Walaupun lo nya deket dia, entah mengapa hati gue bilang jiwa lo tetep sama gue
-JinggaBrovi
Hari senin adalah hari yang sangat melelahkan bagi kebanyakan siswa-siswi, termasuk siswa-siswi SMA Pancasila. Pagi harus upacara dengan amanah yang sangat panjang lebar ditambah lagi jika pelajaran di jam pertama ialah pelajaran Matematika, sangat melelahkan. Tapi, tidak untuk hari ini karena SMA Pancasila tidak upacara bendera dan di kelas Jingga juga Buk Elie tidak masuk. Jingga duduk sengan tenang di meja nya sambil men-scroll Handphone nya melihat kiriman-kiriman instagram dari teman-teman nya.
"Ga, lo ikutan bazar gak?" Tanya Vanila yang sudah duduk di sebelah Jingga.
"Gue mau aja sih, tapi boleh gak kita bazar nya bareng-bareng aja?" Tanya Jingga memandang satu persatu sahabat nya.
"Maksud lo? Kita make satu nama lalu kita ngejual barang nya barengan?" Tanya Fatiah yang tidak begitu paham.
"Mau gue sih, tapi terserah kalian". Jingga kembali memperhatikan handphone nya.
"Kita setuju". Jawab mereka serempak, Jingga tersenyum lalu menyimpan handphone nya di dalam saku.
"Kuy kita ke ketos". Mereka berjalan menuju kelas Aldo di XII-3, setiba nya di sana mereka tidak melihat Aldo, namun perempuan kakak kelas yang ada di sana.
"Kak, kak Aldo nya ada?" Tanya Fatiah kepada kakak kelas tersebut.
"Keluar tadi". Jawab nya.
"Makasih kak".
"Gimana?" Tanya Angel.
"Kak Aldo lagi di luar dia". Jawab Fatiah berjalan ke arah mereka.
"Yaudah pas nanti aja kita ke kelas Kak Aldo lagi". Ucap Vanila, semua mengangguk lalu berjalan membalik.
"Nyariin gue?" Mereka terkejut melihat jika Aldo sudah berada di belakang.
"Eh kak Aldo, iya kak". Jawab Fatiah.
"Ngapain?" Aldo melihat ke arah Jingga dan tak berkedip membuat Jingga salah tingkah.
"Mau daftar bazar kak". Jawab Vanila mengalihkan.
"Ooh, yaudah kalian berempat?" Tanya Aldo lagi.
"Enggak kak, cuman Jingga". Tambah Angel, dengan cepat Jingga melihat Angel dan membolalakkan matanya.
"Lo Jingga?" Tanya Aldo lagi.
"Mm iya kak". Jawab Jingga terbata.
"Yaudah atas nama Jingga".
"Kak Aldo? Kami atas nama Jingga tapi jualan nya berempat boleh kan kak? Kami bakal jual banyak deh, sediain kursi empat dan meja yang besar ya kak". Oceh Fatiah, Aldo tersenyum dan membuat Jingga pangling melihatnya, Aldo mengangguk.
"Maaf gue harus pergi". Aldo berjalan menjauhi mereka.
"Yaelah kak Aldo gak henti-henti mandangin lo Ga". Omel Fatiah.
"Apaan sih Fat, yok ah ke kelas". Ajak Jingga, mereka melangkahkan kaki nya dan sesekali bercerita dan tertawa bersama.
"Stop!" Perintah Vanila.
"Ngapain elah?" Kesal Angel yang langkah kaki nya dihentikan oleh Vanila.
"Lihat noh". Vanila menunjuk ke arah halte lapangan, disana Samudra dan teman-teman nya di tambah Queena yang bertengger di lengan kekar Samudra, tampak Samudra risih namun tidak bisa mengelak, Scorpio duduk di sebelah Queena dan di sebelah Scorpio ada Leo, sebelah Samudra duduk Marvin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jingga di Samudra [Completed]
Romance{tamat} [dalam tahap revisi] Cinta? Aku pernah mendengar kata itu. Namun bagaimana jika mencintai dia yang juga mencintaiku namun kami tidak bisa bersama karena banyak hambatan? Aku menjauhi nya disaat aku takut, dan setelah rasa takutku menghilang...
![Jingga di Samudra [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/142086125-64-k103159.jpg)