Benar kata orang
Benci itu bakal berubah menjadi Cinta
Apakah aku mulai merasakan itu pada mu?
Aku harap tidak
-JinggaBrovi
Allahuakbar allahuakbarrr
Azan sudah terdengar berkumandang di berbagai mesjid, matahari sudah menampakkan warna Jingga di ujung Barat nya. Ada dua insan yang masih berada di dalam mobil dikarenakan macet di hari ini, Jingga sangat gelisah karena sudah magrib ia belum menginjakkan kaki di rumah nya, apakah Bunda dan Ayah nya akan marah, Gerry? 'Ya telfonbang Gerry' guman Jingga. Jingga mengeluarkan ponselnya dari tas lalu search nomor Gerry.
Ting ting ting Ting Ting
Belum Jingga menelepon Gerry, Bunda Jingga sudah terlebih dahulu menelepon nya, Jingga menekan tombol yang berwarna hijau.
"Waalaikumsalam Bun". Jingga menjawab salam dari bunda nya di seberang sana, melirik Samudra yang fokus menyetir.
"Jingga dimana nak?" Tanya Bunda nya lembut.
"Jingga lagi kejebak macet Bun, Bang Gerry tahu kok Bun, Jingga belajar di rumah Samudra Buk Elie yang nyuruh". Oceh Jingga namun di seberang sana Viona tersenyum, meski Jingga tidak mengetahuinya.
"Yaudah sayang, hati-hati ya nak dijalan nya, kamu kasih ke Samudra dulu gih handphone nya". Viona memang sudah kenal dengan Samudra, Viona juga berteman dengan mama nya Samudra, dan juga Samudra adalah teman Gerry yang sering di bawa Gerry ke rumah. Jingga memberikan ponselnya kepada Samudra yang sedang fokus memandangi mobil di depan nya karena macet.
"Sam, kamu jagain Jingga, kenapa-kenapa dia bakal tante kasih pelajaran kamu".
"Iya pasti deh tan, nih kayak nya macet nya udah diatasin sama polisi kok tan".
"Yaudah jangan malem-malem banget pulang nya". Peringatan dari Viona.
"Sip tan". Lalu Viona memutuskan dengan sepihak sambungan telepon tersebut.
Samudra memberikan ponsel tersebut kembali kepada Jingga, Jingga menerimanya lalu memasukkan ke dalam tas nya kembali.
"Gue laper, makan dulu di warung mpek-mpek". Tanpa persetujuan Jingga, Samudra sudah memberhentikan mobil nya di sebuah warung mpek-mpek lalu ia memesan dua piring mpek-mpek, hujan sudah mulai menghentikan aksi turun nya tetapi masih ada sedikit tetes demi tetes air yang berjatuhan. Jingga juga turun dari mobil dan berjalan ke dalam warung mpek-mpek tersebut. Jujur perut Jingga sangat lapar karena Samudra tidak memberi nya makan sewaktu di rumahnya tadi.
"Semut, gue mau lemon tea". Jingga menggoyang-goyangkan lengan Samudra tampa di sadari nya lalu ia kembali melepaskan tangan nya.
"Lalu?" Tanya Samudra datar, sebenarnya Samudra tidak tega berbicara datar sepeti ini kepada Jingga, namun apa buat, toh ini demi Jingga dan dia juga kok.
"Pesenin". Ucap Jingga polos dan berhasil membuat Samudra geli melihat ekspresi nya.
"Punya mulut kan? Pesen sendiri". Sangat ketus, ya itu kata laknat yang bakalan membuat Jingga sakit hati. Samudra merasa bersalah dengan dirinya sendiri.
"Yah kata nya suka sama gue, kenapa kemauan gue gak lo kasih?" Jingga menundukkan kepala nya lalu memainkan bibir nya seperti ikan. Sangat manis.
"Itu dulu Jingga! Siapa juga suka sama cewek kayak lo ini." Samudra bicara sedikit meninggi membuat Jingga melihat nya dengan ujung mata nya namun Jingga masih tertunduk.
"Yaudah". Pasrah Jingga namun tidak mau menatap mata Samudra, ia juga tak memesan lemon tea nya
Ada perasaan yang berbeda pada diri Jingga, ia tidak pernah suka dekat begini dengan Samudra dan sekarang ia malah nyaman di dekat Samudra. Malah Jingga merasa agak takut dengan lelaki tampan di depan nya ini, takut, ya takut, takut jatuh cinta kepada orang yang telah ia benci dari hati nya, ia takut, takut perasaan orang lain akan tersakiti karena nya. Janji Jingga kepada gadis itu sudah membuat nya benar-benar ingin membenci Samudra, setelah benar-benar membenci kenapa rasa ini muncul lagi di hati Jingga? Jangan, Jingga gaboleh nyaman sama Samudra, karena itu akan melanggar Janji nya.
Cinta memang tidak bisa dipaksakan, tapi cinta juga tidak bisa dijauhkan jika memang sudah cinta, heuh apasih pikir Jingga dalam hati.
Pelayan datang lalu mengantarkan pesanan Samudra.
"Tambah lemon tea dua mang". Pesan Samudra, mata Jingga langsung berbinar mendengarnya. Tidak menunduk lagi Jingga mendongak lalu melihat Samudra yang sudah mulai memakan Mpek-mpek nya. Jingga tersenyum manis.
"Buat gue dua dua nya?" Tanya Jingga.
UHUUKKK UHUKKK
"Minum dulu Sem". Jingga memberikan gelas yang berisi air putih lalu membantu meminumkan nya kepada Samudra.
"Lo mau dua dua nya?". Tanya Samudra tidak yakin, dengan senyum nya Jingga menganggukkan kepala nya, mata nya berkaca-kaca sangat ingin meminum lemon tea yang tak kunjung datang juga.
"Makan dulu mpek-mpek nya". Jingga mengangguk lalu mulai memakan mpek-mpek yang sudah ada di hadapan nya.
✍✍✍
"Mampir dulu yok?" Ajak Jingga yang sudah berada di luar mobil kepada Samudra.
"Besok-besok aja". Balas Samudra lalu melajukan mobil nya, setelah mobil Samudra sudah terlihat jauh, Jingga masuk ke dalam gerbang nya.
Ting
Terdengar begitu jelas suara notification di handphone Jingga. 'abangg, Jingga udah di depan kok, masih aja ngespam'. Batin Jingga.
Ting
Ting
Ting
"Yaoloh siapa sih?" Omel Jingga masih di oerkarangan rumah nya. Jingga mengambil handphone di dalam tas nya lalu melihat dari jendela notification.
Teror
Itu adalah nama kontak yang dibuat Jingga untuk gadis yang Jingga berjanji kepadanya. Jingga memandang sekeliling rumah nya, terlihat di gerbang seseorang dengan baju hitam baru saja melewati rumah Jingga. Jingga terkejut bukan main. Karena takut, Jingga pun berjalan dengan cepat untuk masuk ke dalam rumah nya. Tidak ada siapapun, sepertinya semua sudah tidur. Jingga berjalan ke kamar nya yang berada di lantai dua. Ia membuka sepatu nya, mandi dan menukar baju nya.
Jingga mengambil handphone lalu membuka pesan dari peneror tadi.
Teror
Lo udah ingkarin janji lo
Lo bakal dapat balasan nya JINGGA
jauhi Samudra atau mulai dari sekarang lo gak aman
Jauhi Samudra.
✍✍✍
Masih ada yang belom baca pasti, pyuhh gapapa deh
Votement
KAMU SEDANG MEMBACA
Jingga di Samudra [Completed]
Romance{tamat} [dalam tahap revisi] Cinta? Aku pernah mendengar kata itu. Namun bagaimana jika mencintai dia yang juga mencintaiku namun kami tidak bisa bersama karena banyak hambatan? Aku menjauhi nya disaat aku takut, dan setelah rasa takutku menghilang...
![Jingga di Samudra [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/142086125-64-k103159.jpg)