JDS-18

1.6K 84 1
                                        

Sedih di sore ini
Tergantikan dengan kebahagiaan di malam hari nya
-JinggaBrovi

"Ga, berhenti napa Ga?" Samudra masih mengejar Jingga yang berjalan cepat dengan air mata yang berlinang, tadi Samudra melihat Jingga menangis di halte sekolah, Samudra langsung menemui nya dan anehnya Jingga malah lari menjauhi Samudra.

"Ga berhenti Ga, gue mau lo berhenti". Jingga tetap berjalan dengan cepat, air mata nya masih berlinang.

"Oke kalo lo gak mau berhenti gue bakal telepon Buk Elie bilang lo gak mau belajar di rumah gue, fix". Jingga berhenti dan melihat Samudra sudah mengambil handphone di saku baju nya, dengan cepat Jingga berjalan mendekati Samudra dan mengambil Handphone tersebut.

"Jangan". Ucap Jingga lirih lalu menghapus air mata nya yang masih mengalir. Terukirlah senyuman di wajah Samudra.

"Gue boleh nanya?" Tanya Jingga dengan hati-hati.

"Boleh paan?" Tanya Samudra lalu ia merampas kembali handphone nya dan meletakkan ke kantong saku nya lagi.

"Queena siapa nya elo?" Jingga memasang wajah datar nya lalu bola mata nya menangkap manik mata Samudra.

"Yaelahh". Samudra memukul jidat nya keras seperti ada yang terlupakan.

"Queena ngajak gue pulang bareng". Samudra membalikkan badan nya membuat air mata di pelupuk mata Jingga kembali berair.

"Tadi di kantin lo ninggalin gue gegara dia, dan sekarang lo tinggalin gue lagi". Ucap Jingga sesegukan dan menghadap ke jalanan kembali, Samudra yang mendengar itu membalikkan badan nya lagi. Samudra mendekati Jingga dan memeluk nya sebentar.

"Maafin gue, gue gak bakal ninggalin lo lagi kalo urusan gue sama dia udah kelar". Samudra mengacak pelan rambut Jingga, Jingga tidak bergeming ia tetap diam dengan air mata yang terus berjalan dimata nya.

"Gue bakal nunggu lo berubah". Ucap Jingga dan berusaha melepaskan pelukan Samudra lalu ia berjalan menjauhi tempat tersebut. Samudra yang kembali mengingat Queena, berjalan ke gerbang sekolah dan mendapatkan Queena sedang menunggu Samudra di samping motor Samudra.

"Yok". Samudra memakai helm nya lalu menduduki motor begitu juga Queena, mereka berjalan menjauhi perkarangan sekolah.

✍✍✍

"Bro, mau kemana nih?" Tanya Januari yang sudah berada di dalam mobil Gerry, Gerry sangat kacau sekarang. Ia mencari Jingga karena tadi Samudra menelepon bahwa Jingga pulang dengan mata yang sembab karena nangis, hari sidah menunjukkan pukul 18.24 namun Jingga belum juga pulang.

"Gue cari Jingga kemana lagi ini?" Tanya Gerry kepada dirinya sendiri.

"Gue udah yakin aja kalo si Queena bakal jadi penghalang Jingga dan Samudra". Omel January, sewaktu Samudra menelepon Gerry, ia sedang bersama January di sebuah Cafe karena itu January ikut mencari Jingga.

Drrrttt.. drtttttt..

Bunda is calling.

Dengan cepat Gerry menekan tombol hijau di smartphone nya lalu mendekatkan ke telinga nya.

"Iya bun, Gerry udah nyari Jingga belom ketemu". Oceh Gerry tidak memperdulikan Viona.

"Assalamualaikum sayang, udah istigfar".

"Waalaikumsalam bun, astagfirullah. Maaf Gerry gak bisa ketemu Jingga bun". Ucap Gerry sendu, January yang memerhatikan itu sangat paham dengan sahabat karib nya ini.

Jingga di Samudra [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang