Katanya Jodoh itu di tangan Tuhan, tapi kalau umur lo udah di atas 27 tahun Tuhan bakalan lepas tangan. Dan Kaila percaya tak percaya dengan kalimat itu, umurnya tahun depan 27 tahun dan sampai sekarang masih jomlo. Yang lebih menyakitkan lagi adalah mantannya sudah selangkah lebih di depan dari pada dirinya. God, Her ex is engaged.
"Kamu udah berapa lama kenal sama dia?" itu bukan pertanyaan untuk Kaila, tapi untuk pria di sampingnya yang kini justru sedang memijit pelan pangkal hidungnya.
Singkat cerita di siang hari ketika waktu lunch seorang perempuan paruh baya yang digadang-gadang telah melahirkan Boss nya datang ke Kantor mengajak puteranya makan siang. Dan sayangnya si Ibu tidak sendirian, bersama Della si Ibu membuat waktu makan siang Kaila kacau.
"Ini Tante yang Della mau ceritain, dia pacarnya Kak Ori." tunjuk Della, saat Kaila tak sengaja bertemu dengan Della yang menggandeng lengan Tantenya.
Siera menaikan sebelah alisnya saat Kaila justru memasang wajah santai seperti tak terganggu dengan ucapan Della, "Siapa sih, Kai?"
"Tunangannya mantan gue waktu itu," bisik Kaila, dan setelahnya yang terjadi adalah Kaila terjebak dengan acara makan siang anak dan ibu yang cukup awkward.
"Jadi Della cuman nganterin Ibu aja kesini?" tanya Orion, maksudnya mungkin mengalihkan pembicaraan saat Ibu nya justru bertanya soal Kaila.
"Ibu nanya kamu sudah kenal lama sama dia?" Lirikan Ibu Orion membuat Kaila sedikit bergidik, tapi bukan Kaila namanya jika tak mampu membalik ke adaan.
"Tante," ucap Kaila merendahkan suaranya, jika perempuan lain pada umumnya mungkin akan menikmati peran sebagai pacar pura-pura Orion dan memainkan drama dengan lihainya, Kaila justru tidak. "Aku ini bukan pacarnya Pak Orion, kemarin itu kecelakaan yang tidak disengaja. Tapi, Tante jangan bilang-bilang lagi sama Della ya."
Kaila mengedipkan matanya, berharap bisa membuat satu penawaran dengan Ibu Orion. Kalau ia berbohong dengan Ibu Orion bisa panjang kaya Season Tersanjung nantinya.
"Waktu itu saya shock sedikit frustasi, mungkin. Liat mantan saya yang ternyata sudah bertunangan dengan keponakan Tante yang kalau tidak salah bernama Della, sebagai perempuan tentu kita punya harga diri yang tinggi. Dan tidak mau kalah di mata Mantan kita, makanya saya minta anak Tante yang tak lain Boss saya ini pura-pura jadi Pacar saya."
"Jadi kamu sama Orion nggak pacaran?" tanya Ibu Orion yang kini justru menatap tajam puteranya, "Kamu bohongin, Ibu?"
Kepala Kaila tertunduk, dari ujung matanya ia melirik ekspresi wajah Orion. Untungnya Ibu Orion mengajak mereka makan di tempat Highclass yang sepi pengunjung.
"Kamu cuman cari aman biar Ibu nggak nanyain calon pendamping kamu ya? makanya kamu pura-pura udah punya pacar? kamu ini Mas, kalau nggak laku yah bilang, mama kan sudah berbaik hati mau bantu. " pertanyaan Ibu Orion seperti jaksa penuntut yang siap menjebloskan tersangka ke belakang jeruji besi.
Sebenarnya Kaila ingin tertawa, tapi ia tahan ketika Orion melirik tajam ke arahnya.
"Aku minta maaf kalau buat ibu berharap," rasa bersalah jelas terlukis di wajah Orion, jika saja mulut Della tak bocor mungkin Ibu Orion takkan kecewa seperti ini.
"Kamu memang salah sejak awal, sejak kamu menolak Ibu kenalin sama anaknya temen Ibu dari Bandung waktu itu."
Yang Kaila bisa tangkap dari percakapan ini adalah, Ibu Orion adalah Ibu-ibu yang kebelet punya mantu.
"Kamu tuh enggak nurut sih sama Ibu, ya jadi anak itu percaya sama orangtua jangan kerjaannya ngebantah terus nggak mau yang ini ngga mau yang itu...," Ibu Orion terus berceloteh tanpa rasa canggung, Ibu-ibu memang begitu kalau sudah marah tak kenal tempat. Jangankan di restoran berkelas, di jalan tol juga jadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
TIRAMISU
ChickLitUmur kamu berapa? Sudah punya pacar? Kapan nikah? Temen kamu udah punya anak lho, nggak ada niat nyusul? Kerja terus kapan ke pelaminannya? Kaila merasa pertanyaan seperti itu lebih mengerikan dibanding nonton film horror sekalipun, semua orang terl...
