Andai kalian tahu rahasia gue, gabakalan Vanila mau marah ke gue, gue yakin itu
-JinggaBrovi
Sama seperti kemarin, hujan membasahi jalanan dan membuat suasana menjadi dingin, Samudra sedang duduk di balkon kamar nya, ia memperhatikan hujan tetes demi tetes turun ke bumi, Samudra mengambil ponsel di dalam saku celana nya dan mulai men-scroll pesan Whatsapp nya. Banyak sekali pesan dari orang yang tidak diketahui nya, ada yang hanya sekedar bilang, i love you Samudra, ada juga yang ngajak jadian, dan yang parah itu cewek alay yang bilang 'lebih baik lupain Jingga' Samudra langsung memblokir orang tersebut, biasa orang ganteng.
Ting
My princess
Sem, gue gak belajar sekarang di rumah lo, besok aja, jangan ngadu lo
Samudra meyunggingkan senyuman nya dan jari-jemari nya mulai menari diatas keyboard ponsel nya.
Anda
Terserah
Ini adalah hal yang paling Smaudra benci dari Jingga, Jingga hanya read pesan Samudra namun Jingga online. Meski Samudra membalas singkat seperti itu seharusnya Jingga membalas dengan lebih baik dong.
Ting!
Queena
Samudra ada dirumah?
Queena kerumah Samudra ya?
Samudra membaca pesan dari gadis yang sama sekolah dengan nya dulu di Smp. Samudra sangat lelah melihat wajah sok manja dari Queena. Queena memang manis, namun sangat ganjen, membuat Samudra bosan melihatnya. Dengan malas akhirnya Samudra membalas pesan dari gadis tersebut.
Anda
Ya
Singkat? Ya, itulah yang selalu Samudra lalukan untuk Queena. Samudra berjalan ke lantai bawah lalu menemukan Vita, mama nya sedang asyik menonton stand up comedy di televisi. Samudra menghempas badan nya di sofa sebelah Vita membuat Vita terkejut.
"Lailah Sam, kalo gue mati karena jantungan siapa emak lo lagi?" Vita memukul pelan tangan Samudra.
Samudra nyengir, "Eh mama sayang, kalo papa mau bisa kok cari mama lain". Canda Samudra dengan senyum manisnya.
Vita langsung memasang wajah sedih. "Berani lo buat papa lo cari bini baru liat, gue hantuin lo". Vita kembali menonton tv yang tepat dihadapan nya, lalu Samudra memeluk Vita erat.
"Maafin Sam ma, Sam cuma becanda kok, mama jangan marah sama Sam ya?". Samudra mencium pipi Vita sekilas, tampak Vita melebarkan senyumnya lalu membalas pelukan Samudra.
Jika Samudra seperti ini pasti ada maunya. "Tumben, mau ape lo?" Tanya Vita tanpa basa-basi namun masih lembut terdengar di telinga Samudra.
Samudra memberengut, semudah itukah Vita menebak dirinya? "Kok mama tau Sam mau sesuatu?" Tanya Samudra dengan wajah datar.
"Udah berapa lama lo gue didik? Masak gue gak tau akal anak gue sendiri". Samudra melepaskan pelukan nya lalu tersenyum kepada Vita yang menatap nya jijik.
"Ma, Queena mau ke rumah".
"Terus lo nyuruh gue masakin si kuini itu?" Tanya Vita, mendengar nama Queena ditukar oleh mama nya menjadi kuini membuat Samudra terkekeh.
"Mah, Queena ma, bukan kuini Hahahahahahhahahahaha ". Samudra kembali melanjutkan ketawa nya hingga air mata membanjiri pelupuk mata nya. Vita yang melihat anak nya tertawa juga ikut tertawa tetapi tidak terlalu terkekeh.
Samudra memegangu perutnya. "Dah udahh maa, sakit perut Samudra". Samudra mulai berhenti terkekeh dan menatap Vita serius, namun ketika tatapan mereka bertemu lagi-lagi Samudra tertawa terkekeh.
"Maaa, perut Samudra sakit ma ahahhahahahaha". Vita memukul lengan Samudra lalu Samudra muali berhenti tertawa.
"Udah ngomong cepat lo mau apa?" Tanya Vita serius.
"Iya, Sam gamau ketemu Queena ma, kalo dia datang bilang aja Sam lagi tidur ya ma?" Samudra mengedipkan mata nya kepada Vita yang sudah ternganga mendengarkan anak lelaki nya tersebut berbicara.
Vita menggeleng pelan. "Sam, si Ata aja gapernah ngerepotin gue Sam, sekarang dia udah bukak usaha di prancis, nah elo, malah nyuruh gue bohong sama pacar lo". Vita tidak mau memandang Samudra lagi Ia kembali menonton tv. Ata adalah adik sepupu Samudra yang tinggal di Prancis setelah ia lulus dari SMA.
"Mama, dia bukan pacar Sam maaa". Bujuk Samudra kepada Vita yang sama sekali tidak mau mendengarkan nya.
"Kalo bukan pacar lo kenapa dia kerumah?" Tanya Vita lagi.
"Dia itu orang nya nekat ma, kalo dia bunuh diri di depan rumah kita gara-gara gak aku ijinin ke sini gimana? Viral rumah kita ma". Alibi Samudra agar Vita mau menolongnya.
"Emang pernah?" Tanya Vita menguji.
"Gak sih ma, kalo iya udah mati dia ma". Vita hanya menggeleng lalu kembali menonton tv.
Klip
Tv dimatikan oleh Samudra, Vita melihat Samudra dengan ujung matanya. Samudra tidak takut malah tambah senang.
"Hidupin atau lo gak gue kasih jajan besok?" Ancam Vita.
"Yaelah emak gue kek macan, iya mama tapi mama tolongin Samudra ya mama". Bujuk Samudra lagi, Vita mengangguk lalu merampas remot di tangan Samudra. Samudra berlari untuk masuk ke dalam kamar nya.
"GUE BOONG YA SAM". Teriak Vita membuat Samudra berhenti berlari dan membalikkan badannnya lalu memohon kepada mama nya.
✍✍✍
Angel, Jingga dan Fatiah sudah berada di rumah Jingga, Vanila tidak ikut karena masih ngambek dengan Jingga. Mereka menonton film layar lebar yang sudah di download oleh Fatiah, yaitu film Danur. Yang diperankan oleh Prily latuconsina.
"Ya allah, ngerian si nenek nya dari pada Mbak Asih, anjing kaget gue ngeliat nenek si Risa". Omel Fatiah yang melihat film dengan tidak tenang.
"Astagaaa woiii Risa itu si Asih masuk ke rumah lo goblok, yaelahh lo malah AAAAAA". Jingga dan Angel menutup kedua kuping nya mendengar Fatiah berteriak melihat film horor tersebut.
"Berisik lo". Angel mengambil sapu tangan milik Fatiah lalu menyumbat mulut Fatiah, dengan cepat Fatiah mengeluarkan sapu tangan tersebut dari mulutnya.
"Yaelah kaget gue njing". Jawab Fatiah.
"Gaes, gue ke toilet dulu yah mau mandi". Jingga berdiri dan berjalan ke toilet nya.
"GA, GUE MINJEM HANDPHONE LO YA? MAU NGEHIDUPIN MUSIK, GAK MOOD GUE NONTON GARA-GARA SI BOLOT NIH". Teriak Angel, Jingga hanya mengguman meng iya kan.
"Yang bolot siapa Jel?" Tanya Fatiah polos.
"Elo". Ucap Angel, Fatiah mengerucutkan bibirnya.
" Fat, kita baca chat Jingga sama Samudra yok?" Tanpa anggukan dari Fatiah Angel langsung membuka pesan whataps di ponsel Jingga. Dan pandangan Angel beralih kepada pesan dengan nama.
Teror
✍✍✍
Jangan lupa klik bintang dibawah untuk bantu vote sebagai apresiasi untuk akal yang berfikir.
Berfikir untuk next part itu susah loh gaess, jadi plis bantu vote dan komen dimana kekurangan cerita ku, yaudah thanks 😌
KAMU SEDANG MEMBACA
Jingga di Samudra [Completed]
Romance{tamat} [dalam tahap revisi] Cinta? Aku pernah mendengar kata itu. Namun bagaimana jika mencintai dia yang juga mencintaiku namun kami tidak bisa bersama karena banyak hambatan? Aku menjauhi nya disaat aku takut, dan setelah rasa takutku menghilang...
![Jingga di Samudra [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/142086125-64-k103159.jpg)