JDS-21

1.5K 94 1
                                        

Aku berusaha kuat padahal aku, hati ku, perasaan ku. REMUK!
_JinggaBrovi

"Ga liat tuh". Angel menunjuk le arah kelompok Samudra, disana ada Queena yang berdiri di depan lapak nya Samudra dkk.

"Biarin aja". Jawab Jingga santai dan memasangkan juga label pada barangnya. Tiba-tiba Aldo datang dan mendekati lapak Jingga.

"Gimana? Udah ada yang ngebeli?" Tanya Aldo, Jingga menggeleng dan tersenyum kepada Aldo.

"Sekarang sih belom, ntar nanti, reseki siapa tahu kak". Jawab Jingga tetap santai dan memberi angka di label nya. Jingga mengambil handphone nya dan mengetikkan sesuatu disana.

✍✍✍

Ting

Pesan masuk di handphone Samudra membuat nya mengambil handphobe di saku dan membaca nya.

JinggaBrovi❣
Kita butuh ngomong, di kafe A nanti malam, sendiri gak bawa Queena.

Samudra melihat ke depan nya yang sudah ada Jingga dan teman-teman nya disana, Samudra melihat Jingga yang juga melihatnya, Queena juga dihadapan nya, agar Queena tidak tahu, Samudra mengode dengan mengangguk pelan dan melebarkan senyuman nya kepada Jingga dan dibalas gadis itu dengan tatapan sedikit membenci.

January dan Gerry datang menghampiri lapak Samudra, Gerry melihat ke arah Queena.

"Ngapain lo sini". Tanya Gerry kepada Queena yang asyik memperhatikan Samudra.

"Ngapain gue emang ada urusan sama lo?" Balas Queena dengan memutar bola matanya.

"Kalo lo disini, dagangan Samudra gabakalan laku". Oceh Gerry yang membuat Queena membolalakkan matanya kepada Gerry.

"Malahan kalo gue disini Samudra jadi banyak yang mau beli". Jawab Queena tak kalah meninggi.

"Iya kaaaaaah? Benar kaaaah?".

"Bau pete anjir". Queena menutup mulutnya. Dan begitu terus, Gerry dan Queena menebar umpatan dan tak henti-hentinya hingga mereka kejar-kejaran seperti anjing dan kucing.

"Bang, kemarin Manda ke rumah gue". Samudra memulai percakapan dengan January sedangkan Leo, Marvin, dan Scorpio asyik memberi label pada arang mereka masing-masing.

"Ngapain?" Tanya January memandang-mandang barang yang dijual Samudra.

"Dia dijodohin sama gue oleh Bokap Nyokap". January terhenti dan menatap Samudra tidak percaya.

"Lo becanda kan?" January masih tidak percaya.

"Benera bang, tapi gue gak mau, gue nolak dia". January lebih melongo mendengarkan Samudra yang berbicara sembari memberi label.

"Gue gak mau nyakitin lo, nyakitin Jingga, saran gue gece dong bang sebelum Manda diambil orang, secara Manda kan cantik gitu masak disia-sia in". January sedikit berfikir lalu menganggukkan kepalanya.

"Gue gugup Sam". Samudra tersenyum lalu memukul sedikit pelan bahu January.

"Pakai cara lo sendiri". Hanya itu yang bisa dilakukan Samudra untuk membuat January sedikit percaya diri.

Jingga di Samudra [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang