MENCINTAI MU ADALAH PILIHANKU
MAKA JIKA ITU KECEWA, JUGA ADALAH RESIKO KU
✍✍✍
"Dia mama aku."
Deg.
Mata Jingga membulat besar, setau nya anak dari Vita dan Afdal hanya satu yaitu Samudra, sekarang gadis di depan nya malah bilang kalau dia—
"Bukan nya Samudra anak tunggal ya? Lo—"
"Aku anak angkat." Balas Matahari.
"Kok gue gak pernah lihat lo?" Tanya Jingga lagi.
"Aku sebenernya masih keluarga besar Mama Vita kok, lihat aja wajah aku ucul kek kak Sam kan? Aku itu sepupu Kak Sam yang sekolah di Amrik." Jingga hanya ber-oh ria. Baru ia mengingat bahwa wajah Ata begitu mirip dengan Samudra, kekasih nya. Jingga jadi teringat masa-masa nya dengan Samudra lagi.
"Ih Am, belepotan nih di wajah aku." Ilak Jingga ketika Samudra berusaha menyuapi Jingga dengan ice cornetto yang dibelinya, bukannya menyuapi ke bibir Jingga, Samudra malah dengan sengaja mengenai pipi Jingga.
"Iya sayang, aku bersihin nih." Samudra mengambil sapu tangan yang berada di kantong baju kemeja nya.
Jingga memperhatikan Samudra yang terus mengelap pipi nya, hingga ia tidak menyadari bahwa Samudra sudah selesai dengan acara lap-lap an nya.
"Merhatiin terus, ntar beneran sayang lho." Goda Samudra yang membuat Jingga blush seketika. Jingga berhenti menatap wajah Samudra karena malu nya.
"Hello Kak Jingga, kakak masih disini kan?"
"Eh, iya." Balas Jingga tersadar dari lamunan nya.
"Kak Jingga gak usah sedih-sedih lagi, kan Ata ada disini."
Jingga tersenyum menatap gadis dihadapan nya ini. Sangat lucu dengan poni selamat datang nya.
"Lo lucu banget, kenapa gak dari dulu aja gue ngenal gadis kayak lo?"
"Jodoh nya kita ketemu sekarang kak." Balas Ata dengan cengiran nya.
"Ini makanan nya, selamat menikmati." Ucap seorang pelayan yang membawakan makanan mereka. Jingga dan Ata tersenyum dan menganggukkan kepalanya.p
Jingga sedikit berfikir, jika Ata adalah sepupu nya Samudra, apakah Ata adiknya Venus? "Lo sepupu nya Venus juga bukan?" Tanya Jingga sedikit ragu.
Ata kembali melemparkan senyumanya. "Ata adik kandung Kak Venus, tapi Ata sekolah dulu di luar negri ngikut Papa dan Kak Venus sama mama, Ata disuruh papa tinggal di Indonesia buat jagain Mama Vita sama Papa Afdal. Pasti sepi tuh rumah kalo gak ada Kak Sam." Omel Ata sendiri yang membuat Jingga terkekeh.
"Kak Jingga manis kalo senyum, pantesan Kak Sam suka, kakak jangan sedih-sedih lagi ya?" Nasihat Ata, Jingga mengangguk pelan. "Gue udah janji sama Sam gabakalan sedih lagi, dan gue bakalan coba."
"Di dunia ini ga ada yang tulus kak, ada tulus yang penyanyi itu, dia udah nunggu seribu tahun lama nya, tapi akhirnya dia juga pamit kan kak? Dan lagi, dia juga butuh ruang sendiri, walaupun awalnya dia suka mengenang dengan monokrom." Jingga lagi-lagi dibuat terkekeh oleh gadis lugu dihadapan nya ini.
Jingga mencerna apa yang dikatakan Ata, Ata benar tidak ada yang tulus di dunia ini, jangan kan pasangan hidup, keluarga kita saja akan pergi juga suatu hari nanti meninggalkan kita, tidak ada yang salah karena sesungguhnya yang salah itu adalah perasaan yang tidak mengikhlaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jingga di Samudra [Completed]
Romance{tamat} [dalam tahap revisi] Cinta? Aku pernah mendengar kata itu. Namun bagaimana jika mencintai dia yang juga mencintaiku namun kami tidak bisa bersama karena banyak hambatan? Aku menjauhi nya disaat aku takut, dan setelah rasa takutku menghilang...
![Jingga di Samudra [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/142086125-64-k103159.jpg)