JDS-39

1.2K 44 3
                                        

Jika kamu alasan ku menangis, maka percayalah esok nanti kamu lah yang membuat ku menangis karena kebahagiaan❣

_JinggaBrovi

Jingga berjalan di lorong kelas, ia masih tidak percaya bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya, disaat ia sembuh dan ternyata itu adalah hari ulang tahun nya.

"Biarin aja keluarga gue pada gak bilang HBD, yang penting gue bahagia karena masalah gue satu persatu sudah menghilang." Guman nya di lorong, sesekali jika ia menemui benda di lantai ia menendang nya.

"Ing." Panggil seseorang dari arah lapangan yang sudah dipastikan adalah Samudra, Jingga tersenyum lalu berlari mendekati Samudra.

"Am, makasih ya bucket nya." Ucap Jingga masih dengan senyum nya yang merekah. Samudra mengangkat alisnya sebelah.

"Bucket? Kamu salah orang kali, aku gaada ngasih bucket." Jingga terkejut, senyuman nya berubah menjadi datar.

"Beneran Am? Tapi di note nya dari kamu, kamu bohong ya?" Samudra menggeleng, membuat Jingga tambah tidak percaya. Jingga berbalik tanpa suara maupun pamit kepada Samudra.

Samudra menahan lengan Jingga. "Kamu mau kemana?" Tanya Samudra, Jingga menggeleng.

"Aku mau buang bucket nya."

"Jangan!" Perintah Samudra.

"Iya iya sayang, bucket nya dari aku, jangan dibuang ya." Jingga mendekati Samudra, memukulinya pelan.

"Becanda nya garing tauk, aku kira kamu juga lupa hari ulang tahun ku." Samudra tersenyum tipis yang membuat wajah nya menjadi tambah tampan. "Udah jangan manyun, ntar aku cium mau?" Goda Samudra yang membuat Jingga menggeleng lucu.

"Nanti pulang sekolah ke mall bareng aku ya yang, tunggu aku di lokal kamu ya? Jangan kabur." Jingga hanya mengangguk paham sambil tersenyum.

"Sekarang aku anter ke kelas ya." Jingga kembali mengangguk, Jingga melingkarkan tangan nya di lengan Samudra membuat para siswa-siswi yang melihat menjadi iri dan berteriak histeris, namun tidak ditanggapi Jingga maupun Samudra.

Setelah berjalan mereka berdua pun sampai di depan kelas Jingga. "Ing, jangan lupa nanti pulang ke mall dulu bareng aku." Jingga hanya mengangguk lalu Samudra pergi meninggalkan Jingga.

Jingga melihat kelas nya diisi hanya oleh 30% dari biasa nya, ia juga tidak melihat ketiga sahabat nya, Venus juga tidak ada.

"Geo." Panggil Jingga kepada ketua kelas nya itu, Geo yang dipanggil pun hanya mengguman menjawab panggilan Jingga, Jingga berjalan mendekati meja Geo.

"Anak-anak pada kemana?" Tanya Jingga, Geo hanya menghidikkan bahu nya tidak tahu.

Jingga mendubrak meja Geo kencang membuat Geo langsung menatap Jingga tajam. "Ngapain sih Ga."

"Lo ketua kelas, tapi lo gak tahu masyarakat lo lagi ngilang." Dumel Jingga, Geo hanya melepaskan nafas kasarnya.

"Tiga sahabat lo izin pulang katanya diare samaan, Venus tadi dijemput Ayah nya, dan yang lain pada keluyuran ke kelas sebelah." Jingga hanya manggut-manggut.

"Udah, masih mau bilang kalo gue gak becus?" Jingga hanya nyengir lalu berjalan keluar kelas.

"GA? LO MAU KEMANA?" Tanya Geo berteriak, Jingga hanya tersenyum. "Gue mau ke kelas Samudra, bye Geoo." Setelah mengatakan itu Jingga jingkrak pergi dari kelas nya.

Jingga mersendandung kecil di lorong kelas X, melihat orang-orang yang membawa orang tua nya dan tak sedikit pula yang menyapa Jingga. Rapat orang tua untuk pengambilan lafor adalah jam 11.00 namun sekarang sudah banyak orang tua yang datang.

Jingga di Samudra [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang