Aldi melajukan motor nya dengan sangat cepat, sampai Andini memegang erat pinggiran jaket yang Aldi pakai.
"Ya Tuhan, Andini belum siap untuk mati sekarang" ucap Andini dengan raut wajah ketakutan,
Aldi bisa melihat wajah Andini dari kaca spion motor nya.
Aldi pun sedikit tersenyum melihat wajah gemas Andini.
"Aldi, Jangan kebut-kebut, gue takut banget" lirih Andini dari belakang.
Aldi hanya diam saja tidak merespon permintaan Andini.
Aldi pun mengurangi kecepatan motor nya, karna ia mendengar permintaan cewe yang ia sayang.
Andini sedikit membuang napas lega, karna Aldi mendengarkan permintaan nya.
"Rumah gue masuk gang itu," tunjuk Andini ke gang masuk rumah nya.
Aldi hanya diam saja, tetapi ia melihat arah tunjuk yang Andini beritahu tadi.
Aldi mulai memasuki komplek perumahan Andini.
"Itu rumah gue" ucap Andini memberitahu sebuah rumah yang cukup besar dengan pagar yang menjulang tinggi berwarna hitam.
Aldi hanya diam, dan ia mengerti dengan apa yang Andini ucapkan.
Andini turun dari motor Aldi dengan tangan yang menyangga diatas bahu Aldi.
"Hmm,,,Al makasih ya lo udah anterin gue balik" ucap Andini yang kesusahan membuka helm yang ia pakai.
tiba-tiba saja Aldi mendekati Andini, Aldi mendekatkan wajah nya ke wajah Andini sehingga hembusan napas Aldi bisa dirasakan oleh Andini. Pandangan mata mereka saling bertemu, dan cukup lama mereka saling menatap.
Andini segera memutuskan kontak mata mereka dengan mengalihkan tatapan ke arah lain.
Dan detakan jantung Andini mulai berdetak dengan sangat cepat seolah ingin copot dari tempat nya.
Andini berusaha mengatur detakan jantung nya seperti semula agar tidak didengar oleh Aldi.
"Kalo lo gak bisa buka helm nya seharus nya ngomong sama gue, biar gue bukain" ucap Aldi dengan membantu melepaskan kancing helm yang dipakai Andini.
Andini hanya diam saja menatap perlakuan manis Aldi kepada diri nya.
"I,,,i,,ya Al" ucap Andini dengan gugup.
"Aduh kenapa gue jadi gugup gini sih," batinnya.
Setelah Aldi melepaskan helm dari kepala Andini, ia menaiki motor nya.
"Gue balik,,," ucap Aldi dan langsung melajukan motor nya dengan kecepatan rata-rata tanpa menunggu jawaban dari lawan bicara nya.
"Hati hati Al" ucap Andini yang sedikit teriak karna Aldi sudah berlalu pergi.
"Kenapa gue jadi deg-deg'an gini kalo dideket Aldi?" tanya Andini kepada diri nya sendiri.
Andini segera membuka gerbang rumah nya dan mulai memasuki halaman rumah. saat ia ingin menutup kembali pintu gerbang, tiba-tiba saja terdengar suara deruman mobil sport merah.
Andini tau kalo ini ulah kakak nya, alhasil yang Andini katakan benar. Seorang pria yang turun dari mobil itu dengan gaya yang sok cool, yaitu Arkan.
"Buru masuk,,,mumpung gue bukain gerbang nih" decak Andini
"Lagi pms apa lo,,? Dari tadi pagi marah marah mulu". Ucap Arkan
"Cepetan!!!" teriak Andini.
Arkan sedikit tergejolak kaget karna teriakan adik nya.
"iya iya" ucap Arkan yang memasuki mobil nya, dan mulai melajukan mobil nya memasuki halaman rumah.
"Untung aja gue sayang sama lo," gerutu Arkan.
***
Aldi mulai memasuki halaman rumah besar dan memarkirkan motor nya ke garasi.
Rumah Aldi bisa dibilang rumah paling besar di antara rumah tetangga nya yang lain, bahkan rumah Andini kalah.
Rumah yang besar seperti gedung, Sekolah ter-elit dan ter-favorite, dan juga Perusahaan yang ada di setiap daerah ataupun kota adalah milik keluarga Alvaro.
Aldi mulai memasuki rumah nya, dan seperti biasa mamah dan papa nya sedang bersantai berduaan di ruang keluarga.
"Adik kamu kemana bang,?" tanya Leni kepada anak pertama nya.
Aldi hanya menggeleng kepala untuk menjawab pertanyaan mamah nya, dan tetap berjalan menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar nya.
Arya dan Leni hanya saling melempar pandangan, mereka sudah terbiasa menghadapi sikap dingin putranya.
"Assalamualikum," ucap Aldo yang menghampiri kedua orang tua nya dengan deretan gigi putih nya.
"Waalaikumsalam" jawab kedua nya berbarengan, dan melempar senyuman kepada putra nya.
Aldo menyalami punggung tangan kedua orang tua nya
"Kok baru pulang dek,,,?" tanya Leni kepada Aldo.
"Iya,,,mah. tadi nungguin si Aldi dulu. eh dia malah balik duluan, udah itu bawa kabur anak orang lagi" ucap Aldo dengan jelas.
Arya dan Leni hanya mengerutkan kening dengan apa yang Aldo katakan.
"Cewe apa cowo dek?" tanya Arya kepada Aldo.
"Emang abang bawa kabur siapa dek,?" sambung Leni.
"Cewe lah pah, siswa baru di sekolah pindahan dari Bandung" jawab Aldo dengan jelas.
"Kok anak kamu berani amat mah bawa kabur anak orang, mana cewe lagi." tanya Arya kepada Leni.
"Emang Aldi bukan anak kamu juga pah," decih Leni
Arya hanya tersenyum melihat kekesalan di wajah Leni.
"Aldo masuk kamar dulu mah pah," ucap Aldo yang mulai berjalan menuju anak tangga.
"Aldi kenapa ya pah?" tanya Leni kepada Arya.
Arya hanya menggelengkan kepala dan tidak menjawab pertanyaan istri nya.
"Dasar,,,gak anak gak bapak sama aja deh" ketus Leni yang mulai kesal dengan sikap Arya.
Arya masih tetap diam saja, dan terfokus pada acara tv yang ia tonton.
"Untung aja Aldo gak ikut-ikutan punya sikap dingin kayak papah. Cukup Aldi aja, mamah bisa stress kalo ngadepin keluarga Alvaro yang dingin ini." ucap Leni yang menggelengkan kepala.
Arya tertawa lepas saat melihat kelakuan istri tercinta nya.
***

KAMU SEDANG MEMBACA
Aldini
RomanceSebelum nya tidak ada wanita yang bisa menarik perhatian si manusia es ini. Tapi mengapa sejak bertemu dengan siswi baru di sekolah nya, ia merasakan sesuatu yang berbeda dari wanita ini. Yaitu perasaan Cinta dan peduli. Dan karna kehadiran wanita i...