Seseorang bisa saja berubah karena terlalu kecewa, seseorang bisa saja menjadi monster ketika orang yang disayangi nya tersakiti, i understand Mom
_JinggaBrovi
Pintu terbuka dan terlihatlah orang yang membuka pintu. Orang itu melotot mendapati Viona dan Jingga di depan rumah nya, bukan nya heran namun suara toa dari Viona lah yang membuat orang tersebut jadi begitu.
"Bunda sabar." Usaha Jingga menenangkan Viona sia-sia karena Viona langsung bermete-mete.
"Mane laki lo? Ada dia di rumah?! Berani-beraninya nipu laki gue! Mau lihat gue yang lebih dia?! Gue udah cukup diam selama ini! Mana laki lo?!" Vita yang melihat itu langsung begidik ngeri, melihat Viona berubah menjadi monster, sudah lama sekali ini tidak terjadi, dan sekarang Viona bangkit, pasti ada sesuatu yang terjadi.
"Na, lo tenangin diri--."
"Tenang! Tenang! Apa lo?! Belom cukup puas lo? Gak puas laki lo ngelihat kebahagiaan keluarga gue hah?! Mane laki lo." Viona yang sudah berapi-api membuat Vita bertambah ngeri, Vita yang selama ini cerewet dan suka ngomong asalan sekarang bungkam karena Viona si wanita lembut yang jarang marah, terbalik bukan?
"Na, lo harus dengerin Afdal dulu."
"Dengerin apa Vit? Laki gue udah stres di rumah karena laki lo dan sekarang gue mau laki lo! Awas!" Viona memaksakan dirinya masuk ke dalam rumah milik Vita, Vita mengikutinya dari belakang begitu juga dengan Jingga, sesekali Vita terlihat sendu dan melihat ke arah Jingga, namun Jingga hanya menggidikkan bahu nya, merasa bahwa Afdal juga salah telah membuat ayahnya stres. Viona memasuki semua ruangan yang memang tidak ada Afdal di dalam nya, ia berjalan ke lantai dua.
"Afdaaaaall! Keluar lo kadal berbisa! Lo gak bisa sembunyi dari gue!" Teriak Viona, Viona juga memeriksa beberapa ruangan di lantai dua namun nihil Afdal tidak ada, tinggal satu ruangan di ujung, Viona cepat berjalan ke pintu ruangan tersebut, namun kecepatan Viona terkalahkan oleh Vita yang lari lebih kencang dan menghalangi Viona masuk.
"Jangan masuk Na, sempak gue berserakan di dalam." Alibi Vita, Viona mengerutkan keningnya, jangan berharap Viona akan percaya.
"Minggir lo, atau lo yang bakal gue lempar ke lantai bawah." Vita meneguk saliva nya takut, namun ia tidak mau menepi.
"Na, maafin Afdal semua cuma salah paham Na."
"Salah paham apa?! Hah?! Lo gila? Laki gue di rumah udah stres, dia udah ngerintis usaha nya dari nol gak ngeharapin harta mami papi, dan laki lo semudah itu ngehancurin nya?! Haha! Mungkin laki lo kangen gue buat koma." Kata-kata itu membuat Vita menggeleng, dia tidak mau Afdal di tangani Viona lagi, tidak akan mau. Viona menyingkirkan Vita dengan mendorong nya menjauh lalu membuka pintu yang dilindungi oleh Vita tadi.
"Haha, gue udah nyangka lo ada di sini Dal." Ucap Viona dengan ketawa devil nya.
"Vii... Viii... Vionaa.." ucap Afdal terbata lalu berusaha menjauh dari Viona. Jingga ikut masuk dan memastikan orang tuanya ini tidak akan mencelakai siapapun.
"LO! PENGKHIANAT! LAKNAT! DIKASIH HATI MINTAK JANTUNG LO! GAK TAU TERIMA KASIH! OTAK LO BUNTU KARENA DUIT, LO LEBIH PANTES NGEMIS DI JALANAN, KARNA LO LEBIH HINA DARI PADA ITU!" Viona tambah mendekati Afdal yang sudah tersudut di dinding ruang kerja nya tersebut, Jingga terkejut, bagaimana tidak, bunda nya? Afdal yang takut kepada Viona. Itu mengejutkan.
"Naa, lo.. Na pikirin anak-anak gue Na, lo gak tahu yang sebenernya, gue gak berkhianat." Afdal semakin memojok ke dinding, Viona tambah mendekatinya, sedangkan Vita dan Jingga hanya bisa bisa melihat singa betina tersebut ngamuk. Viona mencengkram kuat krah baju Afdal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jingga di Samudra [Completed]
Romance{tamat} [dalam tahap revisi] Cinta? Aku pernah mendengar kata itu. Namun bagaimana jika mencintai dia yang juga mencintaiku namun kami tidak bisa bersama karena banyak hambatan? Aku menjauhi nya disaat aku takut, dan setelah rasa takutku menghilang...
![Jingga di Samudra [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/142086125-64-k103159.jpg)