Disaat kau bertambah usia, kau akan tertegun menyadari bahwa dirimu tidak lagi anak kecil yang bisa merengek dibelikan ini itu, namun kau lah yang menghentikan rengekan seseorang dengan membelikan nya sesuatu
_oktarisa
Angin di pagi hari ini adalah saksi bisu kebahagiaan yang sedang dirasakan Jingga, Jingga tak henti-hentinya senyum. Ia pergi sekolah dengan Samudra menggunakan motor Samudra, tidak lama lagi mereka akan sampai di sekolah. Jingga tetap saja tersenyum.
"Ing." Panggil Samudra.
Jingga masih saja senyum sendiri.
"Ing, kamu denger aku ngomong ga?" Tanya Samudra lagi.
"Eeh, iya Am, apaan?" Ucap Jingga setelah disadarinya Samudra memanggilnya.
Samudra tersenyum tipis. "Kamu kenapa sih jadi lemot? Tante Viona udah disuruh ke sekolah belum?" Tanya Samudra, Jingga menekan jidat nya pelan.
"Aduuuhh, aku lupa." Jawab nya, tak terasa akhirnya motor Samudra masuk ke parkiran sekolah, lalu mereka berdua membuka helm dan berjalan berdua di lorong, banyak yang mengrecoki mereka, banyak juga yang meneriaki mereka, tak sedikit pula yang bersiul-siul genit membuat senyum Jingga merekah.
"Am teleponin Bunda dong." Mohon Jingga, Samudra merogoh saku nya.
"Ya elah lupa lagi nih bawak, hp nya ketinggalan, hp kamu mana?"
"Juga gak dibawa."
Mereka berjalan menuju kelas masing-masing. Jingga melihat satu kerumunan di bangku nya, entah mengapa orang-orang itu berkerumun di sana.
"Jalan oi! Jangan bengong di pintu." Tegur seorang dibelakang Jingga, Jingga berbalik dan mendapati Vanila, Angel dan Fatiah.
Jingga menarik tangan salah satu nya, tak tahu siapa yang ia tarik. "Itu kenapa ya?" Tanya Jingga menunjuk ke arah bangkunya, sedangkan ke-tiga sahabatnya hanya menggeleng.
"Panik banget, tinggal di liat mereka lagi apa aja susah." Fatiah yang mengucapkan itu langsung saja berjalan ke meja Jingga. Melihat di atas meja Jingga ada sesuatu yang membuatnya tertarik.
"Wowwwww its magic, beautiful banget dah." Fatiah mengangkat bucket yang berwarna putih dengan balutan berwarna hitam membuat sisi bunga terasa sangat mewah, ditambah lagi bucket nya sangat besar dan berliontin di tengah nya berwarna Hitam. Jingga mendekat lalu melirik bucket tersebut.
"Punya siapa nih?" Tanya Jingga, semua menggeleng.
"Itu bunga dari tadi pagi udah disini." Jawab Milie si anggota osis.
"Lihat aja note nya tuh ada, gue rasa buat lo deh Ga." Jawab teman Jingga yang lain, Jingga mengangguk lalu meraih note yang tergantung di bagian bawah bucket tersebut.
Sory
Aku gak bisa ngucapin langsung
Grogi banget
Dan telat banget
Happy birthday sayang❤❤❤
-SamudraPratama
To=JinggaBrovi
"
Tanggal berapa sekarang Jel?" Tanya Jingga, Angel merogoh handphone nya lalu terkejut.
"Masya allah, masak gue lupaa."
"Maafin guee, happy birthday sayang." Angel memeluk Jingga erat, Vanila dan Fatiah juga terkejut dan juga lupa.
Vanila dan Fatiah mendekat lalu memeluk Angel dan Jingga erat. "Happy birthday." Ucap mereka serentak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jingga di Samudra [Completed]
Romance{tamat} [dalam tahap revisi] Cinta? Aku pernah mendengar kata itu. Namun bagaimana jika mencintai dia yang juga mencintaiku namun kami tidak bisa bersama karena banyak hambatan? Aku menjauhi nya disaat aku takut, dan setelah rasa takutku menghilang...
![Jingga di Samudra [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/142086125-64-k103159.jpg)