JDS-37

1.2K 50 3
                                        

Bangkai yang disimpan sedalam apapun bakalan kebauk juga kok, sepandai-pandai nya orang buat nyimpan rahasia maka suatu saat pasti akan diketahui orang

---ooo---

"MAKSUD LO APA DO?!" Teriak seseorang dari belakang, Samudra dan Scorpio yang terkejut langsung saja melihat kebelakang, ke arah suara tersebut yang sangat familiar di telinga kedua nya, tak hanya Samudra dan Scorpio saja yang terkejut, Venus dan Aldo juga sama, mereka tak kalah terkejut dibanding Samudra dan Scorpio.

"Bang Gerry?" Samudra dan Scorpio saling tatap namun menggeleng dan langsung berdiri dari persembunyian nya.

"Samudra? Scorpio?" Lirih Venus yang baru menyadari bahwa Samudra dan Scorpio mengintili mereka.

Aldo melewati Samudra dan Scorpio mendekati Aldo dan Venus. Aldo gemeteran, rahang Gerry sudah mengeras menahan gejolak emosi.

"Bangsat!!!!"

Bugh!!

Bughh!!

Gerry tersenyum sebentar lalu menarik krah baju Aldo menariknya ke atas.

Bughh!!

Bughh!!

"Lo ngancem anak orang buat celakain adek gue, haha!"

Bughh!!

"Buat lo yang udah nyakitin Venus."

Untuk tonjokan selanjutnya, tangan Gerry di tahan Samudra, Gerry melihat wajah Samudra.

"Udah bang, banci ini gaperlu lagi diurus, lebih baek lo balik ke RS, tadi Tante Viona udah nelpon kata nya Jingga udah sadar." Gerry melepaskan cengkraman nya di krah baju Aldo.

"Jangan harap lo bakal tetep bisa hidup tenang Do, dan jangan lagi-lagi lo ngancem orang buat ngenyakitin adek gue." Setelah mengucapkan itu, Gerry pergi dari sana membawa motornya. Samudra tersenyum tipis kepada Scorpio tentang rencana nya kepada Gerry tadi.

Samudra mendekati Aldo yang wajahnya sudah bebak belur. "Venus!" Panggil Samudra tapi tetap menatap wajah Aldo. "Iya Sam." Balas Venus. Samudra melihat Venua sekilas lalu balik melihat Aldo yang sudah terkapar itu lagi.

"Lo sekarang pergi ke rumah sakit tempat Jingga dirawat, tunggu gue disana, dan yang penting lo jangan bilang apa-apa, lo bilang aja lo mau blesuk Jingga, gue mau nyelesein sama dia." Venus mengangguk walaupun tidak diketahui oleh Samudra, Venus mengambil motor Vespa nya lalu melajukan menjauhi rumah Aldo.

Samudra memegangi kedua rahang Aldo dengan satu tangan nya. "Gue beruntung, karena kali ini gue gak susah-susah ngotorin tangan gue buat ngehajar lo." Aldo berusaha mengilak, namun Samudra sangat keras memegangi nya.

Samudra tersenyum dan melepaskan Aldo dengan kasar. "Ketua osis, dan sekarang jadi pecundang? Hahaha."

"Pi, jom kita pergi sebelum Bang Gerry sadar dia udah kita bohongi." Scorpio mengangguk, Samudra menjauhi Aldo dan berjalan menjauhi rumah Aldo, namun satu kata Aldo menghentikan langkah Samudra.

"Kenapa lo bantu gue?"

Samudra berbalik. "Karena gue masih ngehargai sepupu sahabat gue, dan lo harus inget kata-kata gue! Jangan sesekali lo ganggu gue dan Jingga lagi." Setelah mengatakan hal yang panjang lebar tersebut Samudra berlari ke mobil lalu mobil melaju menuju rumah sakit.

✍✍✍

Sesampainya di rumah sakit, Samudra menceritakan tentang di rumah Aldo semuanya kepada Viona yang kebetulan juga ada Bromo, Vita, Venus, Scorpio dan Afdal.

Jingga di Samudra [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang