Mengingatmu saja adalah salah satu kebahagiaan ku, apalagi jika kita ditakdirkan selama nya, bahagia nya bertubi-tubi malahan
Sejak kejadian sore itu Jingga terasa sangat bahagia, setiap melihat handphone nya bergetar Jingga tersenyum lalu membalasnya cepat, kasmaran, bisa dibilang begitu. Jingga memutar memorinya sore itu
Flashback on
"Mau nggak jadi pacar gue?" Tanya Samudra, Jingga tampak bersemi, bagaimana ia akan menolak orang yang sudah enam bulan ini sangat ingin dimiliki Jingga dan sekarang tanpa halangan pun Jingga bisa mendapatkan nya tanpa beban fikiran.
"Kalo gue gamau lo bakal marah?" Tanya Jingga dengan senyum yang membuatnya bertambah manis.
"Enggak, gue bakal berusaha dapetin lo". Samudra melebarkan senyuman nya ke wajah Jingga.
"Yaudah". Jawab Jingga lalu berjalan mengambil tas nya. Ia melangkahkan kaki keluar kafe dan Samudra mengejar Jingga sambil memanggil gadisnya itu.
"Jingga!!!". Teriak Samudra tak peduli sekelilingnya memandang. Samudra mengejar Jingga dan merangkul tangan Jingga membuat Jingga berhenti.
"Yaudah? Jadi ditolak nih gue?" Tanya Samudra dengan wajah seriusnya, Jingga mengangguk.
"Yaudah kita pacaran". Ucap Jingga membuat samudra refleks memeluk tubuh Jingga yang ramping.
Mereka berjalan mengelilingi jakarta, lalu ke mall untuk nonton film walaupun tidak sampai habis, mereka sangat bahagia, Jingga yang manja tidak cuek, membuat Samudra bahagia, cinta yang ditunggu nya bersemi. Dan mereka pulang jam 19.26 walaupun Samudra dimarahi oleh Viona karena larut membawa Jingga, namun raut wajah ibu tersebut menjadi lega melihat anak nya sangat bahagia.
Flashback off
Jingga menuliskan pesan untuk Samudra karena mata nya yang sudah ngantuk karena jarum jam sudah menunjukkan pukul 23.08 dan langsung dibalas Samudra.
Samudra❣
Iya, tidur sana udah malem ntar diculik om om lagi, jingga nya samudra ga ada lagi deh😅 satnight and nice dream princes nya Samudra 😍😘❣❣❣❣
Jingga menghempaskan tubuh nya di ranjang setelah ia men charge handphone nya
✍✍✍
"Cieee yang udah buat status". Goda Angel saat melihat Jingga yang asyik bermain handphone dan mengetikkan sesuatu tak henti-henti nya dari tadi.
"Buk Eli dateng". Teriak Geo yang langsung berlari duduk ke kursinya, Jingga menyimpan handphone nya di dalam laci meja dan masuklah guru tersebut. Jingga sangat malas belajar dan memilih untuk tidur. Baru saja kepalanya terhenyak di meja.
"Jingga? Kamu bandel lagi?" Tanya Buk Eli yang melihat Jingga hendak meletakkan kepalanya di atas meja.
"Eh Buk Eli, iya nih buk mata Jingga nagntuk". Ucap Jingga polos, Eli hanya melihat Jingga sambil menggelengkan kepalanya.
"Dasar bocah, perasaan nya suka berubah-ubah". Semua siswa/i X-3 terkikik geli mendengar guru tersebut menyebutkan tentang perasaan.
Kring!! Kringg!! Kringg!!
Bel berbunyi, ya seperti yang readers duga anak-anak berhamburan keluar kelas baik ke kantin atau nangkir ke kedai belakang sekolah, Jingga melihat sekelilingnya masih ada anak sekelas lalu ia menenggelamkan wajah nya di atas tas.
"BIARR KATA KAU BUAAYAAAA UYEAAAHH".
"BAGIKUUU KAU LUNA MAYA OO OOOOOOO".
"I LOVE YOU FATIIIIIAHH".
KAMU SEDANG MEMBACA
Jingga di Samudra [Completed]
Romance{tamat} [dalam tahap revisi] Cinta? Aku pernah mendengar kata itu. Namun bagaimana jika mencintai dia yang juga mencintaiku namun kami tidak bisa bersama karena banyak hambatan? Aku menjauhi nya disaat aku takut, dan setelah rasa takutku menghilang...
![Jingga di Samudra [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/142086125-64-k103159.jpg)