JDS-13

1.6K 87 1
                                        

Mungkin ini yang dinamakan karma
-jingga brovi

Bel berbunyi membuat para siswa berhamburan ke kantin untuk mengenyangkan perut nya, atau ada juga yang hanya sekedar cuci mata mencari cogan atau cecan. Berbeda dengan empat orang yang berada di kelas ini, Jingga menceritakan semua nya kepada Fatiah dan Angel yang tidak tahu tentang si peneror nya itu.

"Tapi alhamdulillah deh". Ujung kata Jingga.

"Alhamdulillah kenapa Ga?" Tanya Angel yang penasaran.

"Alhamdulillah udah diatasi ayah, dan sekarang gue gak perlu takut lagi ngedeketin Samudra". Senyum terkembang di wajah Jingga.

"Syukur dong". Ucap seseorang dari belakang mereka. Jingga, Vanila, Angel dan Fatiah terkejut dan langsung melihat ke arah suara.

"Ngejutin aje lo". Vanila memutar bola matanya kesal.

"Lo denger semua nya dong?" Tanya Jingga dengan wajah khawatir. Leo dan Scorpio mengangguk.

"Dah yok ke kantin, cacing gue ngajak ribut nih". Ajak Fatiah yang jalan mendahului teman-teman nya. Leo menggandeng tangan Vanila untuk berdiri, namun Vanila melepaskan pegangan tangan Leo.

"Gue bisa sendiri". Ucap Vanila lalu berjalan ke luar kelas. Leo memandang Angel, Jingga, dan Scorpio  dan Leo menggelengkan kepala nya tak mengerti.

"Kenapa sih tu anak? Pms?" Tanya Leo frustasi lalu berjalan menyusul Vanila yang sudah bersama Fatiah.

"Ada-ada aja tuh anak". Angel berjalan ke luar kelas di ikuti Scorpio dan Jingga yang senyum-senyum melihat tingkah kedua sahabat nya itu.

Sesampainya di kantin Jingga melihat Samudra mata mereka bertemu, dengan cepat Jingga duduk di meja yang sama dengan Samudra. Aneh, ya Samudra aneh, sangat dingin. Tidak seperti biasanya. Samudra dengan malas-malasnya melihat Jingga, tanpa menghiraukan Jingga di hadapan nya ia tetap lahap memakan soto nya.

"Semut, gue punya ini buat lo". Jingga mengeluarkan satu kotak dari saku nya lalu memberikan kepada Samudra, Samudra hanya melihat dengan alis terangkat.

"Gaperlu! Apapun bisa gue beli". Sombong Samudra, ia mendorong kotak tersebut mendekati Jingga kembali. Sedangkan teman-teman nya yang lain ada yang memperhatikan Jingga dan Samudra ada juga yang sibuk memesan makanan.

"Ini khusus untuk lo". Ucap Jingga lagi. Samudra mengambilnya lalu melihat ada tong sampah sedikit jauh dari nya, lalu ia membuang kotak tersebut ke dalam tong sampah itu. Jingga tidak menyangka Samudra akan seperti itu, bukan kah Samudra menyukai nya? Kenapa disaat ia sudah bebas mendekati Samudra, Samudra menjadi dingin begini? Kemana Samudra yang dulu? Yang selalu mendekatinya?

Samudra mendekati mbak dedes si penjual soto dan membayarnya. Tidak ada satu patah kata pun, Samudra keluar dari kantin meninggalkan Jingga yang mematung.

"Kenapa sih tu anak". Kesal Vanila melihat Samudra yang semena-mena dengan Jingga. Butir demi butir air keluar dari mata Jingga, dengan cepat ia menghapusnya.

"Gue ke toilet dulu". Jingga mendekati tong sampah tadi dan mengambil kotak yang diberinya untuk Samudra lalu berlari ke toilet. Semua memandang Jingga heran, kenapa Jingga berlari sambil menangis begitu. Angel dan Vanila mengikuti Jingga dari belakang, Fatiah tidak ikut karena perutnya yang sangat lapar.

Jingga menatap wajah nya di cermin toilet, lalu menghapus air matanya dengan cepat, ia mencuci muka nya agar terlihat sedikit fresh. Vanila dan Angel datang, mereka melihat Jingga yang berusaha menahan air mata nya agar tidak keluar. Jingga melihat teman-teman nya, lalu ia memeluk teman-teman nya. Kepala nya pusing dan lalu.

Jingga di Samudra [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang