"Aldii,," panggil Andini dengan suara lirih.
Aldi pun mengacuhkan panggilan dari gadis nya. Ia menahan emosi yang meluap-meluap saat melihat kekasih nya berpegangan tangan dengan pria yang ia benci.
Aldi menghampiri mereka berdua dengan raut wajah datar dan tangan yang mengepal seperti siap meninju.
"Ini gak seperti apa yang lo pikir Aldi.," ucap Andini sembari mencegah Aldi yang akan meninju Dino.
Aldi masih tetap melontarkan tatapan tajam ke arah Dino. Andini pun segera menarik lengan Aldi.
"Mending lo anterin gue pulang aja ya,," ucap Andini dengan tangan yang masih menggenggam tangan Aldi.
"Gue gak akan biarin lo merebut apa yang jadi milik gue untuk kedua kali nya. Camkan itu!" Ketus Aldi dengan nada meninggi kepada Dino, dan jari telunjuk yang menunjuk arah Dino.
Andini menjadi bingung dengan apa yang Aldi katakan. Tetapai ia tidak terlalu memikirkan ucapan Aldi tadi, yang ia pikirkan adalah bagaimana cara menenangkan Aldi yang sedang marah.
"Udah ya,,, mending sekarang kita cabut." sambung Andini dengan wajah memohon.
Akhirnya Aldi menuruti permintaan gadis nya. Ia dan Andini melangkah pergi meninggalkan ruang UKS dan juga Dino yang masih mematung.
"Arrgh,, sialan!" decik Dino sembari meninju dinding UKS.
Aldi berjalan sangat cepat dengan tangan yang terus menggenggam tangan Andini sangat erat dan dengan tatapan datar.
Andini mulai cemas dengan keadaan Aldi saat ini, ia belum pernah melihat sosok laki-laki sampai semarah ini. Kakak nya aja jarang marah, malah gak pernah marah.
Mereka berdua pun berhenti di area parkiran motor sekolah, dan ternyata disana sudah ada kembaran dan sahabat-sahabat nya Aldi yang berbincang bincang dengan tawa terbahak-bahak.
"Lo kenapa bang.,?" tanya Aldo dengan hati-hati. Karna melihat kondisi abang nya yang tidak beres untuk saat ini.
Rian dan Rey pun hanya saling pandang, mereka pun tidak mengerti apa yang terjadi dengan Aldi.
Andini pun menyuruh mereka semua untuk diam, dan tidak usah bertanya-tanya kepada Aldi. Karna takut nya si Aldi akan semakin marah.
Kembaran dan sahabat nya Aldi pun hanya menurut dengan apa yang Andini sampaikan.
Andini mulai memakai helm yang diberikan Aldi kepada nya dengan cepat.
Aldi mulai menyalakan motor nya dan menarik ulurkan gas motor nya, sehingga menimbulkan bunyi yang menggelegar.
"Naik" ucap Aldi dengan datar.
Andini pun tidak menjawab ajakan Aldi, ia langsung saja menaiki motor Aldi.
Aldi pun menarik gas motor nya dengan sangat cepat, dan menimbulkan Andini memegang perut Aldi dengan sangat erat.
Andini pun tidak berani membuka pembicaraan dengan Aldi. Karna ia takut salah ngomong dan Aldi semakin marah. Tapi,,,ia tidak bisa diam saja melihat lelaki nya salah paham dengan kejadian tadi.
Tidak lama kemudian, Aldi mengurangi kecepatan motor nya. Dan hal ini menjadi kesempatan untuk Andini berbicara tentang kejadian tadi.
"Aldiii, kamu masih marah.,?" tanya Andini dengan suara melembut tetapi sedikit berteriak, agar Aldi mendengar.
Aldi masih tetap terdiam, raut wajah nya masih seperti tadi yaitu datar. Ia mengacuhkan pertanyaan dari Andini.
"Andini rasa ini belum waktu nya buat jelasin semua nya ke Aldi. Karna Aldi pasti masih marah." gumam Andini dengan pelan tanpa didengar oleh Aldi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Aldini
RomanceSebelum nya tidak ada wanita yang bisa menarik perhatian si manusia es ini. Tapi mengapa sejak bertemu dengan siswi baru di sekolah nya, ia merasakan sesuatu yang berbeda dari wanita ini. Yaitu perasaan Cinta dan peduli. Dan karna kehadiran wanita i...