JDS-2 (revisi)

3.9K 180 1
                                        

Jika dengan cara berpura-pura negini akan membuat mu sayang kepada ku, akan ku lakukan
-SamudraPratama

Matahari tidak bersinar untuk sore hari ini dan awan akan menumpahkan isi perutnya yang penuh dengan butiran air di dalam nya. Sepasang yang sama sekali bukan kekasih sudah berada di sebuah rumah yang cukup megah, di ruang yang di desain memang untuk belajar, meja yang pas untuk berdua dan ada bangku dengan ukiran yang sangat manis. Tidak seperti biasa nya, Samudra sekarang tenang dengan buku nya. Setelah mendengarkan rencana yang dibuat secara rinci oleh teman-teman nya ditambah Gerry, dan January, Samudra menyetujui atas rencana tersebut.

Mereka -Jingga dan Samudra- tidak ada berbicara, jari jemari Jingga sudah tidak sabar ingin memukul wajah datar Samudra yang tidak seperti biasa nya itu.

"Lo mau ajarin gue atau gue pulang?" Setelah lama diam akhirnya Jingga membuka suaranya, terasa diancam oleh cewek di depan nya, Samudra menatap datar Jingga yang membuat gadis tersebut menggidik ngeri.

"Pintu sudah terbuka lebar". Ucap Samudra dingin. Jingga berdiri dan mengambil tas nya, gadis itu menatap Samudra kesal sebelum melangkahkan kakinya.

"Kalo tau gini gausah kesini aja gue". Guman Jingga namun sedikit keras di rumah yang mengaung tersebut.

"Siap-siap besok bonyok lo dipanggil ke sekolah". Ucapan Samudra berhasil membuat Jingga berhenti lalu berbalik ke belakang. Jingga mendekati meja belajar tersebut kembali, Jingga duduk dan membuka buku nya dengan masih kesal, Samudra mengulum senyumannya, baginya Jingga sangat manis jika begitu.


"Jadi gini, gue dalam sebulan ini bakal ketemu terus sama Jingga si pujaan hati". Ucap Samudra sambil senyum-senyum sendiri.

"APPPUUUAAAA?" Tanya Gerry terkejut masih memakan ketoprak milik nya, adik nya akan sebulan bersama Samudra.

"Muncrat ah bang". Protes Leo kepada Gerry yang tengah memakan Pical nya

"Iya, tadi gue di panggil sama buk Elie sugigi buat ngajarin si princes cantik, seneng gueee". Tanpa disadari nya Samudra memeluk Marvin yang duduk di sebelah nya. Marvin berusaha melepas pelukan Samudra namun tidak bisa.

"Samuuuuu, gue pengap nih lo peluk, dasar gay". Mulut Marvin berhasil di tabok oleh Samudra lalu Samudra melepaskan pelukan nya dari Marvin.

"Gue punya ide biar Jingga bisa suka sama lo tanpa lo harus ngejar-ngejar dia". Scorpio yang awalnya diam saja sekarang membuat Leo dkk ditambah Gerry dan January memfokuskan telinga hanya pada Scorpio. Mereka semua sangat penasaran dengan apa yang di pikirkan Scorpio.

"Lo cuekin Jingga, pasti Jingga ngerasa ada yang beda dari lo, ntar Jingga bakalan cari tahu tentang lo hingga dia dengan sendiri nya sayang sama lo, gimana?" Semuanya terkejut, bagaimana bisa Scorpio yang bisa dibilang irit bicara kini berbicara sepanjang itu.

"Kalo dia tambah ngejauh gimana?" Tanya Samudra sedikit tidak setuju, baginya ide Scorpio kurang masuk akal.

"Gabakalan, gue lebih tahu tentang adik gue". Gerry langsung menyambar Samudra, Samudra hanya diam dan manggut-manggut mengerti.


"Lo gak ngerti yang dimana?" Sekarang Samudra yang memulai percakapan, Samudra mendekatkan kursi nya ke kursi Jingga, kali ini Jingga tidak menjauh dari Samudra, dia hanya tenang.

"Gangerti semua nya". Jawab Jingga santai, Samudra terbelalak, hampir saja mata nya tumpah, syukur ada kelopak mata.

"Kita mulai dari pelajaran ini saja". Samudra mengambil buki di dalam tas nya lalu menerangkan secara detail kepada Jigga, Jingga hanya mengangguk, menggeleng lalu tersenyum mendengarkan Samudra. Beberapa kali Jingga berkuap lalu menidurkan kepala nya di meja dan beberapa kali juga Samudra membangunkan nya.

"Ga, sekarang matematika". Jingga hanya mengangguk lalu mengeluarkan buku kotak-kotak nya. Samudra kembali mengajarkan Jingga mulai dari logaritma hingga peluang. Jingga murah mengerti, ia sesekali menyelesaikan soal dari Samudra dan sesekali mengeluh 'Sam, lo bilang sama Dilan gih yang berat itu bukan rindu, tapi pelajaran matematika' Samudra hanya tersenyum sambil iya iya in Jingga.

"Ga, lo tunggu disini dulu ya? Gue mau kebelakang sebentar". Jingga hanya mengangguk lalu kembali mengerjakan soal nya. Tak lama kemudian Samudra datang membawa baki yang berisi milo es keju 2 gelas dan makanan kecil se toples. Mata Jingga langsung berbinar melihat milo es keju. Tanpa di suruh, Jingga telah merebut milo es tersebut lalu meneguknya hingga meninggalkan kepingan keju di dasar gelas nya.

"Haus atau doyan?" Pertanyaan Samudra berhasil membuat Jingga menatap nya sinis. Lalu Jingga tersenyum.

"Makasih ya Semut, kok lo bisa tau kalo gue suka milo es keju?" Tanya Jingga menatap bola mata Samudra, Jingga baru sadar jika bola mata Samudra begitu indah dengan warna cokelat terang.

"Nama gue Samudra buka semut Ing, Lo mau lagi?" Samudra mendorongkan milo es keju milik nya kedepan Jingga,

"Nama gue Jingga bukan Ing, ini beneran? Makasih banyak". Jingga kembali meminum milo es milik Samudra tanpa rasa malu sedikitpun dan dalam waktu cepat Jingga dapat menghabiskan nya.

"Gue pengin aja manggil lo Semut".

"Iya iyaaa Ing". Samudra sedikit memperhatikan keju di pipi Jingga yang membuat gadis pujaan nya tambah lucu. Samudra mendekatkan tangan nya kepada Jingga.

"Diam". Perintah Samudra, lalu Samudra mengambil keju tersebut lalu membuang nya, entah reaksi kimia apa yang terjadi pada Jingga pipi nya berubah memerah seperti tomat.

"Bilang aja pangggilan sepesial". Samudra mengangkat satu senyum sombong nya.

"Enggak". Elak Jingga ketus.

"Enggak salah, yakan?" Samudra terkekeh lalu berjalan menuju balkon ruangan.

Setalah bisa meredupkan deguban jantungnya, Samudra kembali masuk ke dalam ruangan belajar tersebut.

"Ing, diluar hujan lo pulang nya gue antar, jangan suruh bang Gerry, dia pasti capek". Jingga hanya mengangguk, Samudra mengambil kunci mobil nya di atas meja dan kembali duduk di kursi nya, sedagkan Jingga masih berkutat dengan soal.

"Kalo lo capek buat nya besok aja, besok disambung". Jingga menatap Samudra, sedangkan Samudra sedang menscroll timeline di ponselnya.

Dengan cepat Jingga memasukkan buku-buku nya ke dalam tas dan menarik Samudra ke parkiran.

"Makasih Semut."

✍✍✍

Kurang deg degan?
Yaahhh gimana dong?
Gapapa deh



Votement

Jingga di Samudra [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang