

***
____________________________________

Vote and comment:)

AldiniTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang