JDS-42

1.6K 57 4
                                        

Semua yang datang akan pergi, semua yang hilang akan berlalu, semua yang ada akan tiada

Kita cukup tinggal bersabar dan tabah jika semua telah terjadi

✍✍✍

"hikssss.... Samudraa.... Hiksssss.. bangunn... Hiksss." Tangis Jingga saat tubuh Samudra digiring menuju UGD, bukan hanya Jingga yang menangis, namun Vita, Afdal dan juga teman-teman Samudra menangis terisak.

"Banguuunnn... Hiksssss... Bangunnn..." Jingga menggoyangkan tubuh Samudra.

"Maaf, boleh tunggu diluar." Ucap seorang suster ketika kasur dorong Samudra sudah sampai di depan UGD.

Jingga menutup mulutnya karena isakan demi isakan yang terus menerus dan tak bisa dihentikan, baru saja Samudra memeluknya, baru saja Samudra menyayanginya, baru saja ia merasakan menjadi wanita seutuhnya karena Samudra, tapi sekarang Samudra malah berada dirumah sakit dalam keadaan kritis.

Vita memeluk tubuh Jingga erat, mengelus punggung Jingga, ia tahu Jingga pasti tidak bisa menerima kecelakaan yang menimpa Samudra, Vita juga tidak bisa menerima namun menurutnya hati Jingga pasti lebih perih. Jingga balas memeluk tubuh Vita.

"Tanteee... Hiksss... Samudraaa...." Tangis Jingga.

Vita mengelus pucuk ramput Jingga. "Iya sayang, kita tunggu aja dokter keluar." Ucap Vita dengan air mata yang berlinang. Jingga mengangguk.

Flashback on

Samudra meminta izin kepada keluarga Brovi untuk pulang, ia mengendarai motornya hingga rumah dengan selamat. Samudra berjalan dengan senyum yang tidak hilang dari bibirnya.

"Assalamualaikum Pa, Ma." Salam Samudra.

"Waalaikum salam ."  Jawab kedua nya. Samudra beranjak ke ruang keluarga nya. Ia duduk di tengah antara Afdal dan Vita. Samudra awalnya memeluk tubuh Vita erat lalu beralih memeluk tubuh Afdal.

"Sam sayang Mama, Papa." Tiada angin tiada hujan tiba-tiba itu saja yang keluar dari mulutnya.

Afdal dan Vita hanya terbengong-bengong melihat reaksi anaknya ini. Ia merasakan ada yang salah dengan Samudra namun ia tidak tahu dimana nya. Akhirnya Samudra beranjak dari duduknya.

Afdal memperhatikan gerak-gerik anaknya itu. "Mau kemana Sam?" Tanya Afdal ketika Samudra berjalan mengambil kunci motornya yang terletak di atas meja dan meletakkan kunci mobil lagi disana.

"Sam mau keluar, cari angin bentaran pa."

"Dirumah aja nak." Ucap Vita karena dati tadi hati nya sudah tidak tenang entah mengapa.

Samudra tersenyum kepada Vita lalu menyiumi pipi Vita sekilas. "Sebentar mama sayang." Samudra berlenggang pergi dari rumah nya.

1 jam kemudian.

Drrrrttt drrrtttt drrrttt

Ponsel Vita berdering menandakan ada telepon, Vita yang awalnya menonton tv mengalihkan pandangan nya ke arah ponsel. Vita melihat orang yang menelepon nya itu adalah Venus, keponakan nya.

"Hallo."

"Tanteeeeeeeee..." Teriak Venus dengan sedikit isakan tangisnya.

Mendadak Vita menjadi kaku, ia menjadi tidak tenang. "Kenapa sayang? Kamu kenapa?"

"Tante ke jln.xxxxxxx sekarang ya, Samudra tabrakan."

Dug

Ponsel Vita terjatuh begitu saja dari tangan nya.

Jingga di Samudra [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang