JDS-16

1.6K 74 6
                                        

Gue tahu ini mungkin awal dari kita, dan gue pastiin gabakalan jadi akhir
-SamudraPratama

"Dan yang gue gak tahu itu...". Ucap Jingga menggantung.

"Apa?" Tanya Fatiah penasaran.

"Gue gak tahu nama nya sampai detik ini, karna itu gue save nomor dia dengan nama Teror". Jawab Jingga polos membuat teman-teman nya kesal.

"Masak lo gak tahu". Angel mengambil alih untuk menukar tempat duduk menjadi berada di hadapan Jingga.

"Nama nya itu kan si..." Ya ini kali kedua ucapan di gantung, sekarang karena siapa lagi? Ya benar si Geo ketua kelas.

"Woiii, Buk Elie mau masuk". Ucap nya sedikit berteriak, langsung para anak murid di kelas X3 duduk di tempat nya masing-masing. Guru memakai hijab panjang tersebut masuk ke dalam kelas, sontak kelas terkejut kecuali Geo yang sudah melihat dari tadi.

"IBUKKK CANTIKK".

"IBUKKK KITA JADI PENGEN MAKAN DI RUMAH IBUK DEH".

"MAKAN AJE PIKIRAN LO".

"YA SERAH DONG, DITU NAPA NYOLOT GITU?"

"UDAAAAAAAHHH". Jingga yang sudah tidak tahan dengan teriakan teman-teman sekelas nya pun berteriak lebih kencang.

"Napa sih Ga?" Tanya Angel dari arah depan.

"Kalian sekolah buat belajar bukan buat ngegebet buk Elie". Jawab Jingga dengan senyum sumringahnya.

"Jingga! Udah sekolah aja kamu". Sewot guru di depan nya.

"Buk ayo belajar". Ajak Jingga membuat Elie sedikit tertohok dan bingung terhadap Jingga yang biasa nya tidak mau sama sekali untuk belajar dan memilih tidur di kelas.

"Jingga udah berubah ibuk Elie". Jawab Jingga polos, wajahnya sungguh polos, membuat manusia yang ada di dalam kelas tersebut pun sama hal nya dengan Buk Elie. Bingung.

"Kamu kejedot dimana?" Tanya Elie membuat siswa lain terkikik.

"Jingga pengen belajar kok malah di curigain?" Tanya Genus membela dan dapat anggukan dari Jingga.

"Genus?" Tanya Elie heran karena Genus adalah anak pintar di kelas.

"Yasudah buka buku halaman....". Elie melanjutkan mengajar, benar saja Jingga memperhatikan Elie mengajar. Saat membuat tugas dari Elie pun ia mengerjakan sendiri tanpa menyontek kepada Angel yang cukup pintar. Dan hasil nya? Bagus. Nilai nya bagus, malas lah yang membuat nilainya rendah, senyum nya tidak pudar dari wajah yang begitu manis.

Teng!! Teng!! Teng!!

"Lanjutkan latihan nya di rumah, Jingga saya bangga sama kamu". Ucap Elie tersenyum. Jujur, guru tersebut sangat jarang tersenyum lebar seperti itu. Garis bawahi! jujur.

"Siang anak-anak". Salam Elie.

"Siang buk". Ucap murid-murid serempak.

"Ga, kalau lo belajar gitu gue jadi seneng deh". Jingga menoleh kepada Genus yang sudah datang dari arah samping.

"Gak takut lo?" Tanya Jingga dengan senyum menggoda nya.

"Takut kalah saing? Ya enggak lah". Ucap Genus lalu berjalan menjauhi Jingga.

"Kantin kuy?" Ajak Fatiah yang langsung berjalan ke luar kelas. Angel, Jingga dan Vanila mengikuti nya dari belakang.

"Samudra gimana Ga?" Tanya Vanila memperhatikan jalan di hadapan nya.

"Gak tahu juga sih, ntar gue ke rumah sakit jengukin dia". Ucap Jingga.

"Oiya Jel".

"Apa?". Tanya Angel.

Jingga di Samudra [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang